Oleh: Ella' Sahabuddin,S.Pd
A. PENDAHULUAN
A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Tulisan ini Saya buat untuk memenuhi
seruan Allah dalam QS Ali Imran:104,yaitu
” Hendaklah ada di
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,menyuruh kepada yang
ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar,merekalah orang-orang yang beruntung”. Janganlah bersedih tetapi bersyukurlah bila sebagian besar warga
masyarakat mencemoh ataupun membencimu hanya karena tidak melakukan suatu tradisi/kebiasaan
karena mempertahankan aqidah dan konsistem dalam menjalankan syariat Islam
dengan tetap perpegang teguh kepada Al Quran dan Hadist,berarti anda berada di
atas jalan kebenaran/ketakwaan dan mereka yang mencemoh/membencimu berada di
atas jalan kesesatan.Allah dalam Surat Al Maidah:44 mengajarkan kepada kita agar ”janganlah
takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”.
Allah SWT -menurut Al Quran Surat
Asy Syams:8- telah menyediakan dua jalan bagi manusia yaitu jalan ketakwaan/kebenaran
dan jalan kefasikan/ kesesatan,dengan tujuan yang telah ditetapkan-Nya yaitu
barang siapa yang menempuh jalan kebenaran maka dia akan sampai kepada surga
dan barangsiapa yang menempuh jalan kefasikan/kesesatan maka dia akan sampai
kepada neraka.Manusia dengan bekal akal diberi kebebasan untuk memilih satu
diantara dua jalan tersebut.Dari kemampuan menggunakan akalnya maka manusia
terbagi atas dua bagian,yaitu sebagian besar memilih jalan kesesatan dan
sebagian kecin berada di jalan kebenaran.seperti keterangan Allah dalam Al
Quran Surat Ar Ruum:116 bahwa sebagian besar manusia telah memilih jalan
kesesatan dan Allah mengingatkan kepada kita agar jangan mengkuti sebagian
besar itu karena ”Jika kamu
mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi,niscaya mereka akan menyesatkanmu
dari jalan Allah” .Dan Allahpun melarang kita ikut-ikutan melakukan
sesuatu amalan yang kita tidak memiliki pengetahuan atasnya karena ”Sesungguhnya penglihatan,pendengaran dan
hati semua itu akan dimintai pertanggungjawaban”’ (QS.Al
Israa:36).
Kesesatan juga menimpa sebagian sebar
umat Islam.Hal ini membuat Rasulullah SAW sebagai pemimpin Islam amat
bersedih.Mengapa Rasulullah bersedih ? karena ”Kelak umatku akan terbagi menjadi 73 golongan,72 golongan akan masuk neraka
dan hanya 1 golongan saja yang masuk surga”.Siapakan
golongan yang beruntung masuk surga itu,kata seorang sahabat kepada Rasulullah.”Yaitu golongan ahlu sunnah waljamaah” jawab Rasulullah (HR.Imam Thabrani).Siapa Ahlusunnah wal jamaah itu
menurut para ulama adalah golongan yang tetap teguh menjalankan Sunnah (Al
Quran dan Hadist) dan tetap bersatu diatas kebenaran.
Umumnya umat Islam mengaku dirinya
sebagai golongan Ahlu sunnah waljamaah,tetapi kenyataannya,langkah-langkah
kakinya berada di luar ketentuan sunnah.Mengapa demikian ? tentu jawabannya
berbeda-beda.
- Ada yang hanya karena ketidakpahaman terhadap syariat agama Islam.
- Ada yang beralasan mempertahankan adat/kebiasaan nenek moyang karena takut dikutuk oleh arwah nenek moyang.
- Ada yang karena mempertahankan dirinya sebagai tokoh masyarakat/pemuka adat.
- Ada pula yang karena takut dibenci atau diusir oleh masyarakat dan
- Ada pula karena kesalahan taklid yaitu berdasarkan amalan gurunya,melihat banyaknya yang melakukan amalan itu,pendapat ulama dan tokoh-tokoh agama di kampungnya.
Sekali
lagi ”Janganlah takut kepada sesama
manusia tetapi takutlah kepada Ku”demikian Firman Allah (QS.Al Maaidah:44).Kiamat semakin dekat,hari pembalasan
pasti akan tiba. Untung masih ada waktu memperbaiki diri,maka perbaikilah diri/
ibadah sebelum datangnya kematian yang menutup segala kesempatan.
Pada tulisan ini,Saya sengaja
mengkaji tradisi masyarakat,karena penulis melihat bahwa dalam tradisi
masyarakatlah banyak ditemukan kepercayaan dan amalan yang tidak berdasarkan
syariat Islam bahkan ada diantaranya yang bertentangan dengan syariat (Al Quran
dan Hadist).Pada tulisan ini,Saya tidak berani menvonis bahwa amalan ini atau
itu yang sesat cukuplah anda sendiri yang telah diberi akal menilai dan memutuskan
apakah amalan yang selama ini anda telah lakukan itu sesat atau tidak dengan
mengingat peringatan Allah bahwa siapa yang berpaling dari Al Quran maka Allah
akan menyediakan syaitan sebagai teman hidupnya yang akan menyesatkannya (QS.Az
zukhruf:36) dan pernyataan Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang melakukan
amalan yang bukan perintah agama maka tertolak atau tidak diterima
(HR.Bukhari).Segala amalan diluar ajaran Rasulullah adalah sesat dan segala
kesesatan tempatnya adalah neraka (HR.Ibnu Majah),karena anda sendirilah yang
akan mempertanggungjawabkan segala kepercayaan dan amalan yang telah dilakukan
di muka bumi ini.Bukan tanggungjawab Rasul,bukan tanggungjawab orang tua,ketua
adat atau siapa-siapa melainkan siapa yang menempuh jalan kefasikan/kebodohan
maka dialah yang akan memperoleh balasan neraka.”Tiap-tiap diri
bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya”(QS.Al
Mudatsir:38).
