Sabtu, 11 April 2015

WAKTU BAIK DAN WAKTU BURUK SEBUAH KEPERCAYAAN YANG SESAT DAN MENYESATKAN



 Oleh:Elsah
A.      Pendahuluan
Masyarakat Islam di tanah air ini-bila hendak melakukan suatu hajatan,misalnya pernikahan,bangun dan pindah rumah,ataupun suanatan-sebahagian besar mendatangi dukun atau orang yang dianggap pintar untuk menayakan waktu yang baik untuk melaksanakan hajatan tersebut.Mereka meyakini bahwa waktu yang baik akan membawa keberuntungan/berkah dan waktu yang buruk akan membawa keburukan/sial.
Sebahagian masyarakat lainnya,tidak terikat pada kepercayaan tersebut.Mereka hanya percaya pada rukun Iman yang ke-6 yang Ketetapan Allah atas segala sesuatu,bahwa segala sesuatu yang akan menimpa bumi dan juga pada diri manusia terlah ditetapkan oleh Allah jauh sebelum langit,bumi dan segala isinya diciptakan (QS.Al Hadid:22) dan ketetapan itu telah tertulis rapi dalam induk kitabullah Lauh Mahfudz.Rasulullah SAW mengatakan bahwa Allah telah menetapkan takdir-takdir manusia pada 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi,jadi lebih dahulu ditetapkan keberuntungan dan kesialan dari waktu yang akan dipakai manusia untuk melakukan suatu kegiatan.Yang ditetapkan Allah pasti terjadi dan yang tidak ditetapkan-Nya pasti tidak akan terjadi.
Sebahagian di antara kita ada bingun atas perbedaan pendapat dan kepercayaan masyarakat.Tetapi kita yang dianugerahi akal tidak perlu ikut-ikutan karena Allah telah memberi solusi bahwa bila terjadi perbedaan pendapat dalam masalah keimanan maka kembalikanlah masalah itu kepada Al Quran dan sunnah Rasul.Kepercayaan yang sesuai dengan Al Quran dan Hadist maka itulah kebenaran dan kepercayaan yang bertentangan dengannya maka itulah kebathilan dan kesesatan.
Supaya kita bisa membedakan antara kebenaran dan kebathilan dalam masalah kepercayaan kepada waktu baik dan waktu buruk,maka penulis mencoba membuat suatu kajian tentang benar atau tidaknya kepercayaan masyarakat mengenai keberuntungan dan kesialan yang terkadung di dalam waktu pelaksanaan suatu kegiatan/hajatan dengan menggunakan patokan Al Quran dan Sunnah Rasul.Kalau ternyata benar mengapa sebahagian masyarakat Islam lainnya tidak mempercayainya ?.Dan kalau ternyata salah mengapa banyak yang mempercayainya dan bagaimana hukumnya bila mempercayainya ?.

B.      Hikmah dibalik Penciptaan Waktu
Allahlah yang menciptakan makhluk dengan hak.Artinya segala ciptakaan Allah mengandung hikmah,maksud, dan tujuan.Jadi,tidak ada satupun makhluk yang tercipta secara kebetulan dan hidup dengan sia-sia atau tanpa tujuan dari Allah,melainkan sesuai dengan manajemen Allah.Begitupun halnya penciptaan waktu melalui perputaran matahari dan bulan.
Melalui Al Quran,penulis merangkum beberapa hal yang berhubungan dengan waktu/masa,antara lain:
1.      Waktu adalah salah satu bukti kekuasaan Allah dalam mengatur kehidupan makhluk-Nya.Allah dalam melaksanakan kekuasaan-Nya menggunakan waktu/masa (tetapi tidak dibatasi oleh waktu),misalnya menciptakan langit dan bumi beserta isinya dalam enam masa,Allah mengatur kehidupan manusia dalam beberapa masa,yaitu masa penciptaan dalam Rahim ibu ,masa hidup dunia ,masa istrahat di alam kubur,masa terjadinya kiamat,masa peradilan di padam mahsyar,masa melewati shirat yang terbentang di atas jahannam dan masa hidup di surga atau di neraka.Dan perhatikanlah bagaimana kita hidup di muka bumi ini semua berlangsung dalam masa yang telah ditentukan Allah,bukan yang ditentukan oleh diri kita sendiri.
2.      Waktu adalah masa hidup manusia di muka bumi ini dan berlakunya ketetapan Allah
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang batas waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) dapat memajukannya” (Q.S. Al A’raaf : 34).
“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan sampai kepada waktu yang ditentukan.Maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidak mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya”.(Q.S. An Nahl : 61).
                    Waktu-waktu tersebut di atas, baik di dunia maupun di akhirat (kiamat), siang maupun malam akan membawa keberuntungan bagi yang memanfaatkannya untuk kepentingan hidupnya di dunia dan di akhirat, misalnya :
a.    Waktu siang dipakai untuk bekerja dan menjalankan ibadah, yang diantaranya ada waktu khusus yang dimuliakan Allah untuk melaksanakan suatu ibadah seperti waktu Dhuha (Q.S. Ad Dhuha : 1)
b.    Waktu malam yang dipakai untuk istirahat dan menjalankan ibadah, yang diantaranya ada waktu yang dimuliakan Allah seperti malam yang sepuluh (di bulan ramadhan) malam bila berlalu (sepetiga malam terakhir), fajar?subuh dan sebelum terbit matahari. (Q.S. Al Fajr 1-4 dan Ad Dhuha : 2).
Bagi Allah, semua waktu adalah baik, yaitu memberi keberuntungan bagi orang yang memanfaatkannya dan sebaliknya semuanya akan memberi kerugian bagi orang-orang yang melalaikannya, seperti tidak bekerja diwaktu siang akan berakibat tidak akna memperoleh karunia Allah, melalaikan waktu shalat akan berakibat kecelakaan dalam kehidupan akhirat (Q.S. Al Maa’un : 4-5). Bagi Allah, tidak ada waktu yang sial, tetapi yang sial adalah manusia yang menyia-nyiakan waktu, sebagaimana yang dikatakan Allah : “Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menepati kesabara” (Q.S. Al Asr : 1-3).
Tidak ada satu pun ayat dalam Al Qur’an ataupun hadist yang menyatakan bahwa kesialan atau keburukan yang menimpa suatu negeri atau kaum disebabkan karena melakukan suatu perbuatan pada waktu tertentu.
3.        Waktu adalah kesempatan bagi manusia untuk mengusahakan penghidupannya di dunia ini. “Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya” (Q.S. Ar Ruum : 23).
“Dan karena Rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dai karunia-Nya” (Q.S. Al Qashash : 73).
4.        Waktu adalah kesempatan bagi manusia untuk melaksanakan ibadah sebagai bekal kehidupan akhirat.
“Maka bertasbihlah kepada Allah diwaktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada diwaktu subuh (Q.S. Ar Ruum : 17. Dan diwaktu kamu berada diwaktu Dzuhur : 18).
Bertasbihlah kamu sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang”.(Q.S. Qaaf : 39-40).
       
