Akhir akhir ini sering kali terjadi penomena
siswa kesurupan di lingkungan sekolah,termasuk yang pernah terjadi di sekolah
penulis yaitu SMP Negeri 2 Tarowang Kab.Jeneponto. Fenomena ini cukup membuat
pusing guru dan orang tua siswa karena selain menggangu siswa juga mengganggu
proses belajar mengajar di sekolah, mengapa hal ini sering terjadi pada akhir
akhir ini ?. Dahulu kasus kesurupan hanya dialami oleh perorangan yang
tinggal dipedesaan , dan jarang terjadi di perkotaan. Namun akhir akhir ini
justru kasus ini banyak terjadi pula di daerah perkotaan, dalam skala yang
besar. Kesurupan bukan hanya dialami satu atau dua orang tapi sampai puluhan
orang dalam waktu bersamaan, sehingga cukup merepotkan guru atau mendatangkan
ustaz atau mungkin paranormal yang berusaha mengatasi kasus tersebut.
Menurut pengetahuan yang berkembang di masyarakat
kesurupan terjadi karena adanya mahluk halus ruh atau jin atau kekuatan yang
merasuk kedalam tubuh seseorang. Kadangkala orang yang kesurupan berbicara
dengan bahasa lain yang pada kenyataannya tidak dikuasai oleh orang yang
kesurupan tersebut. Tekanan dan Nada suarapun berubah dari biasanya. Adakalanya
orang yang kesurupan mengaku sebagai ruh nenek moyangnya , penunggu pohon ,
rumah atau tempat tertentu, atau salah seorang tokoh masyarakat dimasa lalu. Di
sekolah penulis, siswa yang kesurupan mengaku sebagai ruh seorang gadis yang
bernama Saleha,yang mengaku tertembak 60 tahun yang lalu (dibenarkan oleh
pelaku penembakan),dia mengaku tinggal di salah satu WC Siswa.Mengaku pula
memasuki korban karena menyukai korban dan ingin menjadikannya sebagai
teman.Sedangkan siswa kesurupan lainnya mengaku bernama Murni,sebagai penghuni
Jembatan Canda di Kel.Tolo Selatan Kec.Kelara Jeneponto.
Banyak di antara kita yang tertipu oleh
ucapan orang yang kesurupan tersebut menyangka itu betul ruh nenek moyangnya
atau ruh manusia yang gentayangan karena mati secara tidak wajar,sehingga di
antara kita menyelesaikan kasus kesurupan ini dengan memenuhi permintaannya, seperti
diberikan sesajen,dibacakan Al Quran di tempatnya.Padahal semua semua itu
adalah tipu daya setan golongan Jin yang merasuk kedalam tubuh orang yang
kesurupan. Dalam Qur’an dikatakan bahwa Ruh orang yang sudah meninggal tidak
bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup , karena antara mereka dengan
kehidupan manusia dipisahkan oleh dinding yang amat kuat (barzakh)
sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100.
Peristiwa kesurupan terjadi akibat Jin
yang masuk kedalam tubuh manusia mempengaruhi fikiran dan gerak tubuh orang
tersebut. Jin biasanya masuk melalui ubun –ubun hingga separuh badan atau
sepenuh tubuh. Jika ia masuk separuh badan Jin hanya menguasai bagian atas tubuh
, ia berbicara dan menggerakan tangannya sesuai dengan keinginan Jin tersebut.
Orang yang dirasuki Jin tersebut bisa mendengar ucapan yang keluar dari
mulutnya namun tidak berdaya untuk menahan lidahnya dari mengucapkan kata kata
yang dinginkan mahluk Jin yang merasukinya, ia juga tidak mampu mengontrol
gerak tangan dan mimik wajahnya. Gerak tangan, mimik wajah dan kata-kata yang
diucapkannya sepenuhnya dikendalikan oleh mahluk Jin yang merasukinya.
Jika Jin masuk sepenuh badan , orang
yang dirasuki Jin tersebut akan hilang kesadarannya. Ia tidak tahu apa yang
diucapkan atau dilakukannya, seluruh tubuhnya sepenuhnya dibawah kontrol mahluk
Jin yang memasuki tubuhnya. Ia baru sadar setelah mahluk Jin tersebut keluar
dari tubuhnya. Jika ditanya hal yang dilakukan selama kesurupan ia tidak akan
bisa menjelaskan, karena ia memang tidak mengetahuinya, saat itu ia berada
dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dalam keadaan kesurupan biasanya tenaga
orang tersebut menjadi berlipat ganda sehingga bisa melepaskan diri walau dipegang
oleh tiga orang,atau bisa berbuat sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.
