Senin, 13 April 2015

PENOMENA ‘PARAKANG’ DALAM MASYARAKAT JENEPONTO





“Parakang” adalah sebuah nama yang amat populer dalam masyarakat  Sulawesi Selatan termasuk yang tinggal di Kabupaten Jeneponto.Berbicara masalah parakang akan membuat bulu-bulu tangan kita merinding dan menimbulkan ketakutan.Memang parakang amat ditakuti oleh sebagian masyarakat karena suka mengganggu orang lain,baik mengganggu orang yang sakit maupun mengganggu orang yang sehat,termasuk yang dipercaya orang dapat membuat korban menjadi kesurupan. Penulispun pernah mengalami gangguan setan yang mungkin sejenis parakang saat sakit keras,karena nafas sesat dan melihat bayangan manusia di jendela.
Parakang oleh sebagian masyarakat diyakini sebagai makhluk jadi-jadian yang bisa berubah wujud seperti pohon,benda atau binatang.Bila menjelma sebagai binatang maka parakang dapat berwujud anjing atau kucing.Bedanya dengan binatang asli dengan binatang jadi-jadian ini adalah ekornya.Kalau anjing atau kucing asli memiliki ekor,sedangkan anjing/kucing parakang tidak memiliki ekor dan kai bagian belakang agak panjang/tinggi.
Menurut kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat,bahwa parakang itu adalah manusia yang menuntut dan mengamalkan ilmu-ilmu sesat,entah ilmu untuk kekayaan,pelancar usaha,dan sebagainya.Parakang dalam waktu-waktu tertentu terutama di malam hari berkeliaran mencari mangsa,seperti orang sakit,orang sekarat,bayi dan bahkan ada yang mencuri uang.
Keberadaan parakang dalam masyarakat diketahui dari adanya warga yang kesurupan yang ketika warga tersebut diobati oleh dukun atau ustaz,maka korban menjerit kesakitan lalu berbicara diluar kendali dengan menyebut tempat tinggalnya,namanya,tujuannya memasuki tubuh korban dan permintaan/persyaratannya untuk keluar.Dari kesurupan itu sehingga sebagian masyarakat mempercayai korban kemasukan parakang atau si A adalah seorang parakang.Nama si A sebagai parakang akan begitu cepat tersebar sehingga si A yang sudah dianggap parakang itu menjadi manusia yang ditakuti dan pada sisi lainnya dibenci.
Parakang menurut pengakuan seorang warga masyarakat yang memiliki ilmu yang bisa melihat parakang,yaitu parakang aslinya akan berjalan di malam hari dengan telanjang mencari mangsa atau mendatangi rumah-rumah warga yang sakit terutama yang sudah sekarat untuk mengisap salah satu organ tubuhnya,atau parakang bisa ditemukan di pinggir pantai pada malam Jumat.Caranya kalau mau melihat parakang menurut orang yang telah berpengalaman melihat parakang,yaitu pergilah ke pantai pada malam Jumat (tengah malam),sesampai di pantai maka keluarkan seluruh pakaianmu sambil berjalan menuju ke bangkai perahu maka tidak lama kemudian parakan wanita yang telanjang pula akan mendekatimu.
Parakang diyakini warga sebagai manusia yang bersekutu dengan setan dari bangsa jin,yang disebutnya sebagai orang yang telah menggadaikan akhiratnya dengan kenikmatan dunianya,makanya pada akhir hidup seorang parakang akan menderita sengsara dan kepayahan saat menghadapi sakratul maut,sehingga diberitakan bahwa manusia ‘parakang’ tidak akan bisa keluar rohnya kecuali kalau ada keluarganya atau anaknya yang rela menerima ilmu yang membuatnya menjadi parakang,artinya parakangnya pindah kepada keluarga/anaknya.
Di pandang dari sudut Islam,penulis mengemukakan bahwa parakang nama yang diberikan kepada manusia yang bersekutu dengan Iblis dan pasukannya untuk mencapai ambisi keduniaannya.Karena persekutuannya dengan setan maka setan tersebut bekerja atas nama manusia sekutunya itu dan manusia itupun bekerja sebagai balas jasa terhadap setan sekutunya,sehingga apabila manusia yang berlabel parakang itu dikecewakan,dihina atau disakiti maka setan sekutunya langsung bertendak sekalipun tidak diminta oleh sekutunya dengan menyakiti orang-orang yang mengecewakan,menghina atau menyakitinya hingga terjadilah yang disebut kesurupan.Jadi yang masuk pada tubuh orang kesurupan itu bukan roh manusia melainkan jin yang setelah di dalam tubuh mengaku-ngaku sebagai sekutunya.
Begitupula parakang yang menjelma sebagai jin atau anjing,sesungguh tubuh mereka tidak berubah menjadi anjing,kecing atau binatang lainnya melainkan permainan setanlah yang membuat mata kita melihatnya sebagai jin,sehingga bila angjing atau kucing yang dianggap jelmaan parakang itu kita pukul dengan kayu satu kali atau tiga kali maka akan membuatnya cacat,pincang atau bahkan mati di tempat dan ketika dipukul atau dibunuh maka besar kemungkinan setan akan meninggalkan sekutunya itu maka penglihatan matapun akan normal,artinya kita melihatnya dalam wujud manusia yang sebenarnya.Adanya perubahan wujud (padahal sebenarnya tidak berubah) yang membuat masyarakat mempercayai bahwa parakang itu sebagai makhluk jadi-jadian.
Parakang adalah setan yang merupakan perpaduan antara setan dari bangsa jin dan setan dari bangsa manusia,sehingga untuk menghadapinya kita perlu berhati-hati apalagi bila membunuhnya.Bila parakan yang menjelma sebagai kucing yang kita pukul atau bunuh dan yang membuatnya mati di tempat lalu tiba-tiba kembali ke wujud aslinya,maka dipastikan kita akan berurusan dengan hukum karena keluarganya akan menuntut dan kita bisa dipersalahkan dengan pasal pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Menghadapi gangguan parakang maka yang kita hadapi adalah setannya,bukan  manusianya,karena menghadapi manusianya dapat menimbulkan permusuhan sebab mereka pasti tidak menerima bila dirinya disebut parakang dan tuduhan tersebut tidak bisa dibuktikan secara hukum.Menghadapi setan dengan meminta bantuan dukun,dengan memakai jimat-jimat dan jampi-jampi maka itupun tidak dibolehkan dalam Islam karena sama saja kita meminta bantuan preman untuk melawan preman,apalagi besar sekali dosanya bila kita mendatangi atau meminta bantuan dukun karena berakibat sahalat kita tidak dterima selama 40 hari (HR.Muslim) atau kita dianggap kafir terhadap Al Quran (HR.Ahmad).Yang jelas meminta bantuan dukun adalah baggian dari kesyirikan.
Cara yang diajarkan Islam dalam mengadapi setan termasuk yang berlabel parakang adalah keimanan dan ketakwaan,seranglah dengan ayat-ayat zikir atau ayat-ayat pengusir setan,antara lain ayat kursi,tiga Qul dan sebagainya.Maka dengan izin Allah maka setan-setan itu tidak akan menggangu kita atau akan segera meninggalkan tubuh korban.Untuk melindungi keluarga yang sakit dari gangguan setan adalah ambil air segelas lalu bacakan Al Fatihah,Ayat Kursi dan 3 Qul lalu minumkan orang yang sakit dan sebagian percikkan pada dinding-dinding kamar,jendelan dan pintu agar parakang tidak bisa masuk.Usirlah kucing masuk ke kamar atau yang memandang orang sakit.
Namun demikian kita harus berhati-hari jangan sampai oaring kesurupan itu bukan kemasukan parakang melainkan kemasukan setan yang berlagak sebagai parakang untuk menyebarkan permusuhan,buruk sangka,dan fitnah dalam masyarakat.Makanya jangan terlalu cepat percaya omongan orang yang kesurupan karena bisa saja hanya bohong-bohong untuk merusak nama orang-orang yang dibencinya atau memang kemasukan setan yang mau merusak hubungan kemasyarakatan kita.Nama yang disebut-sebut orang yang kesurupan jangan langsung dipercaya bahwa dia adalah parakang karena bisa saja tipu daya setan yang bila tidak benar lalu kita sebarkan maka selalu merusak hubungan maka kita termasuk menyebarkan fitnah,bukankah fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan ?.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah hirobbilalamin...
    sangat ber manfa at beritanya pak
    semoga Allah membalas kebaikan mu pak dengan penuh Rahmat dan kasih sayang Allah

    BalasHapus
  2. Bagi anda yang hobby bermain judi online seperti :
    Bandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun, Domino, Bandar Poker dan Live Poker.
    Mari segera bergabung bersama kami di www,s1288poker,com
    Kami agen penyediaan jasa judi online terbaik dan terpercaya.
    (PIN BBM : 7AC8D76B)

    BalasHapus