        Waktu amat penting bagi Allah, makanya dalam Al Qur’an Allah beberapa kali bersumpah dengan waktu. Dan apa saja yang dijadikan Allah sebagai sumpah maka terkandung di dalamnya keberkahan kemuliaan atau keberuntungan bagi orang yang memperhatikannya. Ada beberapa sumpah Allah yang menggunakan waktu, antara lain:
a.    Aku bersumpah dengan hari kiamat (Q.S. Al Qiyamah : 1).
b.    Demi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil dan malam bila berlalu (Q.S. Al Fajr : 1-4).
c.    Demi matahri dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya dan siang apabila menampakkannya dan malam apabila menutupinya (Q.S. Asy Syams : 1-4).
d.    Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) dan siang apabila terang benderang (Q.S. Al lail : 1-2).
e.    Demi waktu matahari sepenggalan naik dan demi malam apabila telah sunyi (Q.S. Ad duha :1-2).
        Yang ada adalah kesialan atau keburukan yang menimpa suatu negeri atau kaum disebabkan bahwa berlakunya ketetapan Allah yang telah tertulis dalam Kitab Lauh Mahfudz (Q.S. Al Hadid : 22), atau “Apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri” (Q.S. An Nisaa : 79), atau “Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kapada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka” (Q.S. Al Maaidah : 49), atau “Sesungguhnya kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik” (Q.S. Al Ankabut : 34), atau “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” (Q.S. Ar Ruum : 41).
        Jadi Allah menciptakan waktu untuk untuk manusia untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan waktu kita di muka bumi ini. Sesungguhnya akan dipertanggung jawabkan pada hari kiamat , manfaatkanlah waktu untuk meraih keberkahan dan jangan menyia-nyiakan agar tidak merugi hidupmu.
C.               Pergunakan Akalmu Terhadap Waktu
Alangkah ruginya seorang penuntut ilmu yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi dengan meraih gelar kailmuan lantas tidak dipergunakan akalnya untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah, melainkan mengikuti prasangka prasangka orang banyak yang bersumber dari kebodohan orang-orang zaman jahiliyah (pra Islam). Peredaran waktu adalah salah satu tanda kekuasaan Allah.Waktu adalah masa berlakunya kekuasaan dan ketetapan- ketetapan Allah atas diri makhlukNya. Ketetapan Allah itu telah tertulis dalam Kitab LAuh Mahfudz jauh sebelum diciptakannya langit dan bumi (Q.S. Al hadid :22).
Bukalah mata hatimu dan lihatlah peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi ini terhadap alam atau terhadap manusia. Keberuntungan ( kebaikan) (kabaikan) dan kesialan (keburukan) silih berganti. Di hari yang sama sebagian manusia meraih keuntungan dan sebagian lainnya meraih kerugian/keburukan. Ada yang lahir dan ada yang mati, ada yang menikah da nada yang bercerai, ada yang bergembira da nada yang bersedih.Tidak ada satu pun hari yang di dalamnya semua manusia meraih keberuntungan dan tidak pula semuanya meraih kesialan.
Bukalah mata hatimu dan lihatlah kenyataan-kenyataan dalam masyarakat. Misalnya sepuluh orang melangsungkan pernikahan dalam waktu yang sama (baik), apakah rumah tangga mereka dijamin sama dalam keberuntungan. Kenyataannya ada yang kaya (untung), ada yang miskin (sial), ada yang akur (untung), ada yang bercerai (sial), ada yang membeli kendaraan (untung), dan ada yang ditabrak kendaraan (sial). Kalau saja ada waktu yang membawa keberuntungan tentu tidak akan ada perceraian, rumah tangga yang miskin atau janda dan duda muda. Kenyataannya, semuanya mengikuti takdirnya masing-masing.
“Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang-orang yang ingin mengambil pekerjaan atau orang yang ingin bersyukur” (Q.S. Al Furqan : 62).      

D.              Kesesatan Kepercayaan Kepada Waktu Baik Dan Waktu Sial
Sesatnya suatu ajaran atau kepercayaan kita kembalikan kepada patokannya yaitu Al Qur’an dan hadist.Suatu ajaran dikatakn sesat apabila ajaran itu bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist. Dalam pandangan syari’at, kita menemukan berbagai kesesatan dalam kepercayaan pada waktu baik dan waktu buruk, antara lain :
1.      Bertentangan dengan ketetapan Allah atas diri makhluk-Nya.
Allah telah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi pada diri makhluk-Nya. Ketetapan Allah itu telah tertulis dalam kitab-Nya, Lauh Mahfudz jauh sebelum makhluk itu diciptakan (Q.S. Al Hadid :22).
2.      Bertentangan denga tujuan Allah menciptakan waktu, yaitu waktu itu diperuntukkan bagi makhluk, yaitu :
a.       Untuk menjadi ukuran batas hidup di muka bumi ini.
b.      Sebagai kesempatan bagi manusia untuk berusaha mencari bekal demi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
c.       Untuk menjadi ukuran bagi manusia dalam menentukan btas-batas kegiatannya di muka bumi ini.
3.      Bertentangan dengan akal sehat dan kenyataan hidup sehari bahwa dalam waktu yang diyakini baik ternyata terjadi pula berbagai kesialan /keburukan dan dalam waktu yang diyakini buruk/sial ternyata terjadi pula berbagai keberuntungan/kebaikan.

4.      Dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya
Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman : Anak-anak Adam ada yang menyakiti hatiku, mereka mencela waktu, padahal Akulah yang menciptakan waktu” (HR. Bukhari). Dlam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah mencela waktu, karena sesungguhnya Allahlah yang menciptakan waktu” (HR.Buhari).
5.      Allah melarang kita mengikuti sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan atasnya.
Kebanyakan manusia mempercayai waktu baik dan waktu buruk hanyakarena ikut-ikutan pada kepercayaan nenek moyang atau orang banyak, padahal Allah mengingatkan agar :
“Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu atasnya, sesungguhya pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban” (Q.S. Al Israa : 36).
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka” (Q.S. Al An’aam : 116).
6.    Bertanya pada dukun/paranormal adalah kafir.
Menanyakan waktu baik atau waktu buruk pada dukun/paranormal atau seorang yang bisa meramal sangant dilarang oleh Rasulullah SAW.
“Barangsiapa yang mendatangi dukun/paranormal, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari” (HR. Muslim).
“Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya berarti kufur terhadap Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad” (HR.Ahmad).
“Bukan umatku, orang yang mempercayai yanda-tanda keberuntungan dan tanda-tanda kesialan” (HR. Al Bazaar).
7.      Kepercayaan pada waktu baik dan waktu sial hanyalah sebuah mitos/takhyul yang bersumber dari prasangka orang-orang dulu (nenek moyang). Mereka hanya menghitung-hitung waktu (tanggal hijriah) dan menghubungkannya dengan sifat-sifat dari unsur penciptaan manusia (tanah, air, angin dan api).
Tanah dipercaya memiliki sifat sabar, setia memberi rezki; air dipercaya memiliki sifat sejuk, mendatangkan rezki, damai; angin dipercaya memiliki sifat berubah-ubah, membuang/menerbangkan rezki; sedangkan api dipercaya memiliki sifat emosional, dan dapatmenghabiskan/membakar rezki. Nenek moyang itu membuat perhitungan bulan (hijriah) dengan keempat unsur di atas, seperti :

Tanah
Air
Angin
Api
1
2
3
3
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30



              Menurut perhitungan nenek moyang bahwa waktu yang baik adalah waktu yang ada pada kolom tangah dan kolom air. Sedangkan waktu yang buruk terdapat pada kolom angina dan api. Umumnya waktu yang dipakai masyarakat untuk melangsungkan pernikahan adalah waktu pada kolom air.
              Selain dari itu terdapat pula waktu yang diyakini sial, antara lain :
1.      Tanggal 1 Muharram dan setiap hari yang bertepatan dengan satu muharramitu (pokok taung). Kepercayaan ini bertentangan dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya yang justru memuliakan bulan muharram 
2.      Hari Rabu terakhir dalam bulan hijriyah (cappu’ araba). Kepercayaan ini berdasarkan pada sebuah hadist palsu yang berbunyi “Hari Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari yang sial yang membawa kegelapan”.
3.      Hari Jumat yang apabila dalam tahun itu bertepatan dengan Idul Fitri atau Idul Adha (dua kali dibacakan khutbah). Kepercayaan ini bertentangan dengan ajaran Rasulullah bahwa hari Jumat adala hari istimewa/hari raya umat Islam dalam seminggu.
8.      Percaya kepada waktu baik dan waktu sial adalah bagian dari kesyirikan, yaitu mengharap sesuatu kepada selain Allah (kepada waktu) dan takut kepada selain Allah. Padahal segala keberuntungan dan kesialan hanya datang dari Allah bukan datang dari waktu yang diciptakan Allah.
9.      Percaya kepada waktu baik dan waktu sial adalah bentuk taklid buta yang dilarang dalam agama. Mereka hanya bersandar pada kebiasaan sebagian besra masyarakat, atau perkataan para dukun, atau mengikuti tradisi nenek moyang. Padahal kepercayaan seperti itu tidak ada di dalam Islam melainkan tipu daya syaitan. “Barangsiapa yang berpaling dari peringtan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam adzab yang berat (Q.S. Al Jin : 15).
“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran” (Q.S. An Najm : 28).
(Apakah mereka akan mengikuti nenek moyang), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu apapun dan tidak mendapat petunjuk” (Q.S. al Baqarah : 170).
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja” (Q.S. yunus : 36).
10.      Percaya kepada waktu sial atau menghindari waktu-waktu yang dianggap sial untuk melakukan suatu ibadah (pernikahan, sunatan, membuat tempat tinggal) adalah salah satu bentuk kedurhakaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
“barangsiapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungghunya neraka Jahannamlah baginya” (q.S. At Taubah : 63).
“Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka jahannam.Mereka kekal di dalamya selama-lamanya. (Q.S. Al Jin : 23).

E.      Penutup
Allah SWT menganugerahi kita akal untuk dipergunakan untuk memahami ayat- ayat Allah dan untuk mencari karunia Allah yang telah tersebar di mukan bumi ini. Salah satu karunia Allah yang patut disyukuri  adalah waktu, sebagai kesempatan untuk mencari apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kita untuk kehidupan dan kehidupan dunia.
Beruntunglah orang-orang yang memanfaatkan waktunya untuk meraih keutamaan hidup.Dan betapa ruginya atau sialnya seseorang yang menghabiskan waktu atau umurnya dengan kegiata-kegiatan yang tidak tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Tidak ada waktu sial, yang ada adalah manusia yang sial dalam menggunakan waktu, yang dengan melakukan perbuata dosa dan meninggalkan amal-amal saleh. Ingat, Allah tergatung pada persangkaan manusia, kalu kita berprasangka bahwa semua waktu adalah baik maka Allah akan memberikan kebaikan kepada kita yang tentunya diiringi dengan memanfaatkan waktu dengan usaha-usaha yang diridhai Allah. Dan bila kita berprasangka buruk terhadap waktu maka Allahakan mendatangkan keburukan kepadanya.
Sebagai umat Islam yang percaya kepada takdir, marilah kita menyandarkan segala sesuatu yang telah terjadi sebagai ketetapan Allah dan terhadap sesuatu yang belum terjadi maka marilah kita selalu mengharap yang terbaik dan terhindar dari yang buruk. Jangan menakuti sesuatu yang belum tentu akan terjadi pada diri kita, lakukanlah apa yang bermanfaat dalam hidupmu dan selalu berprasangka baik terhadap Allah atas segala yang akan terjadi dalam perajalanan waktumu. Jangan tersesat dan jangan menyesatkan orang dalam urusan waktu.(Palajau,13 Nopember 2012).

1 komentar:

  1. Bagi anda yang hobby bermain judi online seperti :
    Bandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun, Domino, Bandar Poker dan Live Poker.
    Mari segera bergabung bersama kami di www,s1288poker,com
    Kami agen penyediaan jasa judi online terbaik dan terpercaya.
    (PIN BBM : 7AC8D76B)

    BalasHapus