2. Batasan Tulisan
Penulis adalah satu dari jutaan
penduduk Indonesia yang beragama Islam.Penulis bukanlah orang yang mengaku
bersih dari dosa ataupun amalan-amalan sesat.Penulis sebelum April 2007 adalah
termasuk orang yang larut dalam kepercayaan dan amalan-amalan sesat ataupun
mempersekutukan Allah.Tetapi karena Allah membuka hati untuk melihat kebenaran
maka setelah itu penulis berusaha memperbaiki diri mempelajari ajaran agama dan
kembali kepada Al Quran dan hadist.Penulis dalam tulisan ini berusaha
menyampaikan yang benar.Yang benar bukan karena niatnya benar melainkan yang
memiliki dasar,yaitu:
1.
Kebenaran adalah yang sesuai yang diajarkan/disyariatkan oleh Al Quran.Al Quran
adalah kebenaran yang berasal dari Allah dan yang tidak boleh diragukan (QS.Al
Baqarah:147).
2.
Kebenaran adalah apa yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah dalam hadist yang
tidak bertentangan dengan Al Quran.Penulis menolak hadist yang bertentangan
dengan Al Quran karena tidak mungkin Rasulullah mengatakan, melakukan atau
bersikap atas sesuatu yang bertentangan dengan Al Quran.
3.
Kebenaran adalah pendapat para ulama yang sesuai dengan Al Quran dan
Hadist.Penulis menolak pendapat ulama yang bertentangan dengan Al Quran dan
hadist.
Sebagai batasan kajian penulis,maka penulis
memberi pengertian judul di atas,yaitu:
1. Tradisi masyarakat adalah kebiasaan
masyarakat dalam melaksanakan syariat
Agama yang
dilengkapi dengan amalan yang lahir
dari kepercayaan dan prasangka orang-orang terdahulu/nenek moyang yang berlaku
secara turun temurun.
2. Syariat Islam adalah ajaran
kepercayaan,perintah,larangan atau anjuran yang bersumber dari Al Quran dan
Hadist.
3. Suatu
kepercayaan atau amalan dianggap sesat bilamana kepercayaan dan amalan itu
tidak berdasarkan atau bertentangan
dengan Al Quran dan Hadist dan dari kemanfaatan duniawi tidak membawa manfaat apa-apa kepada diri maupun kepada
masyarakat.
B.
TRADISI-TRADISI YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN SYARIAT ISLAM
Ada beberapa tradisi masyarakat
yang berkembang sampai saat ini yang telah mempengaruhi aqidah dan kegiatan ibadah/keagamaan masyarakat
Islam,antara lain diuraikan sebagai berikut:
1. Tradisi dalam urusan kematian
Mengurusi orang yang telah
meninggal adalah fardu kifayah yang segala sesuatunya telah diajarkan dan
dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Dari beberapa perawi hadist disampaikan bahwa
amalan dalam mengurusi orang meninggal
yang diajarkan atau yang diamalkan Rasulullah SAW adalah memandikan mayat
(HR.Bukhari-Muslim),mengkafani dengan kain putih (HR.Mukhari-Muslim),Menshalati
(HR.Ibnu Majah),Menguburkan mayat (Muntafaq alaih),Mendoakan keselamatannya
(HR.Abu Daud),Membayarkan Utang/wasiatnya (HR.Ahmad).
Tradisi masyarakat telah menambah
amalan syariat tersebut dengan kegiatan antara lain:sedekah tempat
tidur/perlengkapan dapur kepada imam/pengurus jenazah,baca-baca makanan,
pengajian Al Quran,zikiran/tahlilan,menyembeli hewan aqiqah,peringatan hari
kematian hari 7-nya ,40,100 dan 1 tahun, dan barsanji mencuci rumah yang
ditempati meninggal.Penulis tidak menyatakan bahwa semua amalan tambahan itu
adalah sesat.Yang bisa saya sampaikan pada tulisan ini adalah ajaran Islam yang
berhubungan dengan amalan tersebut.
a. Sedekah dengan perlengkapan rumah tangga
Sedekah
dalam Islam tidak ditetapkan jenis barangnya misalnya harus tempat tidur atau
peralatan rumah tangga,apa saja bisa disedekahkan kepada orang lain.Waktu bersedekahpun
tidak ditentukan waktunya misalnya harus kalau ada keluarga
yangmeninggal.Kapanpun bisa bersedekah.Allah SWT dalam QS Attaubah:60 menyatakan
bahwa zakat ataupun sedekah itu hanya untuk “ fakir ,miskin, pengurus zakat,para
muallaf,untuk memerdekakan budak,membantu orang yang berutang,untuk keperluan
di jalan Allah dan membantu orang-orang yang sedang dalam perjalanan” dan tidak disebutkan dalam ketentuan itu bahwa sedekah
juga untuk imam/pengurus jenazah yang nyata-nyata orang yang mampu.Dalam
HR Abu Daud, Rasulullah bersabda bahwa
“tidak sah sedekah kepada orang yang
mampu”.”Bersedekah kepada orang miskin itu
satu ganjaran dan kepada kerabat dua ganjaran”
(HR.Tirmidzi).Mengurusi jenazah dalam Islam adalah ibadah yang akan dibalas
pahalanya oleh Allah, bukan dibalas oleh keluarga yang meninggal ,yang pada
waktu itu sedang berada dalam kesusahan/kesedihan.Tegakah kita menerima pemberian
orang-orang yang susah ,dimana sebagian sedekah itu diperoleh dengan mengutang
?.Bersedekah untuk orang yang telah meninggal bertentangan dengan QS.At Tahrim:7,Al
Israa:15,Yaasin:54,Fathir:18,Ali Imran:161,Al Mukmin:17 yang intinya bahwa apa
saja yang kita peroleh di akhirat adalah balasan dari apa yang kita perbuat di dunia.kalaupun
ada tambahan yang berasal dari orang lain yang masih hidup maka itupun karena
kita yang menyediakan jalan bagi mereka yang beramal,seperti yang dinyatakan
Rasulullah SAW bahwa “Bila telah mati
anak Adam maka terputuslah amalnya,kecuali amal jariah,ilmu yang bermanfaat dan
anak sholeh yang mendoakan”.
b. Membaca dan mengirim pahala baca Al Quran dan
tahlilan
Membaca Al Quran
secara bersama-sama bertentangan dengan perintah Allah dan yang dicontohkan
Rasulullah SAW.Allah dan Rasul-Nya
hanya mengajarkan yaitu hanya satu orang yang membaca dan lainnya
mendengar bukan membaca bersama-sama sampai suasana menjadi gaduh,”Apabila dibacakan Al Quran maka dengarkanlah
baik-baik dan simaklah apa yang terkandung di dalamnya agar kamu mendapat
rahmat” (QS.AlAraf):204).
Sampai saat ini
penulis belum menemukan satu ayatpun dalam Al Quran,ataupun sepotong hadist sah yang mengajarkan membaca Al Quran
untuk orang yang telah
meninggal.Penulis hanya mendapat sebuah kisah dalam Kitab “Petunjuk Kejalan
Yang Lurus” tentang mimpi seseorang yang menjadi kaya di alam kubur karena
memperoleh kiriman pahala baca Al Quran dari anaknya.Tetapi kaidah Islam tidak
menerima mimpi sebagai dasar atau alasan untuk melakukan suatu amalan yang
tidak pernah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.Allah dalam QS.Al Maidah:4, sudah
menyatakan bahwa syariat Islam sudah cukup/lengkap.Dinyatakan pula bahwa “Telah
sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran) sebagai kalimat yang benar dan
adil”(QS.Al An aam:115).Jadi kalau ada lagi yang membat amalan baru setelah
Rasulullah SAW wafat berarti dia tidak
mempercayai perkataan Allah bahwa syariat islam sudah cukup/lengkap. Allah
dalam QS At tahrim:7, menyatakan bahwa “sesungguhnya akan dibalas kamu sesuai dengan perbuatanmu”.Juga dalam QS.Yaasin:54
dan Al A’raf:147 “Tidak akan
dibalas kamu melainkan apa yang telah kamu perbuat”.Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada kirim-kirim pahala kepada orang
yangtelah meninggal.Yang bisa mendapat balasan pahala baca Al Quran hanya orang
yang selamat hidupnya di dunia selalu
membaca Al Quran atau bonus pahala dari Allah atas amalan orang-orang
yang telah kita ajar membaca Al Quran.Jadi kalau tidak pernah membaca Al Quran
di muka bumi maka jangan menunggu pahala baca Al Quran,begitupun kiriman dari
orang lain,jangan tunggu kalau tidak pernah mengajar orang lain membaca Al
Quran.
Manakalah kita
memenuhi undangan mengaji untuk orang yang telah meninggal maka kita telah
melakukan perbuatan syirik.Letak syiriknya adalah bahwa membaca Al Quran adalah
ibadah yang pahalanya untuk diri sendiri,tetapi ……
Amalan yang
disyariat terhadap Al Quran dibaca sebagai statu amal sholeh yang pahalanya
untuk kebaikan diri sendiri (QS.Al Muzammil:20,Fushshilat:46);dipahami dan
diamalkan isinya (Al Insan:24);didengar dan disimak isinya (Al A’raf:204);dan
diajarkan atau disampaikan kepada orang lain (HR.Bukhari).Dalam HR Baihaqi
berpesan kepada kita untuk” bacal;ah (Al Quran) dengan sungguh-sungguh pada
siang dan malam,sebarkanlah dan bacalah
dengan suara yang merdu.Renungkanlah isinya agar kamu beruntung dan jangan
meminta disegerakan balasannya (di dunia) karena sesungguhnya ia memiliki
ganjaran (di akherat)”.
c. Baca doa dan kirim makanan untuk orang
yang telah meninggal
Islam mengajarkan bahwa nasib manusia
di alam kubur ada ditentukan oleh amal yang dibawanya.Makanan ataupun
minumannya berasal dari pahalany yang secara materi berbeda dengan makanan
orang –orang dunia yang terbuat dari beras.Jadi mustahil makanan orang dunia
akan sampai ke alam kubur yang berbeda materi.Allah dalam Al Quran menyampaikan
bahwa orang yang (rohnya) telah berada
di alam kubur tidak akan kemana-mana lagi sampai pada waktu yang telah
ditentukan (dibangkitkan setelah
kiamat)dan roh orang kafir itu terpenjarah di alam kubur (QS.Al
Mukminuum:99-100 dan Ar rum:56).Jadi mustahil roh itu akan kembali ke dunia
menikmati makanan dunia.Kalaupun bisa menembus alam dunia,maka mustahil pula
akan menikmati makanan dunia karena kehidupan/makanan di alam kubur jauh lebih
nikmat daripada makanan dunia. Menurut Rasululah dalam suatu hadist bahwa
makanan jin adalah
halusnya makanan manusia.Jadi makanan yang kita hidangkan dengan perdupaan
akan dinikmati (halusnya) oleh jin yang datang karena diundang melalui asap
dupa.
Dalam Kitab Jabadul Akhirat,yang biasa dibaca ketika ada orang
meninggal,terdapat suatu perkataan dari Anas ra,bahwa pada waktu-waktu tertentu
seperti lebaran,malam lailatul Qadar,dan lainnya (dalam kitab itu),arwah
penghuni alam kubur mendatangi rumahnya dan mengatakan:”Wahai
penghuni rumahku kasihanilah aku,berilah aku sedekah walau hanya sepotong
roti”.Perkataan itu sangat bertentangan dengan QS Al Mukminuun:99-100
dan Ar Rum:56 bahwa roh di alam kubur tidak bisa meninggalkan tempat yang telah
ditetapkan untuknya apalagi akan menembus alam dunia yang berbeda
dimensi,sampai pada waktu yang telah ditentukan yaitu hari kebangkitan.Roh yang
jahat/banyak dosa akan terpenjara,sedangkan roh yang suci/banyak pahala akan
menempati tempat yang tinggi dengan kehidupan yang jauh lebih nikmat daripada
kehidupan dunia.Roh yang terpenjara tentu tidak bisa bebas meninggalkan
penjaranya,sedangkan roh ditempat tinggi tentu tidak akan mengingat lagi
makanan dunia.Jadi Perkataan Anas ra dalam kitab tersebut tidak bisa dijadikan
dasar untuk melakukan suatu amalan baru yang tidak pernah dicontohkan oleh
Rasulullah SAW. Doa terhadap untuk orang yan g telah meninggal yang diajarkan
Rasululah adalah berdoa di atas kuburnya,berdoa setelah shalat dan dalam akhir
khukbah Jumat untuk arwah kaum muslimin dan muslimat.
