“Parakang”
adalah sebuah nama yang amat populer dalam masyarakat Sulawesi Selatan termasuk yang tinggal di
Kabupaten Jeneponto.Berbicara masalah parakang akan membuat bulu-bulu tangan
kita merinding dan menimbulkan ketakutan.Memang parakang amat ditakuti oleh
sebagian masyarakat karena suka mengganggu orang lain,baik mengganggu orang
yang sakit maupun mengganggu orang yang sehat,termasuk yang dipercaya orang dapat
membuat korban menjadi kesurupan. Penulispun pernah mengalami gangguan setan
yang mungkin sejenis parakang saat sakit keras,karena nafas sesat dan melihat
bayangan manusia di jendela.
Parakang oleh
sebagian masyarakat diyakini sebagai makhluk jadi-jadian yang bisa berubah
wujud seperti pohon,benda atau binatang.Bila menjelma sebagai binatang maka
parakang dapat berwujud anjing atau kucing.Bedanya dengan binatang asli dengan
binatang jadi-jadian ini adalah ekornya.Kalau anjing atau kucing asli memiliki
ekor,sedangkan anjing/kucing parakang tidak memiliki ekor dan kai bagian
belakang agak panjang/tinggi.
Menurut
kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat,bahwa parakang itu adalah manusia
yang menuntut dan mengamalkan ilmu-ilmu sesat,entah ilmu untuk
kekayaan,pelancar usaha,dan sebagainya.Parakang dalam waktu-waktu tertentu
terutama di malam hari berkeliaran mencari mangsa,seperti orang sakit,orang
sekarat,bayi dan bahkan ada yang mencuri uang.
Keberadaan
parakang dalam masyarakat diketahui dari adanya warga yang kesurupan yang
ketika warga tersebut diobati oleh dukun atau ustaz,maka korban menjerit kesakitan
lalu berbicara diluar kendali dengan menyebut tempat
tinggalnya,namanya,tujuannya memasuki tubuh korban dan
permintaan/persyaratannya untuk keluar.Dari kesurupan itu sehingga sebagian
masyarakat mempercayai korban kemasukan parakang atau si A adalah seorang
parakang.Nama si A sebagai parakang akan begitu cepat tersebar sehingga si A
yang sudah dianggap parakang itu menjadi manusia yang ditakuti dan pada sisi
lainnya dibenci.
Parakang menurut
pengakuan seorang warga masyarakat yang memiliki ilmu yang bisa melihat
parakang,yaitu parakang aslinya akan berjalan di malam hari dengan telanjang
mencari mangsa atau mendatangi rumah-rumah warga yang sakit terutama yang sudah
sekarat untuk mengisap salah satu organ tubuhnya,atau parakang bisa ditemukan
di pinggir pantai pada malam Jumat.Caranya kalau mau melihat parakang menurut
orang yang telah berpengalaman melihat parakang,yaitu pergilah ke pantai pada
malam Jumat (tengah malam),sesampai di pantai maka keluarkan seluruh pakaianmu
sambil berjalan menuju ke bangkai perahu maka tidak lama kemudian parakan
wanita yang telanjang pula akan mendekatimu.
Parakang
diyakini warga sebagai manusia yang bersekutu dengan setan dari bangsa jin,yang
disebutnya sebagai orang yang telah menggadaikan akhiratnya dengan kenikmatan
dunianya,makanya pada akhir hidup seorang parakang akan menderita sengsara dan
kepayahan saat menghadapi sakratul maut,sehingga diberitakan bahwa manusia ‘parakang’
tidak akan bisa keluar rohnya kecuali kalau ada keluarganya atau anaknya yang rela
menerima ilmu yang membuatnya menjadi parakang,artinya parakangnya pindah
kepada keluarga/anaknya.
Di pandang dari
sudut Islam,penulis mengemukakan bahwa parakang nama yang diberikan kepada
manusia yang bersekutu dengan Iblis dan pasukannya untuk mencapai ambisi
keduniaannya.Karena persekutuannya dengan setan maka setan tersebut bekerja
atas nama manusia sekutunya itu dan manusia itupun bekerja sebagai balas jasa
terhadap setan sekutunya,sehingga apabila manusia yang berlabel parakang itu
dikecewakan,dihina atau disakiti maka setan sekutunya langsung bertendak
sekalipun tidak diminta oleh sekutunya dengan menyakiti orang-orang yang
mengecewakan,menghina atau menyakitinya hingga terjadilah yang disebut
kesurupan.Jadi yang masuk pada tubuh orang kesurupan itu bukan roh manusia
melainkan jin yang setelah di dalam tubuh mengaku-ngaku sebagai sekutunya.
Begitupula parakang
yang menjelma sebagai jin atau anjing,sesungguh tubuh mereka tidak berubah
menjadi anjing,kecing atau binatang lainnya melainkan permainan setanlah yang
membuat mata kita melihatnya sebagai jin,sehingga bila angjing atau kucing yang
dianggap jelmaan parakang itu kita pukul dengan kayu satu kali atau tiga kali
maka akan membuatnya cacat,pincang atau bahkan mati di tempat dan ketika
dipukul atau dibunuh maka besar kemungkinan setan akan meninggalkan sekutunya
itu maka penglihatan matapun akan normal,artinya kita melihatnya dalam wujud
manusia yang sebenarnya.Adanya perubahan wujud (padahal sebenarnya tidak
berubah) yang membuat masyarakat mempercayai bahwa parakang itu sebagai makhluk
jadi-jadian.
Parakang adalah
setan yang merupakan perpaduan antara setan dari bangsa jin dan setan dari
bangsa manusia,sehingga untuk menghadapinya kita perlu berhati-hati apalagi
bila membunuhnya.Bila parakan yang menjelma sebagai kucing yang kita pukul atau
bunuh dan yang membuatnya mati di tempat lalu tiba-tiba kembali ke wujud
aslinya,maka dipastikan kita akan berurusan dengan hukum karena keluarganya
akan menuntut dan kita bisa dipersalahkan dengan pasal pembunuhan atau
penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Menghadapi
gangguan parakang maka yang kita hadapi adalah setannya,bukan manusianya,karena menghadapi manusianya dapat
menimbulkan permusuhan sebab mereka pasti tidak menerima bila dirinya disebut
parakang dan tuduhan tersebut tidak bisa dibuktikan secara hukum.Menghadapi
setan dengan meminta bantuan dukun,dengan memakai jimat-jimat dan jampi-jampi
maka itupun tidak dibolehkan dalam Islam karena sama saja kita meminta bantuan
preman untuk melawan preman,apalagi besar sekali dosanya bila kita mendatangi
atau meminta bantuan dukun karena berakibat sahalat kita tidak dterima selama
40 hari (HR.Muslim) atau kita dianggap kafir terhadap Al Quran (HR.Ahmad).Yang
jelas meminta bantuan dukun adalah baggian dari kesyirikan.
Cara yang
diajarkan Islam dalam mengadapi setan termasuk yang berlabel parakang adalah
keimanan dan ketakwaan,seranglah dengan ayat-ayat zikir atau ayat-ayat pengusir
setan,antara lain ayat kursi,tiga Qul dan sebagainya.Maka dengan izin Allah
maka setan-setan itu tidak akan menggangu kita atau akan segera meninggalkan
tubuh korban.Untuk melindungi keluarga yang sakit dari gangguan setan adalah
ambil air segelas lalu bacakan Al Fatihah,Ayat Kursi dan 3 Qul lalu minumkan
orang yang sakit dan sebagian percikkan pada dinding-dinding kamar,jendelan dan
pintu agar parakang tidak bisa masuk.Usirlah kucing masuk ke kamar atau yang
memandang orang sakit.
Namun demikian
kita harus berhati-hari jangan sampai oaring kesurupan itu bukan kemasukan
parakang melainkan kemasukan setan yang berlagak sebagai parakang untuk
menyebarkan permusuhan,buruk sangka,dan fitnah dalam masyarakat.Makanya jangan
terlalu cepat percaya omongan orang yang kesurupan karena bisa saja hanya
bohong-bohong untuk merusak nama orang-orang yang dibencinya atau memang
kemasukan setan yang mau merusak hubungan kemasyarakatan kita.Nama yang
disebut-sebut orang yang kesurupan jangan langsung dipercaya bahwa dia adalah
parakang karena bisa saja tipu daya setan yang bila tidak benar lalu kita
sebarkan maka selalu merusak hubungan maka kita termasuk menyebarkan
fitnah,bukankah fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan ?.
Alhamdulillah hirobbilalamin...
BalasHapussangat ber manfa at beritanya pak
semoga Allah membalas kebaikan mu pak dengan penuh Rahmat dan kasih sayang Allah
Bagi anda yang hobby bermain judi online seperti :
BalasHapusBandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun, Domino, Bandar Poker dan Live Poker.
Mari segera bergabung bersama kami di www,s1288poker,com
Kami agen penyediaan jasa judi online terbaik dan terpercaya.
(PIN BBM : 7AC8D76B)