Jimat amat popular dalam
masyarakat,yang bukan hanya pada masyarakat awam tetapi juga masyarakat
berpendidikan mempercayai dan menggantungkan harapannya terhadap benda mati
tersebut.Termasuk diriku.Aku adalah seorang sarjana pendidikan yang berprosesi sebagai
seorang guru.Sejak kuliah aku telah akrab dengan jimat,antara lain yang berupa
mantra,foto, batu-batu cincing,keris kecil,mustika,kayu ajaib dan rajah yang
dibungkus kain dan sebagainya.Jimat-jimat tersebut saya peroleh dari guru
tarikat dan juga dari dukun-dukun dengan tujuan yang beraneka ragam,ada yang
dipakai untuk wibawa,mahabbah,kekuatan,kekebalan dan bahkan untuk memperlancar
rezkipun ada.
Jimat-jimat itu saya pakai sampai saya
telah berumah tangga dan mempunyai anak karena saya belum menyadari bagaimana
pengaruh jimat itu diri saya.Saya lahir pada tahun 1971 dan pada tahun 1999
saya terkena penyakit yang membuat tubuh saya menjadi lemah dan semakin melemah
seiring dengan perjalanan waktu.Dokter ahli dalam,ahli tulang,ahli syaraf
semuanya telah kudatangi namun tidak membuahkan hasil.Sudah pernah ditangani
secara insentif di RSU Labuang Baji Makassar,di RSU Wahidin Makassar dan RSU
Plamonia Makassar,Namun dokter-dokter ahli hanya menyuruh saya pulang karena
penyakit tidak terdeteksi secara medis.Sebelumnya pula saya telah keluar masuk
rumah dukun sampai 14 dukun yang saya datangi,namun tidak membuahkan hasil dan
justru dukun-dukun itulah yang semakin mendekatkanku pada kesyirikan.Pengobatan
alternatifpun saya tempuh namun belum juga membuahkan hasil.
Hingga suatu ketika aku berkunjung ke
rumah seorang keluarga yang hendak merugyah saya yang bernama H.Safiuddin Dg
Runtu.Sebelum merugyah beliau menanyakan padaku tentang benda-benda yang
mengandung kesyirikan dan beliaupun memberiku Majalah Al Furqan Edisi tahun
2007 yang mengupas tentang kesyirikan.Hal inilah yang membuat saya tersadar
bahwa betapa saya telah sesat selama ini,telah larut dalam kesyirikan.Rugyah
hari itu belum memberi reaksi apa-apa.Namun,setelah sampai di rumah,malamnya
saya berzikir sendiri di dalam kamar dan ternyata saya merasakan
keanehan,tubuhku merinding lalu terguncang-guncang.Setelah kejadian itu aku mulai
rajin berzikir dan membaca al Quran dan menyatakan diri bertaubat mendatangi
dukun,bertaubat memakai jimat dan berjanji untuk meninggalkan segala bentuk kesyirikan.
Walau kini penyakitku belum juga sembuh
dan bahkan fisik semakin lemah,namun
jiwa tetap sehat karena saya (atas pertolongan Allah) telah bisa memahami
takdir dan menerima apa yang telah terjadi pada diriku.Sebagai guru,aku tidak
bisa mengikuti sertifikasi guru walau sudah tiga kali mendapat panggilan
mengikut diklat sertfikasi,namun semua itu kuterima dengan lapang dada sebagai
ketetapan Allah yang terbaik bagiku.
Walau dalam kondisi tidak senormal guru
lainnya,namun aku tetap bersyukur kepada Allah karena masih tetap menjalankan
tugas dengan sebaik-baiknya walau kini tidak bisa lagi memakai sandal.Aku
bersyukur karena Allah telah memberiku tenaga atau kekuatan dalam bentuk yang
lain,seiring tugas-tugasku di sekolah tidak terbengkala dan bahkan saya bisa berbangga atas diri karena sanggup
melaksanakan tugas dan pekerjaan yang melebihi dari guru-guru lainnya yang
sehat dan kuat.Di sekolah,selain saya mengajar Mata Pelajaran PPKn,saya
mendapat tugas tambahan pula dari kepala sekolah sebagai Kepala
Perpustakaan,sebagai Guru Bimbingan dan Konseling yang senantiasa mengurusi
siswa-siswa yang bermasalah dan masih aktif menulis di Majalah Suara Guru,aktif
mengirim tulisan di Wacana Siap,aktif menulis di Blog SMP Negeri 2 Tarowang,Blog
Dakwah, Blog Suara Pendidikan, Blog Kumpulan Cerpen Pribadi dan memiliki
beberapa facebook dan halaman,yaitu fb Elsah Family,fb Keluarga Sakinah,fb
Palajau Memilih,fb Suara Pendidikan,fb Muslim Sunnah dan halaman Tegakkan
Sunnah Tinggalkan Bid’ah.