Rasululah SAW tidak pernah mengajarkan ataupun mengamalkan berdoa dengan
memakai perdupaan atau media makanan yang terhidang,karena perdupaan itu adalah
amalan jahiliyah,sedangkan Rasulullah SAW melarang kita meniru-niru kaum lain
karena meniru-niru kaum lain berarti kita telah memasuki kaum itu.Berdoa sambil
bakar perdupaan adalah mencampur aduk antara ajaran Islam dengan ajaran nenek
moyang,yang dilarang oleh Allah dalam Surat Al Baqarah:42.
Selanjutnya membuat
ka’do makanan lalu dibawa ke rumah orang yang ikut mengaji,kenyataanya
kebanyakan mereka tidak memakannya atau membuang saja.Dalam Al Quran,Allah
melarang kita berbuat seperti itu,“Janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros karena
sesungguhnya orang yang boros itu adalah teman syaitan”(QS.Al Israa:26-27).
d. Peringatan hari kematian/annyimbang allo
Peringatan
hari kematian yaitu hari ke-3,hari ke-7,hari ke-20,hari ke-40,hari ke-100 dan 1
tahunnya tidak pernah diajarkan ataupun diamalkan oleh Rasulullah,itu adalah
pengaruh ajaran kepercayaan nenek moyang (animisme) yang percaya bahwa pada
waktu-waktu tersebut roh keluarganya itu kembali ke rumahnya meminta belas
kasihan keluarganya sebagaimana yang dikisahkan dalam Kitab jabadul Akhirat.Hal
ini bertentangan dengan Firman Allah seperti yang telah disebutkan di atas
bahwa penghuni alam kubur tidak akan bisa kemana-mana apalagi roh orang –orang
berdosa yang terpenjara.
e. Menyembeli hewan aqiqah
Memotong hewan
aqiqah untuk orang yang telah meninggal tidak pernah diajarkan atau diamalkan Rasulullah
SAW ,melainkan hanya untuk anak yang baru lahir.Allah dan Rasul-Nya tidak
pernah mengajarkan bahwa hewan aqiqah akan menjadi kendaraan bagi manusia di
alam akhirat.Yang benar adalah “Anak
yang baru lahir adalah barang tebusan sampai disembeli kan baginya aqiqah pada
hari ke-7 kelahirannya dan dihari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan
diberi namanya”(HR.Ahmad).Kalau sekiranya hewan aqiqah itu bermanfaat bagi
orang yang telah meninggal maka tentu Rasulullah melakukannya untuk
ayahnya,ibunya,istrinya ataupun anaknya yang telah meninggal,tetapi Rasulullah
tidak melakukan seperti itu.
2. Tradisi
mencari berkah
Berkah yang penulis
maksudkan dalam tulisan ini adalah rezki/kekayaan,kesembuhan,kekuatan
fisik,kekebalan dari senjata,bebas bala/bahaya,bebas dari kesialan.Ada
beberapa tradisi masyarakat untuk
mencari berkah antara lain kgiatan barzanji,mendatangi
dukun/paranormal,mendatangi kuburan/tempat keramat,korong tigi,annyangko bala,
ritual annyapu battang,memakai jimak-jimak atau batu-batu yang diyakini
bertuah,melepas ayam persembahan dan ’akmata-mata
benteng’.
a. Kegiatan barzanji
Kegiatan barzanji biasa dilakukan sebagai pelengkap acara
aqiqah ,sunatan,bangun atau pindah rumah,perkawinan , cuci rumah atas kematian
keluarga,ataupun hendak bepergian menunaikan ibadah haji/umrah.Masyarakat
meyakini bahwa melakukan barsanji bisa mendatangkan berkah,memudahkan rezki
ataupun membuang sial.
Allah dan Rasul-Nya
telah mengajarkan bahwa amalan yang dapat mendatangkan berkah,memudahkan rezki
atau menolak bala/bahaya adalah selalu berdoa langsung kepada
Allah,memperbanyak ibadah,selalu berzikir,selalu membaca Al Quran dan
memperbanyak sedekah,bukan dengan cara membaca buku karangan manusia yang kita
sendiri tidak mengerti isinya karena dibaca dalam bahasa Arab.Dalam QS Al
Ankabut:51 Allah menyatakan bahwa ”Sesungguhnya di dalam (Al Quran)
itu terdapat rahmat yang besar”.
Barzanji berisi
sejarah Nabi Muhammad yang ditulis oleh Syekh Jafar All Barzanji 530 tahun setelah
wafatnya Rasulullah.Tidak ada hadist yang menerangkan bahwa bila membaca
sejarah nabi kita akan memperoleh berkah,mudah rezki dan terbuang sial. Amalan
yang disyariatkan yang untuk Rasulullah SAW adalah bershalawat,mentaati perintah dan menjauhi larangannya dan
meneladani akhlaknya.Segala kesialan berupa kemiskinan musibah,kesengsaraan,
malapetaka,dan segala hal yang tidak menyenangkan adalah takdir yang telah ditetapkan
Allah.Perhatikan firman-firman Allah,seperti dalam QS.Al Hadid:22,”Tiada
suatu bencanapun yang menimpah di atas bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya”.Dalan Surat Al Ahzab dinyatakan bahwa ”Ketetapan
Allah itu adalah seuatu ketetapan yang pasti terjadi”. Karena ”Sesungguhnya kesialan itu adalah ketetapan Allah (QS.Al A’raf:231) maka ”Jika Allah menimpakan
kemudharatan/kesialan kepadamu,maka tidak ada yang dapat menghilangkannya
melainkan Dia sendiri”(QS.Al an aam:17). ”Hanya Allah
yang bisa menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia
kehendaki” (QS.Ar ra’du:39).Dan Allah mewahyukan kepada
Rasulullah agar menyampaikan kepada umatnya bahwa ”sekali-kali
tidak akan menimpah kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi
kami”(QS.Attaubah:51). Tidak ada bisa merubah takdir
kecuali Allah melalui usaha yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya seperti di atas.
