Dalam masyarakat Islam seperti di Indonesia
ini,berkembang kepercayaan pada sebahagian besar umat Islam tetang arwah
manusia yang jasadnya telah terkubur berkeliaran di alam dunia.Antara lain
kepercayaan yang berkembang adalah:
a.
Arwah gentayangan,yaitu arwah yang diyakini tidak/ belum mempunyai tempat yang tetap di alam kubur. Arwah gentayangan ini
lahir berbagai istilah,di antaranya arwah penasaran , pocong,hantu,sundel bolong,kuntilanak,dan
lain-lain. Arwah gentayangan ini diyakini masih berkeliaran dimuka bumi dan menganggu
orang-orang masih hidup,terutama yang terkait dengan sebab-sebab kematianya,seperti yang digambarkan dalam
sinetron-sinetron atau film horror.
b.
Arwah berkeliaran,yaitu arwah yang diyakini sudah memiliki tempat di alam kubur,namun pada
waktu-waktu tertentu berkeliaran di muka bumi atau menemui keluarganya,seperti hari tertentu seelah dikuburkan (20 hari,40
hari,atau 100 harinya),memasuki bulan puasa,pada hari
lebaran,dan sebagainya. Arwah ini bisa
menganggu bila tidak dihormari kehadirannya,atau bisa membuat seseorang
kesurupan.
c.
Hidup kembali ke dunia,yaitu arwah yang diyakini memperoleh izin dari Allah( karena ketinggian ilmunya)untuk menjalani
kembali kehidupan dunia di
tempat atau pada tubuh yang lain (reinkarnasi dalam
istilah Hindu)
Kepercayaan
terhadap arwah gentayangan melahirkan ritual mengusir roh jahat,sedangkan kepercayaan
kepada roh berkeliaran melahirkan ritual “assuro ammaca”/persembahan sesajen dan
kepercayaan kepada kehidupan kembali(reingkarnasi)mendorong manusia menuntut
ilmu tertentu.
Apakah kepercayaan seperti itu
diajarkan dalam Islam ?.
Berbicara masalah arwah/roh berarti berbicara
masala alam gaib.Allah telah menyampaikan bahwa masalah roh itu adalah urusan
Allah,manusia tidak diberi pengetahuan tentang roh melainkan hanya sedikit.Yang
sedikit itulah dapat kita cari atau kaji melalui Al Quran dan Sunnah Rasulu
SAW.
Allah melalui Al Quran tidak mengajarkan adanya arwah manusia yang sudah
berada di dalam kubur(baik arwah yang baik maupun arwah yang jahat) bisa kembali berkeliaran d imuka bumi ini baik untuk mengganggu maupun untuk menolong manusia yang masih hidup. Tidak ada pula keterangan dalam Al
Quran bahwa orang mati bisa masuk kedalam tubuh manusia yang masih hidup (kesurupan). Dalam Q.S Al
Mukminum:99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil
bisa kembali kedunia,kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang
kafir (roh jahat)terkurung dalam penjara alam kubur. Begitupun yang dimaksudkan
pada Q.S Arrum:56),jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam
kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini .
Rasulullah SAW mengabarkan
bahwa setelah arwah/roh keluar dari tubuh manusia (mati),arwah itu diantar oleh malaikat menuju penciptanya
(Allah).Setelah itu dikembalikan ke alam kubur. Di alam kubur arwah mendapat introgasi/pemeriksaan oleh
malaikat Munkar dan Nakir. Berdasarkan hasil pemeriksaan itulah arwah ditempatkan pada
tempat yang layak baginya”kemudian dibukakanlah untuknya pintu ke arah surga.Lalu
kepadanya dikatakan; Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserahkan oleh Allah untukmu
yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya.Mayit itu merasakan kenikmatan yang
besar dan amat
berbahagia.Kemudian dilebarkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di
dalamnya.Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu.Rohnya diletakkan
di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger
di salah satu pohon surga”(H.R Ahmad)”.
Sedangkan manusia yang durhaka tempatnya di dalam penjara yang panas di bawah tanah
yang dibatasi oleh dinding.Sebagai mana yang diberikan Allah bahwa”di hadapan
mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan”(Al Mu’minum:100).Dan Allah
telah memperlihatkan kepada Rasulullah SAW tentang siksaan orang-orang yang
durhaka didalam kubur(HR.Bukhari).Jadi secara logika (akal) bahwa roh yang
telah merasakan kenikmatan alam kubur tidak akan mungkin tertarik lagi untuk kembali
ke dunia mencari kenikamatan berupa makanan,sedangkan roh yang terpenjara tidak akan mungkin pula bebas meninggalkan
penjaranya berkeliaran di alam dunia.
Berdasarkan
keterangan Al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada arwah gentayangan,yang ada
adalah arwah
orang mukmin tidak bisa terangkat ke atas gara-gara utangnya yang belum terbayar olehnya atau oleh keluarganya.Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada hantu,dalam arti roh mati kedunia mengganggu
manusia (HR.Muslim).Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam hanyalah tipu daya
setan dari bangsa jin.Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati
seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu.Setanlah yang masuk kedalam tubuh
manusia dan mengaku-ngaku sebagai orang tua,atau orang-orang saleh karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan
oleh Allah untuk masuk kedalam tubuh manusia,sebagaimana keterangan Rasulullah
SAW bahwa,’’Sesungguhnya
setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah ‘’(HR.Bukhari Muslim).Setinggi-tingginya
ilmu manusia,tidak ada yang diberi kemampuan untuk masuk kedalam tubuh manusia
lainnya.Apa yang kita dengar dari
orang-orang yang kesurupan itu hanyalah tipu daya setan yang mengaku-ngaku
sebagai manuisa.
Dengan tipu daya seperti itu,setan menyesatkan
manusia,merusak iman dan menyuruhnya melakukan amalan-amalan sesat seperti
mempersembahkan sesajen,memakai jimak atau jampi-jampi atau menyuruh mendatangi suatu tempat/kuburan yang dianggap
keramat.Janganlah tertipu,walaupun mereka mengaku sebagai Allah,sebagai
Malaikat,sebagai Nabi,dan sebagai orang saleh,jangan dipercaya,jangan diikuti
kemauannya atau perntahnya
sekalipun perintahnya itu untuk melakukan kebajikan atau suatu ibadah dan jangan ditakuti
ancamannya.Hanya kepada Allahlah kita takut dan hanya kepada-Nya kita berlindung.
Kalau ada orang yang
mengaku pintar,bisa berkomunikasi dengan arwah atau bisa memanggil arwah
seseorang lalu memasukkannya ke dalam tubuh seseorang lalu mengajaknya
berbicara,atau memanggilnya dalam suatu permainan (misalnya jelangkung) maka
yakinlah bahwa datang atau yang memasuki tubuh seseorang adalah setan dari
bangsa jin,bukan arwah manusia.Sekalipun arwah itu menampakkan diri dihadapan
kita yang seperti aslinya,maka yakinlah bahwa setan mampu melakukan semua itu
untuk urusan tipu daya manusia,agar manusia bisa tertarik untuk memiliki ilmu
seperti orang yang mengaku pintar itu.Jadi kesimpulannya adalah:
1.
Tidak ada
arwah gentayangan dalam ajaran Islam,yang ada adalah tipu daya setan dari
bangsa jin.
2.
Karena itu
hanya tipu daya setan untuk menyesatkan manusia,maka apapun omongannya jangan
dipercaya,jangan diikuti perintahnya,jangan dipenuhi permintaannya dan jangan
ditakuti ancamannya.
3.
Kepercayaan
kepada arwah gentayangan dapat membuat kita tersesat dengan melakukan
amalan-amalan yang tidak disyariatkan dalam Islam dan yang mengandung
kesyirikan.
Dan hanya kepada Allahlah kita memohon
perlindungan dari segala tipu daya setan.Wallahu a’lam.(Palajau,Desember 2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar