Sabtu, 11 April 2015

TRADISI MASYARAKAT DITINJAU DARI SUDUT SYARIAT ISLAM



(Oleh: ELSAH,S.Pd)

A.      PENDAHULUAN
1. Latar belakang
          Tulisan ini Saya buat untuk memenuhi seruan Allah dalam QS Ali Imran:104,yaitu   ” Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar,merekalah orang-orang yang beruntung. Janganlah bersedih tetapi bersyukurlah bila sebagian besar warga masyarakat mencemoh ataupun membencimu hanya karena tidak melakukan suatu tradisi/kebiasaan karena mempertahankan aqidah dan konsistem dalam menjalankan syariat Islam dengan tetap perpegang teguh kepada Al Quran dan Hadist,berarti anda berada di atas jalan kebenaran/ketakwaan dan mereka yang mencemoh/membencimu berada di atas jalan kesesatan.Allah dalam Surat Al Maidah:44  mengajarkan kepada kita agar ”janganlah takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”.
           Allah SWT -menurut Al Quran Surat Asy Syams:8- telah menyediakan dua jalan bagi manusia yaitu jalan ketakwaan/kebenaran dan jalan kefasikan/ kesesatan,dengan tujuan yang telah ditetapkan-Nya yaitu barang siapa yang menempuh jalan kebenaran maka dia akan sampai kepada surga dan barangsiapa yang menempuh jalan kefasikan/kesesatan maka dia akan sampai kepada neraka.Manusia dengan bekal akal diberi kebebasan untuk memilih satu diantara dua jalan tersebut.Dari kemampuan menggunakan akalnya maka manusia terbagi atas dua bagian,yaitu sebagian besar memilih jalan kesesatan dan sebagian kecin berada di jalan kebenaran.seperti keterangan Allah dalam Al Quran Surat Ar Ruum:116 bahwa sebagian besar manusia telah memilih jalan kesesatan dan Allah mengingatkan kepada kita agar jangan mengkuti sebagian besar itu karena ”Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi,niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah .Dan Allahpun melarang kita ikut-ikutan melakukan sesuatu amalan yang kita tidak memiliki pengetahuan atasnya karena Sesungguhnya penglihatan,pendengaran dan hati semua itu akan dimintai pertanggungjawaban”’ (QS.Al Israa:36).
          Kesesatan juga menimpa sebagian sebar umat Islam.Hal ini membuat Rasulullah SAW sebagai pemimpin Islam amat bersedih.Mengapa Rasulullah bersedih ? karena ”Kelak umatku akan terbagi menjadi 73 golongan,72 golongan akan masuk neraka dan hanya 1 golongan saja yang masuk surga”.Siapakan golongan yang beruntung masuk surga itu,kata seorang sahabat kepada Rasulullah.”Yaitu golongan ahlu sunnah waljamaah” jawab Rasulullah (HR.Imam Thabrani).Siapa Ahlusunnah wal jamaah itu menurut para ulama adalah golongan yang tetap teguh menjalankan Sunnah (Al Quran dan Hadist) dan tetap bersatu diatas kebenaran.
          Umumnya umat Islam mengaku dirinya sebagai golongan Ahlu sunnah waljamaah,tetapi kenyataannya,langkah-langkah kakinya berada di luar ketentuan sunnah.Mengapa demikian ? tentu jawabannya berbeda-beda.
  1. Ada yang hanya karena ketidakpahaman terhadap syariat agama Islam.
  2. Ada yang beralasan mempertahankan adat/kebiasaan nenek moyang karena takut dikutuk oleh arwah nenek moyang.
  3. Ada yang karena mempertahankan dirinya sebagai tokoh masyarakat/pemuka adat.
  4. Ada pula yang karena takut dibenci atau diusir oleh masyarakat dan
  5. Ada pula karena kesalahan taklid yaitu berdasarkan amalan gurunya,melihat banyaknya yang melakukan amalan itu,pendapat ulama dan tokoh-tokoh agama di kampungnya.
Sekali lagi Janganlah takut kepada sesama manusia tetapi takutlah kepada Ku”demikian Firman Allah (QS.Al Maaidah:44).Kiamat semakin dekat,hari pembalasan pasti akan tiba. Untung masih ada waktu memperbaiki diri,maka perbaikilah diri/ ibadah sebelum datangnya kematian yang menutup segala kesempatan.
           Pada tulisan ini,Saya sengaja mengkaji tradisi masyarakat,karena penulis melihat bahwa dalam tradisi masyarakatlah banyak ditemukan kepercayaan dan amalan yang tidak berdasarkan syariat Islam bahkan ada diantaranya yang bertentangan dengan syariat (Al Quran dan Hadist).Pada tulisan ini,Saya tidak berani menvonis bahwa amalan ini atau itu yang sesat cukuplah anda sendiri yang telah diberi akal menilai dan memutuskan apakah amalan yang selama ini anda telah lakukan itu sesat atau tidak dengan mengingat peringatan Allah bahwa siapa yang berpaling dari Al Quran maka Allah akan menyediakan syaitan sebagai teman hidupnya yang akan menyesatkannya (QS.Az zukhruf:36) dan pernyataan Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang melakukan amalan yang bukan perintah agama maka tertolak atau tidak diterima (HR.Bukhari).Segala amalan diluar ajaran Rasulullah adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya adalah neraka (HR.Ibnu Majah),karena anda sendirilah yang akan mempertanggungjawabkan segala kepercayaan dan amalan yang telah dilakukan di muka bumi ini.Bukan tanggungjawab Rasul,bukan tanggungjawab orang tua,ketua adat atau siapa-siapa melainkan siapa yang menempuh jalan kefasikan/kebodohan maka dialah yang akan memperoleh balasan neraka.”Tiap-tiap diri bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya”(QS.Al Mudatsir:38).

2. Batasan Tulisan
         Penulis adalah satu dari jutaan penduduk Indonesia yang beragama Islam.Penulis bukanlah orang yang mengaku bersih dari dosa ataupun amalan-amalan sesat.Penulis sebelum April 2007 adalah termasuk orang yang larut dalam kepercayaan dan amalan-amalan sesat ataupun mempersekutukan Allah.Tetapi karena Allah membuka hati untuk melihat kebenaran maka setelah itu penulis berusaha memperbaiki diri mempelajari ajaran agama dan kembali kepada Al Quran dan hadist.Penulis dalam tulisan ini berusaha menyampaikan yang benar.Yang benar bukan karena niatnya benar melainkan yang memiliki dasar,yaitu:
1. Kebenaran adalah yang sesuai yang diajarkan/disyariatkan oleh Al Quran.Al Quran adalah kebenaran yang berasal dari Allah dan yang tidak boleh diragukan (QS.Al Baqarah:147).
2. Kebenaran adalah apa yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah dalam hadist yang tidak bertentangan dengan Al Quran.Penulis menolak hadist yang bertentangan dengan Al Quran karena tidak mungkin Rasulullah mengatakan, melakukan atau bersikap atas sesuatu yang bertentangan dengan Al Quran.
3. Kebenaran adalah pendapat para ulama yang sesuai dengan Al Quran dan Hadist.Penulis menolak pendapat ulama yang bertentangan dengan Al Quran dan hadist.
             Sebagai batasan kajian penulis,maka penulis memberi pengertian judul di atas,yaitu:
1.  Tradisi masyarakat Islam adalah kebiasaan masyarakat yang secara turun temurun dalam melaksanakan syariat agama yang dilengkapi     dengan amalan yang lahir dari kepercayaan dan prasangka orang-orang terdahulu/nenek moyang yang berlaku secara turun temurun.
2.  Syariat Islam adalah ajaran kepercayaan,perintah,larangan atau anjuran yang bersumber dari Al Quran dan Hadist.
3. Suatu kepercayaan atau amalan dianggap sesat bilamana kepercayaan dan amalan itu tidak berdasarkan     atau bertentangan dengan Al Quran dan Hadist dan dari kemanfaatan duniawi tidak membawa manfaat     apa-apa kepada diri maupun kepada masyarakat.

B.        TRADISI-TRADISI YANG BERKEMBANG DALAM  MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN SYARIAT ISLAM
            Ada beberapa tradisi masyarakat yang berkembang sampai saat ini yang telah mempengaruhi aqidah dan  kegiatan ibadah/keagamaan masyarakat Islam,antara lain diuraikan sebagai berikut:
1. Tradisi dalam urusan kematian
            Mengurusi orang yang telah meninggal adalah fardu kifayah yang segala sesuatunya telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Dari beberapa perawi hadist disampaikan bahwa amalan dalam mengurusi orang  meninggal yang diajarkan atau yang diamalkan Rasulullah SAW adalah memandikan mayat (HR.Bukhari-Muslim),mengkafani dengan kain putih (HR.Mukhari-Muslim),Menshalati (HR.Ibnu Majah),Menguburkan mayat (Muntafaq alaih),Mendoakan keselamatannya (HR.Abu Daud),Membayarkan Utang/wasiatnya (HR.Ahmad).
            Tradisi masyarakat telah menambah amalan syariat tersebut dengan kegiatan antara lain:sedekah tempat tidur/perlengkapan dapur kepada imam/pengurus jenazah,baca-baca makanan, pengajian Al Quran,zikiran/tahlilan,menyembeli hewan aqiqah,peringatan hari kematian hari 7-nya ,40,100 dan 1 tahun, dan barsanji mencuci rumah yang ditempati meninggal.Penulis tidak menyatakan bahwa semua amalan tambahan itu adalah sesat.Yang bisa saya sampaikan pada tulisan ini adalah ajaran Islam yang berhubungan dengan amalan tersebut.

a. Sedekah dengan perlengkapan rumah tangga 
            Sedekah dalam Islam tidak ditetapkan jenis barangnya misalnya harus tempat tidur atau peralatan rumah tangga,apa saja bisa disedekahkan kepada orang lain.Waktu bersedekahpun tidak ditentukan waktunya misalnya harus kalau ada keluarga yangmeninggal.Kapanpun bisa bersedekah.Allah SWT dalam QS Attaubah:60 menyatakan bahwa zakat ataupun sedekah itu hanya untuk fakir ,miskin, pengurus zakat,para muallaf,untuk memerdekakan budak,membantu orang yang berutang,untuk keperluan di jalan Allah dan membantu orang-orang yang sedang dalam perjalanan” dan tidak disebutkan dalam ketentuan itu bahwa sedekah juga untuk imam/pengurus jenazah yang nyata-nyata orang yang mampu.Dalam HR    Abu Daud, Rasulullah bersabda bahwa “tidak sah sedekah kepada orang yang mampu”.”Bersedekah kepada orang miskin itu satu ganjaran dan kepada kerabat dua ganjaran” (HR.Tirmidzi).Mengurusi jenazah dalam Islam adalah ibadah yang akan dibalas pahalanya oleh Allah, bukan dibalas oleh keluarga yang meninggal ,yang pada waktu itu sedang berada dalam kesusahan/kesedihan.Tegakah kita menerima pemberian orang-orang yang susah ,dimana sebagian sedekah itu diperoleh dengan mengutang ?.Bersedekah untuk orang yang telah meninggal bertentangan dengan QS.At Tahrim:7,Al Israa:15,Yaasin:54,Fathir:18,Ali Imran:161,Al Mukmin:17 yang intinya bahwa apa saja yang kita peroleh di akhirat adalah balasan dari apa yang kita perbuat di dunia.kalaupun ada tambahan yang berasal dari orang lain yang masih hidup maka itupun karena kita yang menyediakan jalan bagi mereka yang beramal,seperti yang dinyatakan Rasulullah SAW bahwa Bila telah mati anak Adam maka terputuslah amalnya,kecuali amal jariah,ilmu yang bermanfaat dan  anak sholeh yang mendoakan”.
b. Membaca dan mengirim pahala baca Al Quran dan tahlilan
            Membaca Al Quran secara bersama-sama bertentangan dengan perintah Allah dan yang dicontohkan Rasulullah SAW.Allah dan Rasul-Nya   hanya mengajarkan yaitu hanya satu orang yang membaca dan lainnya mendengar bukan membaca bersama-sama sampai suasana menjadi gaduh,”Apabila dibacakan Al Quran maka dengarkanlah baik-baik dan simaklah apa yang terkandung di dalamnya agar kamu mendapat rahmat” (QS.AlAraf):204).
          Sampai saat ini penulis belum menemukan satu ayatpun dalam Al Quran,ataupun sepotong  hadist sah yang mengajarkan membaca Al Quran untuk orang yang telah     meninggal.Penulis hanya mendapat sebuah kisah dalam Kitab “Petunjuk Kejalan Yang Lurus” tentang mimpi seseorang yang menjadi kaya di alam kubur karena memperoleh kiriman pahala baca Al Quran dari anaknya.Tetapi kaidah Islam tidak menerima mimpi sebagai dasar atau alasan untuk melakukan suatu amalan yang tidak pernah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.Allah dalam QS.Al Maidah:4, sudah menyatakan bahwa syariat Islam sudah cukup/lengkap.Dinyatakan pula bahwa “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil”(QS.Al An aam:115).Jadi kalau ada lagi yang membat amalan baru setelah Rasulullah SAW wafat berarti dia tidak  mempercayai perkataan Allah bahwa syariat islam sudah cukup/lengkap. Allah dalam QS At tahrim:7, menyatakan bahwa “sesungguhnya akan dibalas kamu sesuai dengan perbuatanmu”.Juga dalam QS.Yaasin:54 dan Al A’raf:147 Tidak akan dibalas kamu melainkan apa yang telah kamu perbuat”.Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada kirim-kirim pahala kepada orang yangtelah meninggal.Yang bisa mendapat balasan pahala baca Al Quran hanya orang yang selamat hidupnya di dunia selalu  membaca Al Quran atau bonus pahala dari Allah atas amalan orang-orang yang telah kita ajar membaca Al Quran.Jadi kalau tidak pernah membaca Al Quran di muka bumi maka jangan menunggu pahala baca Al Quran,begitupun kiriman dari orang lain,jangan tunggu kalau tidak pernah mengajar orang lain membaca Al Quran.
            Manakalah kita memenuhi undangan mengaji untuk orang yang telah meninggal maka kita telah melakukan perbuatan syirik.Letak syiriknya adalah bahwa membaca Al Quran adalah ibadah yang pahalanya untuk diri sendiri,tetapi ……
            Amalan yang disyariat terhadap Al Quran dibaca sebagai statu amal sholeh yang pahalanya untuk kebaikan diri sendiri (QS.Al Muzammil:20,Fushshilat:46);dipahami dan diamalkan isinya (Al Insan:24);didengar dan disimak isinya (Al A’raf:204);dan diajarkan atau disampaikan kepada orang lain (HR.Bukhari).Dalam HR Baihaqi berpesan kepada kita untuk” bacal;ah (Al Quran) dengan sungguh-sungguh pada siang dan malam,sebarkanlah  dan bacalah dengan suara yang merdu.Renungkanlah isinya agar kamu beruntung dan jangan meminta disegerakan balasannya (di dunia) karena sesungguhnya ia memiliki ganjaran (di akherat)”.
c. Baca doa dan kirim makan untuk orang yang telah meninggal
            Islam mengajarkan bahwa nasib manusia di alam kubur ada ditentukan oleh amal yang dibawanya.Makanan ataupun minumannya berasal dari pahalany yang secara materi berbeda dengan makanan orang –orang dunia yang terbuat dari beras.Jadi mustahil makanan orang dunia akan sampai ke alam kubur yang berbeda materi.Allah dalam Al Quran menyampaikan bahwa orang yang (rohnya) telah  berada di alam kubur tidak akan kemana-mana lagi sampai pada waktu yang telah ditentukan (dibangkitkan  setelah kiamat)dan roh orang kafir itu terpenjarah di alam kubur (QS.Al Mukminuum:99-100 dan Ar rum:56).Jadi mustahil roh itu akan kembali ke dunia menikmati makanan dunia.Kalaupun bisa menembus alam dunia,maka mustahil pula akan menikmati makanan dunia karena kehidupan/makanan di alam kubur jauh lebih nikmat daripada makanan dunia. Menurut Rasululah dalam suatu hadist bahwa makanan jin adalah                                                                           halusnya makanan manusia.Jadi makanan yang kita hidangkan dengan perdupaan akan dinikmati (halusnya) oleh jin yang datang karena diundang melalui asap dupa.
            Dalam Kitab Jabadul Akhirat,yang biasa dibaca ketika ada orang meninggal,terdapat suatu perkataan dari Anas ra,bahwa pada waktu-waktu tertentu seperti lebaran,malam lailatul Qadar,dan lainnya (dalam kitab itu),arwah penghuni alam kubur mendatangi rumahnya dan mengatakan:”Wahai penghuni rumahku kasihanilah aku,berilah aku sedekah walau hanya sepotong roti”.Perkataan itu sangat bertentangan dengan QS Al Mukminuun:99-100 dan Ar Rum:56 bahwa roh di alam kubur tidak bisa meninggalkan tempat yang telah ditetapkan untuknya apalagi akan menembus alam dunia yang berbeda dimensi,sampai pada waktu yang telah ditentukan yaitu hari kebangkitan.Roh yang jahat/banyak dosa akan terpenjara,sedangkan roh yang suci/banyak pahala akan menempati tempat yang tinggi dengan kehidupan yang jauh lebih nikmat daripada kehidupan dunia.Roh yang terpenjara tentu tidak bisa bebas meninggalkan penjaranya,sedangkan roh ditempat tinggi tentu tidak akan mengingat lagi makanan dunia.Jadi Perkataan Anas ra dalam kitab tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan suatu amalan baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa terhadap untuk orang yan g telah meninggal yang diajarkan Rasululah adalah berdoa di atas kuburnya,berdoa setelah shalat dan dalam akhir khukbah Jumat untuk arwah kaum muslimin dan muslimat.
             Rasululah SAW tidak pernah mengajarkan ataupun mengamalkan berdoa dengan memakai perdupaan atau media makanan yang terhidang,karena perdupaan itu adalah amalan jahiliyah,sedangkan Rasulullah SAW melarang kita meniru-niru kaum lain karena meniru-niru kaum lain berarti kita telah memasuki kaum itu.Berdoa sambil bakar perdupaan adalah mencampur aduk antara ajaran Islam dengan ajaran nenek moyang,yang dilarang oleh Allah dalam Surat Al Baqarah:42.
            Selanjutnya membuat ka’do makanan lalu dibawa ke rumah orang yang ikut mengaji,kenyataanya kebanyakan mereka tidak memakannya atau membuang saja.Dalam Al Quran,Allah melarang kita berbuat seperti itu,“Janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros karena sesungguhnya orang yang boros itu adalah teman syaitan”(QS.Al Israa:26-27).
                                                        

               
d. Peringatan hari kematian/annyimbang allo
            Peringatan hari kematian yaitu hari ke-3,hari ke-7,hari ke-20,hari ke-40,hari ke-100 dan 1 tahunnya tidak pernah diajarkan ataupun diamalkan oleh Rasulullah,itu adalah pengaruh ajaran kepercayaan nenek moyang (animisme) yang percaya bahwa pada waktu-waktu tersebut roh keluarganya itu kembali ke rumahnya meminta belas kasihan keluarganya sebagaimana yang dikisahkan dalam Kitab jabadul Akhirat.Hal ini bertentangan dengan Firman Allah seperti yang telah disebutkan di atas bahwa penghuni alam kubur tidak akan bisa kemana-mana apalagi roh orang –orang berdosa yang terpenjara.
e. Menyembeli hewan aqiqah
            Memotong hewan aqiqah untuk orang yang telah meninggal tidak pernah diajarkan atau diamalkan Rasulullah SAW ,melainkan hanya untuk anak yang baru lahir.Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mengajarkan bahwa hewan aqiqah akan menjadi kendaraan bagi manusia di alam akhirat.Yang benar adalah “Anak yang baru lahir adalah barang tebusan sampai disembeli kan baginya aqiqah pada hari ke-7 kelahirannya dan dihari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi namanya”(HR.Ahmad).Kalau sekiranya hewan aqiqah itu bermanfaat bagi orang yang telah meninggal maka tentu Rasulullah melakukannya untuk ayahnya,ibunya,istrinya ataupun anaknya yang telah meninggal,tetapi Rasulullah tidak melakukan seperti itu.

2. Tradisi mencari berkah
           Berkah yang penulis maksudkan dalam tulisan ini adalah rezki/kekayaan,kesembuhan,kekuatan fisik,kekebalan dari senjata,bebas bala/bahaya,bebas dari kesialan.Ada beberapa  tradisi masyarakat untuk mencari berkah antara lain kgiatan barzanji,mendatangi dukun/paranormal,mendatangi kuburan/tempat keramat,korong tigi,annyangko bala, ritual annyapu battang,memakai jimak-jimak atau batu-batu yang diyakini bertuah,melepas ayam persembahan dan ’akmata-mata benteng’.
a. Kegiatan barzanji
            Kegiatan barzanji biasa dilakukan sebagai pelengkap acara aqiqah ,sunatan,bangun atau pindah rumah,perkawinan , cuci rumah atas kematian keluarga,ataupun hendak bepergian menunaikan ibadah haji/umrah.Masyarakat meyakini bahwa melakukan barsanji bisa mendatangkan berkah,memudahkan rezki ataupun membuang sial.
            Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan bahwa amalan yang dapat mendatangkan berkah,memudahkan rezki atau menolak bala/bahaya adalah selalu berdoa langsung kepada Allah,memperbanyak ibadah,selalu berzikir,selalu membaca Al Quran dan memperbanyak sedekah,bukan dengan cara membaca buku karangan manusia yang kita sendiri tidak mengerti isinya karena dibaca dalam bahasa Arab.Dalam QS Al Ankabut:51 Allah menyatakan bahwa ”Sesungguhnya di dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar”.
           Barzanji berisi sejarah Nabi Muhammad yang ditulis oleh Syekh Jafar All Barzanji 530 tahun setelah wafatnya Rasulullah.Tidak ada hadist yang menerangkan bahwa bila membaca sejarah nabi kita akan memperoleh berkah,mudah rezki dan terbuang sial. Amalan yang disyariatkan yang untuk Rasulullah SAW adalah bershalawat,mentaati  perintah dan menjauhi larangannya dan meneladani akhlaknya.Segala kesialan berupa kemiskinan musibah,kesengsaraan, malapetaka,dan segala hal yang tidak menyenangkan adalah    takdir yang telah ditetapkan Allah.Perhatikan firman-firman Allah,seperti dalam QS.Al Hadid:22,”Tiada suatu bencanapun yang menimpah di atas bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya”.Dalan Surat Al Ahzab dinyatakan bahwa ”Ketetapan Allah itu adalah seuatu ketetapan yang pasti terjadi”. Karena ”Sesungguhnya kesialan itu adalah ketetapan Allah (QS.Al A’raf:231) maka ”Jika Allah menimpakan kemudharatan/kesialan kepadamu,maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia sendiri”(QS.Al an aam:17). ”Hanya Allah yang bisa menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki” (QS.Ar ra’du:39).Dan Allah mewahyukan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada umatnya bahwa ”sekali-kali tidak akan menimpah kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami”(QS.Attaubah:51). Tidak ada bisa merubah takdir kecuali Allah melalui usaha yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya seperti di atas.
            Barzanji adalah amalan yang bisa membuat orang menjadi syirik,karena lebih percaya pada barzanji yang bisa mendatangkan berkah daripada  zikir,baca al Quran dan sedekah.Juga sebagian masyarakat Islam lebih mengutamakan berjamaah barzanji di rumah daripada berjamaah shalat di masjid,Mereka lebih memenuhi panggilan/undangan manusia untuk barzanji dari pada undangan Allah (Azan) untuk  shalat di masjid.


b. Mendatangi kuburan/tempat keramat dan dukun/paranormal
            Cari berkah di tempat-tempat atau kuburan yang dianggap keramat atau pada dukun-dukun tidak diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Mendatangi kuburan untuk mendoakan keselamatan penghuni kubur adalah disunatkan oleh  Rasulullah kepada laki-laki sedangkan kepada perempuan tidak dianjurkan,bahkan dalam HR Tirmidzi yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra,”bahwasanya Rasulullah SAW melaknak perempuan yang ziarah kubur”.Mendatangi kuburan dengan maksud mencari berkah,bernazar atau membayar nazar adalah perbuatan bid’a/syirik karena di dalamnya di dalamnya terdapat proses mempersekutukan Allah,yaitu kepercayaan pada keampuhan atau kekuatan bila berdoa di tempat keramat dibanding dengan berdoa di masjid sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.Begitupun mencari berkah pada dukun atau orang-orang pintar dilarang dalam agama.Rasulullah dalam HR Muslim bersabda:”Barangsiapa yang mendatangi dukun atau orang pintar untuk suatu urusan  maka tidak diterima shalatnya selama 40 malam”.
c. Ritual Tolak bala/Annyangko bala
            Ritual Annyangko bala sebagai ritual mencari berkah yang isinya adalah berzikir di depan perdupaan dan media lainnya tidak diajarkan oleh Rasulullah.Allah dan Rasul-Nya hanya mengajarkan berzikir sedangkan perdupaan adalah kebiasaan jahiliah,jadi terdapat kegiatan mencampuraduk antara yang hak dan yang batil yang dilarang oleh Allah.Allah dalam QS Al Hadid:22dan Attaubah :51 menyatakan bahwa segala bala/bahaya yang akan menimpa manusia telah ditetapkan dalam Kitab Lauh Mahfuzh jauh sebelum manusia diciptakan.Apa yang telah ditetapkan pasti terjadi dan apa yang tidak ditetapkan pasti tidak akan terjadi dan dan pernyataan Allah lainnya tentang takdir manusia.
d. Ritual korong tigi
            Cari berkah atau buang sial melalui kegiatan korongtigi sebelum menikah tidak pernah diajarkan dan diamalkan Rasulullah.Allah dan rasul-Nya telah mengajarkan cara mencari berkah atau buang sial,bukan dengan cara memperlihatkan sebagian aurat di depan orang lain,atau  laki-laki lain yang bukan muhrin lalu dipersilahkan menyentu bagian muka atau pangkal leher calon mempelai itu, padahal dalam Islam kita dilarang menyentuh bagian tubuh orang lain yang bukan muhrin.                                                                       
           Keyakinan dalam korongtigi bergubungan dengan panjang atau pendeknya usia perkawinan,bahagia atau tidaknya rumah tangga,ada atau tidaknya anak.Keyakinan itu sudah dijawab oleh Allah dan Rasul-Nya bahwa masalah amal,nasib bahagia atau sengsara ,beranak anak atau tidak adalah ketetapan Allah yang sudah tertulis dalam Lauh Mahpuzh.Tanpa korotinggipun pasti  panjang usia perkawinannya kalau memang begitu takdirnya,begitupun ada tidaknya anak bukan karena korongtigi tetapi sesuai dengan takdir (QS.Az zukhruf:50).
e. Ritual Annyapu battang
            Cari berkah atau buang sial melalui kegiatan annyapu battang,sama halnya dengan kegiatan korongtigi.Apapun yang terjadi terhadap anak kita yang masih dalam kandungan,reskinya,ajalnya,baik atau buruknya telah ditetapkan oleh Allah.Yang ditakdirkan mati dalam kandungan pasti mati dalam kandungan.Yang ditakdirkan cacat pasti akan cacat.”Dan kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan(QS.Al Hajj:5).
f. Tolak bala dan barzanji sebelum pergi menunaikan ibadah haji/umrah
            Melakukan ritual annyangko bala dan barzanji sebelum bepergian ke tanah suci dengan harapan bisa selamat dan lancar pelaksanaan haji adalah perbuatan merusak pahala dan menodai kesucian haji. Haji adalah syariat Islam,sedangkan annyangko bala dan barzanji hanyalah kebiasaan.Jadi terdapat tindakan mencampuraduk antara yang hak dengan yang batil.Bagaimana ibadah haji akan menjadi sempurna kalau diawali dengan melanggar larangan Allah,”Janganlah kamu mencampur aduk antara yang hak dengan yang batil” (QS.Al Baqarah:42).Bagaimana mungkin kita bisa merah haji mabrur kalau pelaksanaan haji disi dengan kegiatan-kegiatan batil/di luar sunnah .
g. Percaya dan memakai benda-benda yang dianggap bertuah
           Cari berkah dengan memakai benda-benda yang diyakini bertuah/sakti,antara lain jinak-jimak,batu-batu permata yang dianggap sakti,senjata/keris tua,pangadakkang,atau melepas ayam ditempat tertentu atau ketika mendirikan rumah.Allah dalam QS  Annisa:48, sangat membenci perbuatan syirik dan menyatakannya sebagai perbuatan yang tidak terampuni.Menyakini kekuatan benda-benda di atas berarti meyakini kekuatan selain Allah,maka termasuk syirik.Semua benda-benda tersebut dia atas menurut Allah dalam QS.Yunus:18 tidak memiliki kekuatan apa-apa ”Tidak mampu mendatangkan mudharat/kerugian dan tidak pula mampu mendatangkan manfaat/keuntungan”
h. Melepas ayam jantang ditempat tertentu atau ketika mendidikan rumah
           .Mengenai melepas ayam ditempat tertentu atau ketika mendirikan rumah (dalam Al Quran disebut saaibah),adalah perbuatan jahiliyah yang “Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan saaibah” (QS.Al Maaidah:103).Rasulullah dalam HR Ahmad menyatakan bahwa “jampi-jampi,jimak-jimak dan tilawah adalah syirik”.Melepas ayam sebagai persembahan dan diyakini dapat menolak bahaya atau mencegah agar roh-roh jahat tidak datang mengganggu orang yang melepas atau penghuni rumah adalah perbuatan syirik,karena mengikuti kepercayaan dan amalan di luar sunnah,Ayam diciptakan untuk dimakan bukan untuk dipersembahkan kepada roh-roh.
i. Tradisi malam sebelum mendirikan rumah
            Malam sebelum mendirikan rumah biasanya ada kegiatan yang wajib dilakukan yaitu ’akmata-mata benteng’ yang terdiri dari kegiatan membat air/akparek jeknek dan barzanji dengan keyakinan akan mendatangkan berkah dan membuang kesialan pada rumah yang akan dibangun.Mengundang berkah dan membuang kesialan dengan seperti ini tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.
             Dalam kegiatan ’apparek jeknek’,tukang rumah biasanya melakukan baca-baca mantra dan membuang benda tertentu ke dalam air.Dari posisi benda yang dibuang itulah si tukang memperoleh petunjuk bahwa rumah sudah bisa didirikan dan dijamin bisa mendatangkan berkah dan bebas kesialan.Cara seperti itu adalah termasuk ramalan.Rasulullah SAW melarang kita meramal dan mendati juru ramal/paranormal karena siapa saja yang mendatangi peramal dan mempercayai ramalannya maka selain tidak diterima shalat selama 40 hari,juga dianggap kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW yaitu Al Quran (HR.Muslim,Ahmad dan Al hakim).

3.Kepercayaan kepada waktu baik dan waktu sial

        Berhubungan dengan waktu,dalam masyarakat Islam berkembang kepercayaan kepada waktu-waktu baik dan waktu-waktu sial.Waktu baik diyakini dapat mendatangkan berkah,panjang umur,rumah tangga yang langgeng,dan atau terhindar dari malapeta.Sedangkan waktu sial diyakini dapat mendatangkan kesialan,pendek umur,keretakan rumah tanggal,dan selalu dirundung musibah.
a. Mencari dan memakai waktu baik
            Bagi Allah dan Rasul-Nya,semua waktu adalah sama siang hari untuk mencari nafkah dan malan hari untuk istrahat ,keberuntungan dan kesialan tergantung dari manusia dalam menggunakan waktu itu.Sebaik-baik matahari terbit (waktu) adalah bila diisi dengan ibadah dan kegiatan yang bermanfaat sedangkan seburuk-buruk matahari terbit adalah bila diisi dengan kemaksiatan dan perbuatan yang merugikan.Umumnya, masyarakat kalau mencari waktu baik mereka mendatangi dukun atau orang yang dianggap pintar,padahal Rasulullah melarang kita berbuat demikian.Orang yang selalau mendatangi dukun/orang pintar dan menanyakan sesuatu padanya tidak diterima shalatnya selama 40 hari  (HR.Muslim).Orang yang mendatangi dukun/orang pintar dan membenarkan ucapannya adalah orang kafir terhadap al Quran (HR.Ahmad dan Al hakim).
            Seandainya benar ada waktu baik yang bisa mendatangkan berkah terhadap perkawinan maka tidak akan ada lagi perceraian,tidak ada lagi rumah tangga yang sengsara,tidak ada lagi kematian suami atau istri dalam waktu cepat karena umumnya mereka melangsungkan pernikahan pada waktu yang diyakini baik.Semuanya tergantung pada takdir.Takdir tidak tergantung pada baik atau buruknya waktu.Mengharapkan berkah pada waktu yang diyakini baik adalah termasuk mempersekutukan Allah.
            Menentukan waktu baik hanya dengan  menghitung-hitung kalender Hijriah lalu dihubungkan dengan  sifat dari unsur tanah,air,angin dan air atau dengan cara lanilla ádalah  termasuk ramalan yang dilarang oleh rasulullah SAW (HR.Muslim).
b. Menghindari waktu-waktu sial
            Rasulullah tidak pernah mengajarkan tentang adanya waktu-waktu sial,yang harus dihindari untuk melakukan suatu kegiatan yang penting seperti sunatan,bangun rumah,pindah rumah ataupun pernikahan.Dalam satu hari terjadi suatu peristiwa yang berpasang-pasangan,dan terjadi pula takdir-takdir
manusia,takdir baik maupun takdir buruk.Allah dalam Al Quran Surat At taubah:51 dan  Al Hadid:22 menyampaikan kepada kita bahwa apa yang telah ditetapkannya untukmu pasti terjadi padamu dan apa yang tidak ditetapkan untukmu pasti tidak akan terjadi Manusia dengan kekuatan atau amalan apapun tidak akan bisa merubah takdir,membuang kesialan,apalagi dengan mencela waktu,menghindari waktu tertentu yang telah diciptakan Allah .Rasulullah dalam HQR Bukhari menyampaikan keluhan Allah terhadap manusia yang mencela waktu yang diciptakan-Nya.Oleh karena itu Rasulullah bersabda Janganlah kamu mencela waktu karena Allahlah yang menciptakan waktu”.Tidak ada waktu yang sial,Yang sial adalah manusia yang menyia-nyiakan waktu,yang mengisi waktu dengan amalan yang sia-sia dan tidak memanfaatkannya dengan kegiatan amal sholeh.Dan Allah bersumpah dengan waktu”Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian/kesialan” (QS.Al Ashr:2).Bulan Muharram yang dianggap sebagai bulan sial,ternyata dalam Al Quran  Allah sendiri menyatakannya sebagai bulan yang disucikan (QS Attaubah:36).
              Dalam sejarah Islam telah terjadi beberapa peristiwa penting yang menunjutkan keistimewaan bulan itu. Begitu istimewanya bulan Muharram sehingga para tokoh agama pada masa Khalifah Umar ra,menetapkan Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender islam,sebagai bulan kemenangan dan kesucian.Bulan Muharram bukan bulan sial tetapi sebaliknya adalah bulan kemenangan dan kesucianBegitupun halnya hari Rabu terakhir setiap bulan dalam kalender Hijriah sebagai waktu yang paling sial,ditemukan sebuah hadist tetapi berdasarkan penyelidikan para ulama hadist dinyatakan bahwa hadist tersebut adalah palsu yang tidak boleh dipercaya dan ditakuti.

4. Kepercayaan pada takhyul/mitos.
            Tahyul atau mitos adalah kepercayaan orang-orang dahulu sebelum datangnya Islam yang secara turun temurun mempengaruhi keyakinan dan perilaku masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena percaya atau takut pada akibatnya.Takhyul bertentangan dengan ketetapan takdir sebagaimana yang disebutkan Allah dalam QS Attaubah:51 atau Al hadid:22 bahwa segala musibah/keburukan atau apa saja yang akan terjadi pada diri manusia dan makhuluk lainnya sudah ditetapkan sebelum makhluk itudicinptakan atau 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi menurut keterangan Rasulullah.Takdir manusia dicatat kembali oleh malaikat ketika kita masih berada di rahim ibu,sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam QS.Al Hajj:5.Ada beberapa bentuk takhyul yang berkembang di masyarakat,antara lain:
a. Pengantin baru wajib membeli niru/pakdingin dan pisang panjang,supaya rumah tangganya penuh berkah,rezki berlimpah dan panjang umurnya.Rezki dan umur adalah takdir,bukan ditentukan oleh membeli atau tidaknya benda-benda seperti di atas.
b. Suami yang istrinya sedang ngidam atau hamil tidak boleh menyembeli ayam karena bisa mengakibatkan kematian anaknya sebelum lahir.Kepercayaan ini bertentangan dengan takdir yang telah ditetapkan Allah,bahwa masalah cacat atau matinya anak dalam kandungan adalah takdir bukan karena pengaruh perbuatan ayahnya yang menyembeli ayam.
c. Jangan makan  dengan memakai penutup panci karena kita bisa dijadikan “pannongko siri” atau penutup aib seorang perempuan atas perbuatan laki-laki lain yang tidak mau bertanggung jawab.Masalah siapa yang kita nikahi dan bagaimana peristiwanya adalah takdir seseorang,bukan karena makannya dengan memakai penutup panci.
d. Perempauan yang haid tidak boleh ke kebun memetik sayuran atau dedaunan karena mengakibatkan matinya tanaman.Yang dilarang terhadap perempuan haid adalah melakukan ibadah seperti shalat,puasa,dll (QS.al Baqarah:222).Sakit atau matinya tanaman bukan karena haidnya orang yang memetik daunnya,kecuali kalau orang itu memetik sayuran sambil mencabut tanamannya,tentu mati tanaman itu.
e. Tidak boleh mengeluarkan uang atau barang-barang dalam rumah di malam hari karena bisa mendatangkan kesialan.Begitupun beras yang sudah ada di dalam tempat beras tidak boleh diberikan pada orang lain karena bisa membuat kita kehabisan beras. Tahyul ini bertentangan dengan seruan Allah dalam QS. Al Maaidah:2 untuk “Bertolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa”.Kesusahan itu datangnya secara tiba-tiba,bagaimana kalau datangnya di malam hari lalu datang ke rumah minta tolong pinjam uang atau yang kehabis beras lalu datang minta beras,haruskah ditunda sampai esok harinya untuk menolongnya.Haruskah kita tinggalkan seruan Allah hanya karena takut pada   takhyul ? meninggalkan seruan Allah hanya karena takhyul adalah perbuatan syirik

f. Bagi orang yang akan melangsungkan pesta harus melakukan ’appatinro berasak’ agar tamu berbondong-bondong datang membawa beras.Appatinro berasak oleh orang yang dianggap ahlinya dipercaya dapat mengundang rezki.Kegiatan ini bertentangan dengan cara yang diajarkan Rasulullah yaitu dengan berdoa,memperbanyak ibadah dan bersedekan,bukan dengan membaca mantra-mantra pada beras.  
                                                                
Banyak kurangnya tamu yang datang membawa beras tergantung dari diri kita yaitu rajin atau tidaknya kita memenuhi undangan pesta orang lain dan membwa beras.Karena sekarang ini apapun yang dibawa ke pesta pasti dicatat sebagai dokumen untuk membalas bila mereka nantinya yang pesta.kalau jarang ke pesta maka 1000 orang pun yang diundang datang appatinro berasak tidak akan mempengaruhi datangnya tamu.
           Kalau sekiranya appatinro berasak itu bisa mempengaruhi kedatangan tamu maka mengapa tidak dilakukan juga ’appatinro doek’ untuk mengundang datangnya uang dan ’appatinro lipak’ untuk mengundang datangnya sarung karena yang dibawa kalau ada pesta bukan saja beras,melainkan uang dan sarung/pakaian.Yang jelas rezki adalah urusan Allah dan telah ditentukan.Yang telah ditentukan untuk kita pada akan datang menemui kita dan yang tidak ditakdirkan untuk kita maka dipaksapun tidak akan datang.
            Perlu diketahui bahwa takhyul itu tergantung pada manusia.kalau kita percaya dan menakutinya maka setan akan bermain dibelakangnya mempermainkan kita.tetapi kalau kita tidak percaya dan hanya percaya pada Rukun iman yang ke-6,paecaya pada takdir,maka setan tidak akan berani mempermainkan kita,kita akan aman dari akibat takhyul itu,yang jelas tidak akan terjadi apa-apa pada diri kita melainkan apa yang telah ditakdirkan Allah terhadap diri kita.

5. Minta didoakan/Assuro ammaca
             Minta didoakan atau assuro ammaca adalah tradisi masyarakat,yaitu mengundang orang lain atau imam untuk mendoakan.Doa pada acara ini biasanya menggunakan perdupaan dan makanan terhidang, untuk keluarga yang telah meninggal,roh kuburan atau tempat yang dianggap keramat,untuk nabi muhammad dan pada ritual annyangko bala.
             Allah SWT telah mengajarkan cara berdoa yaitu ’Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut’ (QS.Al A’raf:55),’maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu’ (QS.Al A’raf:180).Tidak diajarkan berdoa dengan menggunakan asap dupa atau makanan terhidang. Allah mengajarkan kepada kita untuk berdoa langsung kepada-nya tanpa perantara orang lain.

            Allah telah memperkenalkan dirinya dalam Al Quran  bahwa Dia amat dekat dengan kita dan mengabulkan doa-doa kita (QS.Al baqarah:186),Dia lebih dekat daripada urat leher kita,mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati kita (QS.Qaf:16).Dia selalu bersama kita dimanapun kita berada (QS.Al Hadid:4).
a. Assuro ammaca untuk keluarga yang telah meninggal
            Acara seperti ini biasa dilakukan ketika memasuki bulan Ramadhan,setelah lebaran atau ketika keluarga mengadakan pesta.Kirim-kirim makanan kepada orang yang telah meninggal mustahil akan sampai pada tujuan melainkan hanya dinikmati (halusnya) oleh jin yang merasa diaundang oleh asap dupa.Amalan ini bertentangan dengan Al Quran yang menyatakan bahwa arwah penghuni kubur tidak mungkin berurusan lagi dengan penghuni dunia ataupun kembali ke dunia sampai hari kebangkitan setelah terjadinya kiamat.
b. Assuro ammaca untuk roh kuburan atau tempat keramat.
            Acara ini biasa dilakukan atas petunjuk dukun atau guru tarekat yang sesat,antara lain dengan mempersembahkan sesajian dari sembelihan hewan persembahan.Acara ini dilakukan untuk mencari berkah,mengundang rezki atau menolak bala dengan perantaraan para penghuni kuburan atau tempat keramat.Amalan seperti ini termasuk amalan syirik yang tidak terampuni oleh Allah (QS.Annisa:48),Apa yang diseru atau dimintai selain Allah itu tidak mampu mendatangkan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat (QS.Yunus:18). Dalam QS.Al Ankabut:17 Allah menyatakan bahwa ”Apa saja yang kamu seru selain Allah itu adalah berhala dan kamu membuat dusta.Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah itu tidak mampu memberi rezki kepadamu”. Menyembeli binatang atas nama selain Allah atau selain yang diajarkan Allah adalah haram melakukannya dan haram memakan dagingnya (QS.Al Baqarah:173).
c. Assuro ammaca nakbi
           Pada acara ini doa dan makanan dipersembahkan kepada Nabi Muhammad SAW,denagn mengaharap berkah,rezki dan keselamatan melalui                                                                   perantaraan Nabi.Tidak ada kiriman khuhus untuk Rasulullah dari umatnya selain yang diajarkan Allah SWT.Sebagai Umat Islam,tanda cinta dan pengakuan kita terhadap Rasulullah yang diajarkan Allah adalah memperbanyak shalawat kepada nabi,mentaati perintah dan menjauhi larangannya (QS.Annisa:59) dan meneladani akhlak ataupun amalan agama Islam (QS.Al Ahzab:21).Rasulullah telah menyatakan bahwa amalan yang tidak pernah diajarkan atau dicontohkan
olehnya adalah tertolak (HR.Muslim).Jadi kalau tertolak tentu apa yang kita harapkan dari kegiatan tidak akan kesampaian atau sia-sia.

C.      PUNUTUP
          Islam adalah agama yang benar yang dibangun diatas jalan keselamatan.Ajaran Islam tidak memberatkan umatnya,melainkan memberi kemudahan.Islam ditegakkan di atas syariat yang telah ditetapkan oelh Allah yaitu Al Quran dan Hadist.barang siapa yang melakukan amalan diluar syariat berarti dia telah
melakukan perbuatan yang ilegal.Oleh karena itu,marilah kita memanfaatkan alak yang diberikan allah untuk memperlaji dan memahami syariat islam dan meninggalkan amalan-amalan ilegal,sebagaimana seruan Allah “Bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang beraka/”Allah akan menimpakan kemurkaannya kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya”(QS.Yunus:100) dan ingatlah pesan Rasulullah SAW dalam HR Muslim “Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintahku maka tertolak”,”Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami maka tertolak.Segala yang mengada-ada adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya neraka”.Ingatlah lah seruan Allah bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan dan diberi balasan yang setimpal.Jangan sia-siakan umurmu dan jangan rusak ibadahmu dengan amalan-amalan yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Jangan malu bertanya karena malu bertanya akan sesat jalannya. (Elsah. Palajau, Juni 2011)

1 komentar:

  1. Bagi anda yang hobby bermain judi online seperti :
    Bandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun, Domino, Bandar Poker dan Live Poker.
    Mari segera bergabung bersama kami di www,s1288poker,com
    Kami agen penyediaan jasa judi online terbaik dan terpercaya.
    (PIN BBM : 7AC8D76B)

    BalasHapus