Barzanji adalah
amalan yang bisa membuat orang menjadi syirik,karena lebih percaya pada
barzanji yang bisa mendatangkan berkah daripada
zikir,baca al Quran dan sedekah.Juga sebagian masyarakat Islam lebih
mengutamakan berjamaah barzanji di rumah daripada berjamaah shalat di
masjid,Mereka lebih memenuhi panggilan/undangan manusia untuk barzanji dari
pada undangan Allah (Azan) untuk shalat
di masjid.
b. Mendatangi kuburan/tempat keramat dan dukun/paranormal
Cari
berkah di tempat-tempat atau kuburan yang dianggap keramat atau pada
dukun-dukun tidak diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Mendatangi kuburan untuk
mendoakan keselamatan penghuni kubur adalah disunatkan oleh Rasulullah kepada laki-laki sedangkan kepada
perempuan tidak dianjurkan,bahkan dalam HR Tirmidzi yang disampaikan oleh Abu
Hurairah ra,”bahwasanya
Rasulullah SAW melaknak perempuan yang ziarah kubur”.Mendatangi kuburan dengan maksud mencari berkah,bernazar atau membayar
nazar adalah perbuatan bid’a/syirik karena di dalamnya di dalamnya terdapat
proses mempersekutukan Allah,yaitu kepercayaan pada keampuhan atau kekuatan
bila berdoa di tempat keramat dibanding dengan berdoa di masjid sebagaimana
yang diajarkan Rasulullah.Begitupun mencari berkah pada dukun atau orang-orang
pintar dilarang dalam agama.Rasulullah dalam HR Muslim bersabda:”Barangsiapa yang mendatangi dukun atau orang
pintar untuk suatu urusan maka tidak
diterima shalatnya selama 40 malam”.
c. Ritual Tolak bala/Annyangko bala
Ritual Annyangko bala sebagai
ritual mencari berkah yang isinya adalah berzikir di depan perdupaan dan media
lainnya tidak diajarkan oleh Rasulullah.Allah dan Rasul-Nya hanya mengajarkan
berzikir sedangkan perdupaan adalah kebiasaan jahiliah,jadi terdapat kegiatan
mencampuraduk antara yang hak dan yang batil yang dilarang oleh Allah.Allah
dalam QS Al Hadid:22dan Attaubah :51 menyatakan bahwa segala bala/bahaya yang
akan menimpa manusia telah ditetapkan dalam Kitab Lauh Mahfuzh jauh sebelum
manusia diciptakan.Apa yang telah ditetapkan pasti terjadi dan apa yang tidak
ditetapkan pasti tidak akan terjadi dan dan pernyataan Allah lainnya tentang
takdir manusia.
d. Ritual korong tigi
Cari
berkah atau buang sial melalui kegiatan korongtigi sebelum menikah tidak pernah
diajarkan dan diamalkan Rasulullah.Allah dan rasul-Nya telah mengajarkan cara
mencari berkah atau buang sial,bukan dengan cara memperlihatkan sebagian aurat
di depan orang lain,atau laki-laki lain
yang bukan muhrin lalu dipersilahkan menyentu bagian muka atau pangkal leher
calon mempelai itu, padahal dalam Islam kita dilarang menyentuh bagian tubuh
orang lain yang bukan muhrin.
Keyakinan dalam korongtigi
bergubungan dengan panjang atau pendeknya usia perkawinan,bahagia atau tidaknya
rumah tangga,ada atau tidaknya anak.Keyakinan itu sudah dijawab oleh Allah dan
Rasul-Nya bahwa masalah amal,nasib bahagia atau sengsara ,beranak anak atau
tidak adalah ketetapan Allah yang sudah tertulis dalam Lauh Mahpuzh.Tanpa
korotinggipun pasti panjang usia
perkawinannya kalau memang begitu takdirnya,begitupun ada tidaknya anak bukan
karena korongtigi tetapi sesuai dengan takdir (QS.Az zukhruf:50).
e. Ritual Annyapu battang
Cari
berkah atau buang sial melalui kegiatan annyapu battang,sama halnya dengan
kegiatan korongtigi.Apapun yang terjadi terhadap anak kita yang masih dalam
kandungan,reskinya,ajalnya,baik atau buruknya telah ditetapkan oleh Allah.Yang
ditakdirkan mati dalam kandungan pasti mati dalam kandungan.Yang ditakdirkan
cacat pasti akan cacat.”Dan kami tetapkan
dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan”(QS.Al Hajj:5).
f. Tolak bala dan barzanji sebelum pergi menunaikan ibadah haji/umrah
Melakukan ritual
annyangko bala dan barzanji sebelum bepergian ke tanah suci dengan harapan bisa
selamat dan lancar pelaksanaan haji adalah perbuatan merusak pahala dan menodai
kesucian haji. Haji adalah syariat Islam,sedangkan annyangko bala dan barzanji
hanyalah kebiasaan.Jadi terdapat tindakan mencampuraduk antara yang hak dengan
yang batil.Bagaimana ibadah haji akan menjadi sempurna kalau diawali dengan
melanggar larangan Allah,”Janganlah kamu mencampur aduk antara yang hak dengan yang
batil” (QS.Al Baqarah:42).Bagaimana mungkin kita bisa merah
haji mabrur kalau pelaksanaan haji disi dengan kegiatan-kegiatan batil/di luar
sunnah .
g. Percaya dan memakai benda-benda yang dianggap
bertuah
Cari berkah dengan memakai benda-benda yang diyakini bertuah/sakti,antara
lain jinak-jimak,batu-batu permata yang dianggap sakti,senjata/keris
tua,pangadakkang,atau melepas ayam ditempat tertentu atau ketika mendirikan
rumah.Allah dalam QS Annisa:48, sangat
membenci perbuatan syirik dan menyatakannya sebagai perbuatan yang tidak
terampuni.Menyakini kekuatan benda-benda di atas berarti meyakini kekuatan selain
Allah,maka termasuk syirik.Semua benda-benda tersebut dia atas menurut Allah
dalam QS.Yunus:18 tidak memiliki kekuatan apa-apa ”Tidak mampu mendatangkan mudharat/kerugian dan tidak pula mampu
mendatangkan manfaat/keuntungan”
h. Melepas ayam jantang ditempat tertentu atau ketika mendidikan rumah
.Mengenai melepas ayam
ditempat tertentu atau ketika mendirikan rumah (dalam Al Quran disebut
saaibah),adalah perbuatan jahiliyah yang “Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan
saaibah”
(QS.Al Maaidah:103).Rasulullah dalam HR Ahmad menyatakan bahwa “jampi-jampi,jimak-jimak dan tilawah adalah syirik”.Melepas ayam sebagai persembahan dan diyakini dapat menolak bahaya
atau mencegah agar roh-roh jahat tidak datang mengganggu orang yang melepas
atau penghuni rumah adalah perbuatan syirik,karena mengikuti kepercayaan dan
amalan di luar sunnah,Ayam diciptakan untuk dimakan bukan untuk dipersembahkan
kepada roh-roh.
i. Tradisi malam sebelum mendirikan rumah
Malam sebelum
mendirikan rumah biasanya ada kegiatan yang wajib dilakukan yaitu ’akmata-mata
benteng’ yang terdiri dari kegiatan membat air/akparek jeknek dan barzanji
dengan keyakinan akan mendatangkan berkah dan membuang kesialan pada rumah yang
akan dibangun.Mengundang berkah dan membuang kesialan dengan seperti ini tidak
diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam kegiatan
’apparek jeknek’,tukang rumah biasanya melakukan baca-baca mantra dan membuang
benda tertentu ke dalam air.Dari posisi benda yang dibuang itulah si tukang
memperoleh petunjuk bahwa rumah sudah bisa didirikan dan dijamin bisa
mendatangkan berkah dan bebas kesialan.Cara seperti itu adalah termasuk
ramalan.Rasulullah SAW melarang kita meramal dan mendati juru ramal/paranormal
karena siapa saja yang mendatangi peramal dan mempercayai ramalannya maka selain
tidak diterima shalat selama 40 hari,juga dianggap kafir terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad SAW yaitu Al Quran (HR.Muslim,Ahmad dan Al hakim).
3.Kepercayaan kepada waktu baik dan waktu
sial
Berhubungan dengan
waktu,dalam masyarakat Islam berkembang kepercayaan kepada waktu-waktu baik dan
waktu-waktu sial.Waktu baik diyakini dapat mendatangkan berkah,panjang
umur,rumah tangga yang langgeng,dan atau terhindar dari malapeta.Sedangkan
waktu sial diyakini dapat mendatangkan kesialan,pendek umur,keretakan rumah
tanggal,dan selalu dirundung musibah.
a. Mencari dan memakai waktu baik
Bagi Allah dan Rasul-Nya,semua
waktu adalah sama siang hari untuk mencari nafkah dan malan hari untuk istrahat
,keberuntungan dan kesialan tergantung dari manusia dalam menggunakan waktu
itu.Sebaik-baik matahari terbit (waktu) adalah bila diisi dengan ibadah dan
kegiatan yang bermanfaat sedangkan seburuk-buruk matahari terbit adalah bila
diisi dengan kemaksiatan dan perbuatan yang merugikan.Umumnya, masyarakat kalau
mencari waktu baik mereka mendatangi dukun atau orang yang dianggap
pintar,padahal Rasulullah melarang kita berbuat demikian.Orang yang selalau
mendatangi dukun/orang pintar dan menanyakan sesuatu padanya tidak diterima
shalatnya selama 40 hari (HR.Muslim).Orang yang mendatangi dukun/orang
pintar dan membenarkan ucapannya adalah orang kafir terhadap al Quran (HR.Ahmad
dan Al hakim).
Seandainya benar ada
waktu baik yang bisa mendatangkan berkah terhadap perkawinan maka tidak akan
ada lagi perceraian,tidak ada lagi rumah tangga yang sengsara,tidak ada lagi
kematian suami atau istri dalam waktu cepat karena umumnya mereka melangsungkan
pernikahan pada waktu yang diyakini baik.Semuanya tergantung pada takdir.Takdir
tidak tergantung pada baik atau buruknya waktu.Mengharapkan berkah pada waktu
yang diyakini baik adalah termasuk mempersekutukan Allah.
Menentukan waktu
baik hanya dengan menghitung-hitung
kalender Hijriah lalu dihubungkan dengan
sifat dari unsur tanah,air,angin dan air atau dengan cara lanilla
ádalah termasuk ramalan yang dilarang
oleh rasulullah SAW (HR.Muslim).
b. Menghindari waktu-waktu sial
Rasulullah tidak
pernah mengajarkan tentang adanya waktu-waktu sial,yang harus dihindari untuk
melakukan suatu kegiatan yang penting seperti sunatan,bangun rumah,pindah rumah
ataupun pernikahan.Dalam satu hari terjadi suatu peristiwa yang
berpasang-pasangan,dan terjadi pula takdir-takdir
manusia,takdir baik maupun takdir buruk.Allah dalam Al Quran Surat At
taubah:51 dan Al Hadid:22 menyampaikan
kepada kita bahwa apa yang telah ditetapkannya untukmu pasti terjadi padamu dan
apa yang tidak ditetapkan untukmu pasti tidak akan terjadi Manusia dengan
kekuatan atau amalan apapun tidak akan bisa merubah takdir,membuang
kesialan,apalagi dengan mencela waktu,menghindari waktu tertentu yang telah
diciptakan Allah .Rasulullah dalam HQR Bukhari menyampaikan keluhan Allah
terhadap manusia yang mencela waktu yang diciptakan-Nya.Oleh karena itu
Rasulullah bersabda “Janganlah kamu
mencela waktu karena Allahlah yang menciptakan waktu”.Tidak ada waktu yang sial,Yang sial adalah manusia yang menyia-nyiakan
waktu,yang mengisi waktu dengan amalan yang sia-sia dan tidak memanfaatkannya
dengan kegiatan amal sholeh.Dan Allah bersumpah dengan waktu”Sesungguhnya
manusia berada dalam kerugian/kesialan”
(QS.Al Ashr:2).Bulan Muharram yang dianggap sebagai bulan sial,ternyata dalam
Al Quran Allah sendiri menyatakannya
sebagai bulan yang disucikan (QS Attaubah:36).
Dalam sejarah Islam
telah terjadi beberapa peristiwa penting yang menunjutkan keistimewaan bulan
itu. Begitu istimewanya bulan Muharram sehingga para tokoh agama pada masa
Khalifah Umar ra,menetapkan Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender
islam,sebagai bulan kemenangan dan kesucian.Bulan Muharram bukan bulan sial
tetapi sebaliknya adalah bulan kemenangan dan kesucianBegitupun halnya hari
Rabu terakhir setiap bulan dalam kalender Hijriah sebagai waktu yang paling
sial,ditemukan sebuah hadist tetapi berdasarkan penyelidikan para ulama hadist
dinyatakan bahwa hadist tersebut adalah palsu yang tidak boleh dipercaya dan
ditakuti.
4. Kepercayaan pada takhyul/mitos.
Tahyul atau mitos
adalah kepercayaan orang-orang dahulu sebelum datangnya Islam yang secara turun
temurun mempengaruhi keyakinan dan perilaku masyarakat untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu karena percaya atau takut pada akibatnya.Takhyul
bertentangan dengan ketetapan takdir sebagaimana yang disebutkan Allah dalam QS
Attaubah:51 atau Al hadid:22 bahwa segala musibah/keburukan atau apa saja yang
akan terjadi pada diri manusia dan makhuluk lainnya sudah ditetapkan sebelum
makhluk itudicinptakan atau 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi
menurut keterangan Rasulullah.Takdir manusia dicatat kembali oleh malaikat
ketika kita masih berada di rahim ibu,sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam
QS.Al Hajj:5.Ada beberapa bentuk takhyul yang berkembang di masyarakat,antara
lain:
a. Pengantin baru wajib membeli niru/pakdingin dan
pisang panjang,supaya rumah tangganya penuh berkah,rezki berlimpah dan
panjang umurnya.Rezki dan umur adalah takdir,bukan ditentukan oleh membeli atau
tidaknya benda-benda seperti di atas.
b. Suami yang istrinya sedang ngidam atau hamil
tidak boleh menyembeli ayam karena bisa mengakibatkan kematian anaknya sebelum
lahir.Kepercayaan ini bertentangan dengan takdir yang telah ditetapkan
Allah,bahwa masalah cacat atau matinya anak dalam kandungan adalah takdir bukan
karena pengaruh perbuatan ayahnya yang menyembeli ayam.
c. Jangan makan
dengan memakai penutup panci karena kita bisa dijadikan “pannongko siri” atau penutup aib seorang perempuan atas perbuatan
laki-laki lain yang tidak mau bertanggung jawab.Masalah siapa yang kita nikahi
dan bagaimana peristiwanya adalah takdir seseorang,bukan karena makannya dengan
memakai penutup panci.
d. Perempauan yang haid tidak boleh ke kebun memetik
sayuran atau dedaunan karena mengakibatkan matinya tanaman.Yang dilarang
terhadap perempuan haid adalah melakukan ibadah seperti shalat,puasa,dll (QS.al
Baqarah:222).Sakit atau matinya tanaman bukan karena haidnya orang yang memetik
daunnya,kecuali kalau orang itu memetik sayuran sambil mencabut
tanamannya,tentu mati tanaman itu.
e. Tidak boleh mengeluarkan uang atau barang-barang
dalam rumah di malam hari karena bisa mendatangkan kesialan.Begitupun
beras yang sudah ada di dalam tempat beras tidak boleh diberikan pada orang
lain karena bisa membuat kita kehabisan beras. Tahyul ini bertentangan dengan
seruan Allah dalam QS. Al Maaidah:2 untuk “Bertolong
menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa”.Kesusahan itu datangnya secara tiba-tiba,bagaimana kalau datangnya di
malam hari lalu datang ke rumah minta tolong pinjam uang atau yang kehabis
beras lalu datang minta beras,haruskah ditunda sampai esok harinya untuk
menolongnya.Haruskah kita tinggalkan seruan Allah hanya karena takut pada takhyul ? meninggalkan seruan Allah hanya
karena takhyul adalah perbuatan syirik
f. Bagi orang yang akan melangsungkan pesta harus
melakukan ’appatinro berasak’ agar tamu berbondong-bondong datang membawa
beras.Appatinro berasak oleh orang yang dianggap ahlinya dipercaya dapat
mengundang rezki.Kegiatan ini bertentangan dengan cara yang diajarkan
Rasulullah yaitu dengan berdoa,memperbanyak ibadah dan bersedekan,bukan dengan
membaca mantra-mantra pada beras.
Banyak kurangnya tamu yang datang membawa beras tergantung dari diri
kita yaitu rajin atau tidaknya kita memenuhi undangan pesta orang lain dan
membwa beras.Karena sekarang ini apapun yang dibawa ke pesta pasti dicatat
sebagai dokumen untuk membalas bila mereka nantinya yang pesta.kalau jarang ke
pesta maka 1000 orang pun yang diundang datang appatinro berasak tidak akan mempengaruhi
datangnya tamu.
Kalau sekiranya
appatinro berasak itu bisa mempengaruhi kedatangan tamu maka mengapa tidak
dilakukan juga ’appatinro doek’ untuk mengundang datangnya uang dan ’appatinro
lipak’ untuk mengundang datangnya sarung karena yang dibawa kalau ada pesta
bukan saja beras,melainkan uang dan sarung/pakaian.Yang jelas rezki adalah
urusan Allah dan telah ditentukan.Yang telah ditentukan untuk kita pada akan
datang menemui kita dan yang tidak ditakdirkan untuk kita maka dipaksapun tidak
akan datang.
Perlu diketahui
bahwa takhyul itu tergantung pada manusia.kalau kita percaya dan menakutinya
maka setan akan bermain dibelakangnya mempermainkan kita.tetapi kalau kita
tidak percaya dan hanya percaya pada Rukun iman yang ke-6,paecaya pada
takdir,maka setan tidak akan berani mempermainkan kita,kita akan aman dari
akibat takhyul itu,yang jelas tidak akan terjadi apa-apa pada diri kita
melainkan apa yang telah ditakdirkan Allah terhadap diri kita.
5. Minta didoakan/Assuro ammaca
Minta didoakan atau assuro ammaca
adalah tradisi masyarakat,yaitu mengundang orang lain atau imam untuk
mendoakan.Doa pada acara ini biasanya menggunakan perdupaan dan makanan
terhidang, untuk keluarga yang telah meninggal,roh kuburan atau tempat yang
dianggap keramat,untuk nabi muhammad dan pada ritual annyangko bala.
Allah SWT telah
mengajarkan cara berdoa yaitu ’Berdoalah kepada Tuhanmu
dengan berendah diri dan suara yang lembut’
(QS.Al A’raf:55),’maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul
husna itu’ (QS.Al A’raf:180).Tidak diajarkan berdoa dengan
menggunakan asap dupa atau makanan terhidang. Allah mengajarkan kepada kita
untuk berdoa langsung kepada-nya tanpa perantara orang lain.
Allah telah
memperkenalkan dirinya dalam Al Quran
bahwa Dia amat dekat dengan kita dan mengabulkan doa-doa kita (QS.Al
baqarah:186),Dia lebih dekat daripada urat leher kita,mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hati kita (QS.Qaf:16).Dia selalu bersama kita dimanapun kita
berada (QS.Al Hadid:4).
a. Assuro ammaca untuk keluarga yang telah meninggal
Acara seperti ini
biasa dilakukan ketika memasuki bulan Ramadhan,setelah lebaran atau ketika
keluarga mengadakan pesta.Kirim-kirim makanan kepada orang yang telah meninggal
mustahil akan sampai pada tujuan melainkan hanya dinikmati (halusnya) oleh jin
yang merasa diaundang oleh asap dupa.Amalan ini bertentangan dengan Al Quran
yang menyatakan bahwa arwah penghuni kubur tidak mungkin berurusan lagi dengan
penghuni dunia ataupun kembali ke dunia sampai hari kebangkitan setelah
terjadinya kiamat.
b. Assuro ammaca untuk roh kuburan atau tempat
keramat.
Acara ini biasa
dilakukan atas petunjuk dukun atau guru tarekat yang sesat,antara lain dengan
mempersembahkan sesajian dari sembelihan hewan persembahan.Acara ini dilakukan
untuk mencari berkah,mengundang rezki atau menolak bala dengan perantaraan para
penghuni kuburan atau tempat keramat.Amalan seperti ini termasuk amalan syirik
yang tidak terampuni oleh Allah (QS.Annisa:48),Apa yang diseru atau dimintai
selain Allah itu ”tidak mampu mendatangkan mudharat dan tidak pula
mendatangkan manfaat” (QS.Yunus:18). Dalam QS.Al Ankabut:17 Allah
menyatakan bahwa ”Apa
saja yang kamu seru selain Allah itu adalah berhala dan kamu membuat dusta.Sesungguhnya
yang kamu seru selain Allah itu tidak mampu memberi rezki kepadamu”.
Menyembeli binatang atas nama selain Allah atau
selain yang diajarkan Allah adalah haram melakukannya dan haram memakan
dagingnya (QS.Al Baqarah:173).
c. Assuro ammaca nakbi
Pada acara ini doa
dan makanan dipersembahkan kepada Nabi Muhammad SAW,denagn mengaharap
berkah,rezki dan keselamatan melalui
perantaraan Nabi.Tidak ada kiriman khuhus untuk Rasulullah dari umatnya
selain yang diajarkan Allah SWT.Sebagai Umat Islam,tanda cinta dan pengakuan
kita terhadap Rasulullah yang diajarkan Allah adalah memperbanyak shalawat
kepada nabi,mentaati perintah dan menjauhi larangannya (QS.Annisa:59) dan
meneladani akhlak ataupun amalan agama Islam (QS.Al Ahzab:21).Rasulullah telah
menyatakan bahwa amalan yang tidak pernah diajarkan atau dicontohkan
olehnya adalah tertolak (HR.Muslim).Jadi kalau tertolak tentu apa yang
kita harapkan dari kegiatan tidak akan kesampaian atau sia-sia.
C. PUNUTUP
Islam adalah agama yang benar yang
dibangun diatas jalan keselamatan.Ajaran Islam tidak memberatkan
umatnya,melainkan memberi kemudahan.Islam ditegakkan di atas syariat yang telah
ditetapkan oelh Allah yaitu Al Quran dan Hadist.barang siapa yang melakukan
amalan diluar syariat berarti dia telah
melakukan
perbuatan yang ilegal.Oleh karena itu,marilah kita memanfaatkan alak yang
diberikan allah untuk memperlaji dan memahami syariat islam dan meninggalkan
amalan-amalan ilegal,sebagaimana seruan Allah “Bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang beraka/”Allah akan
menimpakan kemurkaannya kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya”(QS.Yunus:100) dan ingatlah pesan
Rasulullah SAW dalam HR Muslim “Barang
siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintahku maka
tertolak”,”Barangsiapa yang
mengada-ada dalam urusan agama kami maka tertolak.Segala yang mengada-ada
adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya neraka”.Ingatlah lah seruan Allah bahwa segala perbuatan akan
dipertanggungjawabkan dan diberi balasan yang setimpal.Jangan sia-siakan umurmu
dan jangan rusak ibadahmu dengan amalan-amalan yang tidak pernah disyariatkan
oleh Allah dan Rasul-Nya.Jangan malu bertanya karena malu bertanya akan sesat
jalannya. (Elsah. Palajau, Juni 2011)
Bagi anda yang hobby bermain judi online seperti :
BalasHapusBandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun, Domino, Bandar Poker dan Live Poker.
Mari segera bergabung bersama kami di www,s1288poker,com
Kami agen penyediaan jasa judi online terbaik dan terpercaya.
(PIN BBM : 7AC8D76B)