Sebab-sebab masuknya jin ke dalam tubuh
siswa
Ada beberapa penyebab masuknya jin ke
dalam tubuh siswa,antara lain:
1. Kondisi jiwa siswa
yang sedang labil,kacau,kosong,dan tidak mempunyai pegangan hidup yang kuat
untuk melindungi dirinya dari gangguan setan.
2. Kemarahan jin karena
habitatnya terganggu,seperti pihak sekolah menebang salah satu pohon dan
membongkar salah satu bangunan tua yang kebetulan adalah tempat tinggalnya.
3. Keinginan sendiri jin
itu karena ngin menyesatkan iman warga sekolah atau orang tua siswa dengan
meminta berbagai persyarakatan untuk membebaskan siswa tersebut.
4. Tanpa sengaja
mengganggu kediaman jin,seperti rebut-ribut di salah satu ruangan/tempat yang
kebetulan didiami oleh jin.
5. Siswa tersugesti
terhadap hal-hal yang berbau mistik,misalnya karena telah atau terbiasa
menonoton film setan-setan di TV atau media lainnya yang menimbulkan ketakutan
atau selalu membayangkan setan sehingga setan mudah memasukinya.
Mencegah dan mengatasi kesurupan
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan
oleh warga sekolah guna mencegah dan mengatasi terjadinya kesurupan di kalangan
siswa,antara lain:
1. Menanamkan akidah
yang benar terhadap siswa,antara lain jangan memakai jimak/mantra atau
jampi-jampi,senantiasa berdoa keluar rumah,senantiasa mengisi jiwa/hati dengan
banyak mengingat Allah.
2. Jangan mempercayai
ucapannya bila mengaku sebagai roh manusia yang gentayangan atau roh nenek
moyang,karena itu hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin yang ingin
menyesatkan kita.Kekuatan kita dalam membantu siswa yang kesurupan tergantung
pada keyakinan.kalu kita percaya omongannya sebagai roh manusia maka kita akan
dipandang lemah,tetapi kita percaya itu sebagai setan maka kita akan kuat
melawannya.
3. Jangan memenuhi
permintaannya sekalipun permintaannya itu adalah sebuah amalan ibadah,misalnya
menyuruh kita membaca Al Quran di tempatnya apalagi permintaan yang mengandung
kesyirikan,karena apapun permintaan setan tidak boleh kita penuhi.
4. Atasilah kesurupan
itu dengan cara yang diajarkan agama yaitu dengan membacakan ayat-ayat pengusir
setan pada air lalu minumkan atau kepada siswa yang kesurupan dan kalau perlu
ditambah dengan daun bidara,sedapat mungkin hindari meminta bantuan dukun untuk
menanganinya.
5. Usahakan siswa yang
kesurupan kalau perempuan ditangani oleh perempuan namun kalau terpaksa boleh
laki-laki asalkan jangan menyentuh kulit,karena menyentuh kulit yang bukan
muhrim itulah yang disukai oleh setan.
6. Bila kesurupan masih
tetap menyerang siswa maka berilah bimbingan khusus kepada korban untuk
mengatasi masalahnya yang mungkin membuat jiwanya labil dan membimbingnya
memperkuat pertahanan diri dengan banyak berzikir,rajin berbadah atau banyak
membaca Al Quran.
Demikianlah beberapa
informasi tentang cara mengatasi kasus kesurupan yang melanda siswa di sekolah
yang penulis ambil dari berbagai sumber dan juga pengalaman penulis dalam
menangani kasus kesurupan siswa di sekolah,dan kuncinya adalah kekuatan ada
pada diri siswa atau korban.Kalau siswa kuat maka setan tidak akan sanggup
mengganggunya,namun bila siswa lemah maka berapapun yang berusaha mengusir
setannya namun setan masih akan tetap mengganggunya.
Terima kasih atas bahasannya....
BalasHapussemoga sekolah kami juga selamat dari hal-hal yang kadang mengganggu anak2 kami perihal "kesurupan" tersebut...
Semoga Allah swt melindungi kita semua.... amiin