Saya telah menyadari bahwa penyakit dan
kelemahan fisik selama ini adalah akibat dari kesyirikanku atau kedekatanku
dengan jimat-jimat.Jimat-jimatlah yang membuat setan-setan dari bangsa jin
dekat denganku,jimat dan ilmu kekebalanlah yang membuat setan bebas masuk ke
dalam tubuhku dan yang kini membuat tubuhku menjadi lemah dan setan itu masih
susah untuk meninggalkan tubuh padahal aku telah melakukan ruqyah mandiri dan
diruqyah oleh Ustaz Sumardi di Klinik Wildan Bulukumba namun setan-setan masih
keluar masuk.Aku telah bertaubah kepada Allah dan mudah-mudahan Allah berkenang
menerima taubatku. Mudah-mudahan Allah menjadikan penyakitku ini sebagai
balasan atas dosa-dosa kesyirikanku yang lalu dan tidak menghukumku lagi di
negeri akhirat.
Satu hal yang sangat kusyukuri atas
penyakit saya yang belum kunjung sembuh ini adalah kesadaran dan
kesabaran.Penyakitlah yang mampu membuka mata hatiku sehingga bisa melihat
kebenaran,melihat dengan jelas dosa-dosa yang pernah kulakukan,membuatku rajin
membaca buku-buku agama,membuatku akrab dengan al Quran dan hadis-hadis
sehingga saya bisa mengenal Islam yang sebenarnya,sehingga aku bisa melakukan ibadah
sesuai dengan sunnah dan memiliki kekuatan untuk meninggalkan bid’ah-bid’ah
yang berkembang dalam masyarakat.Kesesatanku di masa lalu kuingin menebusnya
dengan senantiasa berdakwah kepada saudara-saudaraku agar berhati-hati dengan
tipu daya setan,melalui dunia maya akan kudakwakan kepada masyarakat agar
melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dan meninggalkan bid’ah-bid’ah sebelum
datangnya penyesalah di negeri akhirat.
Satu pelajaran berharga bila datang
penyakitku yang sakitnya luar bisa,ingatanku langsung tertuju ke alam kubur dan
saya pasti ingat Allah “Ya Allah,siksaan seperti ini saya yang Engkau berikan
kepadaku di alam kubur atau neraka,saya tidak sanggup menanggungnya apalagi
bila siksaan yang jauh lebih dahsyat,jadikanlah penyakitku ini sebagai tebusan
atas dosa-dosaku”.Bila membayangkan dahsyatnya siksa kubur maka dalam kondisi
apapun saya akan berusaha melaksnakan shalat wajib,karena saya tidak mau lagi
gara-gara penyakit dosa saya bertambah karena meninggalkan shalat.
Wahai saudaraku,kini aku benar-benar
menyesal dalam kebodohan, menyesal tidak memanfaatkan masa muda dengan menuntut
ilmu-ilmu yang benar,saya hanya habiskan waktu bersama dengan guru tarekat yang
berprofesi sebagai dukun yang telah mengajarku kesesatan dan kesyirikan.Sebelum
kalian menyesal seperti saya,baik di dunia maupun di akhirat,maka manfaatkanlah
sisa-sisa hidupmu dengan menuntut ilmu untuk memahami Islam yang
sebenarnya,agar kalian tidak larut dalam kesesatan dan kesyirikan yang banyak
berkembang dalam masyarakat Islam,yang banyak mengaku Ahlu Sunnah Wal jamaah
tetap dalam kenyataannya amat jauh dari sunnah,justru sebaliknya bid’ah-bd’ahlah
yang dianggap sebagai sunnah.
Pahami Islam yang sebenarnya baik
dengan melalui membaca,bertanya atau ikut pada pengajian,karena pemahaman kita
terhadap ajaran Islam yang sebenarnya akan membuat setan segan mengganggu
kita,segan menanamkan kesesatan dan bahkan guru-guru tarekat atau dukun-dukun akan
segan berbicara ajaran Islam dengan kita.Hanya pemahaman yang membuat kita bisa
membedakan antara yang hak dengan batil,antara yang baik dengan buruk atau
antara yang halal dengan yang haram,dan antara yang sunnah dengan yang bid’ah.Jauhilah
dukun,jauhilah jimat-jimat,berhati-hatilah bertarikat dan ilmu-lmu sesat lainnya karena semua itu akan
membuat hidup tidak tenang dan dalam penyesalan,kalau tidak menyesal di dunia
maka kalian akan menyesal di akhirat seperti yang saya telah rasakan,dan benar
yang dikatakan oleh hadis:
“Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi
wa sallam melihat di tangan seorang laki-laki terdapat gelang dari tembaga,
maka beliau berkata, “Celaka engkau, apa ini?” Orang itu berkata, “Untuk
menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan.” Beliau bersabda, “Ketahuilah,
benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda
itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu
maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.”(HR. Ahmad)
Ibnu
Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna termasuk dari
kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar