Selasa, 07 April 2015

PENYESALAN SEORANG GURU PEMUJA JIMAT

Inilah Kisah Hidupku

Jimat amat popular dalam masyarakat,yang bukan hanya pada masyarakat awam tetapi juga masyarakat berpendidikan mempercayai dan menggantungkan harapannya terhadap benda mati tersebut.Termasuk diriku.Aku adalah seorang sarjana pendidikan yang berprosesi sebagai seorang guru.Sejak kuliah aku telah akrab dengan jimat,antara lain yang berupa mantra,foto, batu-batu cincing,keris kecil,mustika,kayu ajaib dan rajah yang dibungkus kain dan sebagainya.Jimat-jimat tersebut saya peroleh dari guru tarikat dan juga dari dukun-dukun dengan tujuan yang beraneka ragam,ada yang dipakai untuk wibawa,mahabbah,kekuatan,kekebalan dan bahkan untuk memperlancar rezkipun ada.
Jimat-jimat itu saya pakai sampai saya telah berumah tangga dan mempunyai anak karena saya belum menyadari bagaimana pengaruh jimat itu diri saya.Saya lahir pada tahun 1971 dan pada tahun 1999 saya terkena penyakit yang membuat tubuh saya menjadi lemah dan semakin melemah seiring dengan perjalanan waktu.Dokter ahli dalam,ahli tulang,ahli syaraf semuanya telah kudatangi namun tidak membuahkan hasil.Sudah pernah ditangani secara insentif di RSU Labuang Baji Makassar,di RSU Wahidin Makassar dan RSU Plamonia Makassar,Namun dokter-dokter ahli hanya menyuruh saya pulang karena penyakit tidak terdeteksi secara medis.Sebelumnya pula saya telah keluar masuk rumah dukun sampai 14 dukun yang saya datangi,namun tidak membuahkan hasil dan justru dukun-dukun itulah yang semakin mendekatkanku pada kesyirikan.Pengobatan alternatifpun saya tempuh namun belum juga membuahkan hasil.
Hingga suatu ketika aku berkunjung ke rumah seorang keluarga yang hendak merugyah saya yang bernama H.Safiuddin Dg Runtu.Sebelum merugyah beliau menanyakan padaku tentang benda-benda yang mengandung kesyirikan dan beliaupun memberiku Majalah Al Furqan Edisi tahun 2007 yang mengupas tentang kesyirikan.Hal inilah yang membuat saya tersadar bahwa betapa saya telah sesat selama ini,telah larut dalam kesyirikan.Rugyah hari itu belum memberi reaksi apa-apa.Namun,setelah sampai di rumah,malamnya saya berzikir sendiri di dalam kamar dan ternyata saya merasakan keanehan,tubuhku merinding lalu terguncang-guncang.Setelah kejadian itu aku mulai rajin berzikir dan membaca al Quran dan menyatakan diri bertaubat mendatangi dukun,bertaubat memakai jimat dan berjanji untuk  meninggalkan segala bentuk kesyirikan.
Walau kini penyakitku belum juga sembuh dan  bahkan fisik semakin lemah,namun jiwa tetap sehat karena saya (atas pertolongan Allah) telah bisa memahami takdir dan menerima apa yang telah terjadi pada diriku.Sebagai guru,aku tidak bisa mengikuti sertifikasi guru walau sudah tiga kali mendapat panggilan mengikut diklat sertfikasi,namun semua itu kuterima dengan lapang dada sebagai ketetapan Allah yang terbaik bagiku.
Walau dalam kondisi tidak senormal guru lainnya,namun aku tetap bersyukur kepada Allah karena masih tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya walau kini tidak bisa lagi memakai sandal.Aku bersyukur karena Allah telah memberiku tenaga atau kekuatan dalam bentuk yang lain,seiring tugas-tugasku di sekolah tidak terbengkala dan bahkan  saya bisa berbangga atas diri karena sanggup melaksanakan tugas dan pekerjaan yang melebihi dari guru-guru lainnya yang sehat dan kuat.Di sekolah,selain saya mengajar Mata Pelajaran PPKn,saya mendapat tugas tambahan pula dari kepala sekolah sebagai Kepala Perpustakaan,sebagai Guru Bimbingan dan Konseling yang senantiasa mengurusi siswa-siswa yang bermasalah dan masih aktif menulis di Majalah Suara Guru,aktif mengirim tulisan di Wacana Siap,aktif menulis di Blog SMP Negeri 2 Tarowang,Blog Dakwah, Blog Suara Pendidikan, Blog Kumpulan Cerpen Pribadi dan memiliki beberapa facebook dan halaman,yaitu fb Elsah Family,fb Keluarga Sakinah,fb Palajau Memilih,fb Suara Pendidikan,fb Muslim Sunnah dan halaman Tegakkan Sunnah Tinggalkan Bid’ah.
Saya telah menyadari bahwa penyakit dan kelemahan fisik selama ini adalah akibat dari kesyirikanku atau kedekatanku dengan jimat-jimat.Jimat-jimatlah yang membuat setan-setan dari bangsa jin dekat denganku,jimat dan ilmu kekebalanlah yang membuat setan bebas masuk ke dalam tubuhku dan yang kini membuat tubuhku menjadi lemah dan setan itu masih susah untuk meninggalkan tubuh padahal aku telah melakukan ruqyah mandiri dan diruqyah oleh Ustaz Sumardi di Klinik Wildan Bulukumba namun setan-setan masih keluar masuk.Aku telah bertaubah kepada Allah dan mudah-mudahan Allah berkenang menerima taubatku. Mudah-mudahan Allah menjadikan penyakitku ini sebagai balasan atas dosa-dosa kesyirikanku yang lalu dan tidak menghukumku lagi di negeri akhirat.
Satu hal yang sangat kusyukuri atas penyakit saya yang belum kunjung sembuh ini adalah kesadaran dan kesabaran.Penyakitlah yang mampu membuka mata hatiku sehingga bisa melihat kebenaran,melihat dengan jelas dosa-dosa yang pernah kulakukan,membuatku rajin membaca buku-buku agama,membuatku akrab dengan al Quran dan hadis-hadis sehingga saya bisa mengenal Islam yang sebenarnya,sehingga aku bisa melakukan ibadah sesuai dengan sunnah dan memiliki kekuatan untuk meninggalkan bid’ah-bid’ah yang berkembang dalam masyarakat.Kesesatanku di masa lalu kuingin menebusnya dengan senantiasa berdakwah kepada saudara-saudaraku agar berhati-hati dengan tipu daya setan,melalui dunia maya akan kudakwakan kepada masyarakat agar melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dan meninggalkan bid’ah-bid’ah sebelum datangnya penyesalah di negeri akhirat.
Satu pelajaran berharga bila datang penyakitku yang sakitnya luar bisa,ingatanku langsung tertuju ke alam kubur dan saya pasti ingat Allah “Ya Allah,siksaan seperti ini saya yang Engkau berikan kepadaku di alam kubur atau neraka,saya tidak sanggup menanggungnya apalagi bila siksaan yang jauh lebih dahsyat,jadikanlah penyakitku ini sebagai tebusan atas dosa-dosaku”.Bila membayangkan dahsyatnya siksa kubur maka dalam kondisi apapun saya akan berusaha melaksnakan shalat wajib,karena saya tidak mau lagi gara-gara penyakit dosa saya bertambah karena meninggalkan shalat.
Wahai saudaraku,kini aku benar-benar menyesal dalam kebodohan, menyesal tidak memanfaatkan masa muda dengan menuntut ilmu-ilmu yang benar,saya hanya habiskan waktu bersama dengan guru tarekat yang berprofesi sebagai dukun yang telah mengajarku kesesatan dan kesyirikan.Sebelum kalian menyesal seperti saya,baik di dunia maupun di akhirat,maka manfaatkanlah sisa-sisa hidupmu dengan menuntut ilmu untuk memahami Islam yang sebenarnya,agar kalian tidak larut dalam kesesatan dan kesyirikan yang banyak berkembang dalam masyarakat Islam,yang banyak mengaku Ahlu Sunnah Wal jamaah tetap dalam kenyataannya amat jauh dari sunnah,justru sebaliknya bid’ah-bd’ahlah yang dianggap sebagai sunnah.
Pahami Islam yang sebenarnya baik dengan melalui membaca,bertanya atau ikut pada pengajian,karena pemahaman kita terhadap ajaran Islam yang sebenarnya akan membuat setan segan mengganggu kita,segan menanamkan kesesatan dan bahkan guru-guru tarekat atau dukun-dukun akan segan berbicara ajaran Islam dengan kita.Hanya pemahaman yang membuat kita bisa membedakan antara yang hak dengan batil,antara yang baik dengan buruk atau antara yang halal dengan yang haram,dan antara yang sunnah dengan yang bid’ah.Jauhilah dukun,jauhilah jimat-jimat,berhati-hatilah bertarikat dan  ilmu-lmu sesat lainnya karena semua itu akan membuat hidup tidak tenang dan dalam penyesalan,kalau tidak menyesal di dunia maka kalian akan menyesal di akhirat seperti yang saya telah rasakan,dan benar yang dikatakan oleh hadis:
Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melihat di tangan seorang laki-laki terdapat gelang dari tembaga, maka beliau berkata, “Celaka engkau, apa ini?” Orang itu berkata, “Untuk menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan.” Beliau bersabda, “Ketahuilah, benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.”(HR. Ahmad)
Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna termasuk dari kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar