Minggu, 05 April 2015

ARWAH MANUSIA GENTAYANGAN,BENARKAH ?



Dalam masyarakat Islam seperti di Indonesia ini,berkembang kepercayaan pada sebahagian besar umat Islam tetang arwah manusia yang jasadnya telah terkubur berkeliaran di alam dunia.Antara lain kepercayaan yang berkembang adalah:
a.       Arwah gentayangan,yaitu arwah yang diyakini tidak/ belum mempunyai tempat yang tetap di alam kubur. Arwah gentayangan ini lahir berbagai istilah,di antaranya arwah penasaran , pocong,hantu,sundel bolong,kuntilanak,dan lain-lain. Arwah gentayangan ini diyakini masih berkeliaran dimuka bumi dan menganggu orang-orang masih hidup,terutama yang terkait dengan sebab-sebab kematianya,seperti yang digambarkan dalam sinetron-sinetron atau film horror.
b.      Arwah berkeliaran,yaitu arwah yang diyakini sudah memiliki tempat di alam kubur,namun pada waktu-waktu tertentu berkeliaran di muka bumi atau menemui keluarganya,seperti hari tertentu seelah dikuburkan (20 hari,40 hari,atau 100 harinya),memasuki bulan puasa,pada hari lebaran,dan sebagainya. Arwah ini bisa menganggu bila tidak dihormari kehadirannya,atau bisa membuat seseorang kesurupan.
c.       Hidup kembali ke dunia,yaitu arwah yang diyakini memperoleh izin dari Allah( karena ketinggian ilmunya)untuk menjalani kembali kehidupan dunia di tempat atau pada tubuh yang lain (reinkarnasi dalam istilah Hindu)
               
                                Kepercayaan terhadap arwah gentayangan melahirkan ritual mengusir roh jahat,sedangkan kepercayaan kepada roh berkeliaran melahirkan ritual “assuro ammaca”/persembahan sesajen dan kepercayaan kepada kehidupan kembali(reingkarnasi)mendorong manusia menuntut ilmu tertentu. Apakah kepercayaan seperti itu diajarkan dalam Islam ?.
                                Berbicara masalah arwah/roh berarti berbicara masala alam gaib.Allah telah menyampaikan bahwa masalah roh itu adalah urusan Allah,manusia tidak diberi pengetahuan tentang roh melainkan hanya sedikit.Yang sedikit itulah dapat kita cari atau kaji melalui Al Quran dan Sunnah Rasulu SAW.
Allah melalui Al Quran tidak mengajarkan adanya arwah manusia yang sudah berada di dalam kubur(baik arwah yang baik maupun arwah yang jahat) bisa kembali berkeliaran d imuka bumi ini baik untuk mengganggu maupun untuk menolong manusia yang masih hidup. Tidak ada pula keterangan dalam Al Quran bahwa orang mati bisa masuk kedalam tubuh manusia yang masih hidup (kesurupan). Dalam Q.S Al Mukminum:99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali kedunia,kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat)terkurung dalam penjara alam kubur. Begitupun yang dimaksudkan pada Q.S Arrum:56),jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini .
                                Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setelah arwah/roh keluar dari tubuh manusia (mati),arwah itu diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah).Setelah itu dikembalikan ke alam kubur. Di alam kubur arwah mendapat introgasi/pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Berdasarkan hasil pemeriksaan itulah arwah ditempatkan pada tempat yang layak baginya”kemudian dibukakanlah untuknya pintu ke arah surga.Lalu kepadanya dikatakan; Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserahkan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya.Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan amat berbahagia.Kemudian dilebarkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya.Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu.Rohnya diletakkan di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger di salah satu pohon surga”(H.R Ahmad)”.
             Sedangkan manusia yang durhaka tempatnya  di dalam penjara yang panas di bawah tanah yang dibatasi oleh dinding.Sebagai mana yang diberikan Allah bahwa”di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan”(Al Mu’minum:100).Dan Allah telah memperlihatkan kepada Rasulullah SAW tentang siksaan orang-orang yang durhaka didalam kubur(HR.Bukhari).Jadi secara logika (akal) bahwa roh yang telah merasakan kenikmatan alam kubur tidak akan mungkin tertarik lagi untuk kembali ke dunia mencari kenikamatan berupa makanan,sedangkan roh yang terpenjara tidak akan mungkin pula bebas meninggalkan penjaranya berkeliaran di alam dunia.
            Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada arwah gentayangan,yang ada adalah arwah orang mukmin tidak bisa terangkat ke atas gara-gara utangnya yang belum terbayar olehnya atau oleh keluarganya.Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada hantu,dalam arti roh mati kedunia mengganggu manusia (HR.Muslim).Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin.Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu.Setanlah yang masuk kedalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagai orang tua,atau orang-orang saleh karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk kedalam tubuh manusia,sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa,’’Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah ‘’(HR.Bukhari Muslim).Setinggi-tingginya ilmu manusia,tidak ada yang diberi kemampuan untuk masuk kedalam tubuh manusia lainnya.Apa yang kita dengar dari orang-orang yang kesurupan itu hanyalah tipu daya setan yang mengaku-ngaku sebagai manuisa.
Dengan tipu daya seperti itu,setan menyesatkan manusia,merusak iman dan menyuruhnya melakukan amalan-amalan sesat seperti mempersembahkan sesajen,memakai jimak atau jampi-jampi atau menyuruh mendatangi suatu tempat/kuburan yang dianggap keramat.Janganlah tertipu,walaupun mereka mengaku sebagai Allah,sebagai Malaikat,sebagai Nabi,dan sebagai orang saleh,jangan dipercaya,jangan diikuti kemauannya atau perntahnya sekalipun perintahnya itu untuk melakukan kebajikan atau suatu ibadah dan jangan ditakuti ancamannya.Hanya kepada Allahlah kita takut dan hanya  kepada-Nya kita berlindung.
Kalau ada orang yang mengaku pintar,bisa berkomunikasi dengan arwah atau bisa memanggil arwah seseorang lalu memasukkannya ke dalam tubuh seseorang lalu mengajaknya berbicara,atau memanggilnya dalam suatu permainan (misalnya jelangkung) maka yakinlah bahwa datang atau yang memasuki tubuh seseorang adalah setan dari bangsa jin,bukan arwah manusia.Sekalipun arwah itu menampakkan diri dihadapan kita yang seperti aslinya,maka yakinlah bahwa setan mampu melakukan semua itu untuk urusan tipu daya manusia,agar manusia bisa tertarik untuk memiliki ilmu seperti orang yang mengaku pintar itu.Jadi kesimpulannya adalah:
1.       Tidak ada arwah gentayangan dalam ajaran Islam,yang ada adalah tipu daya setan dari bangsa jin.
2.       Karena itu hanya tipu daya setan untuk menyesatkan manusia,maka apapun omongannya jangan dipercaya,jangan diikuti perintahnya,jangan dipenuhi permintaannya dan jangan ditakuti ancamannya.
3.       Kepercayaan kepada arwah gentayangan dapat membuat kita tersesat dengan melakukan amalan-amalan yang tidak disyariatkan dalam Islam dan yang mengandung kesyirikan.
Dan hanya kepada Allahlah kita memohon perlindungan dari segala tipu daya setan.Wallahu a’lam.(Palajau,Desember 2014).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar