Selasa, 07 April 2015

MENCEGAH DAN MENGATASI KESURUPAN JIN DI LINGKUNGAN SEKOLAH



Akhir akhir ini sering kali terjadi penomena siswa kesurupan di lingkungan sekolah,termasuk yang pernah terjadi di sekolah penulis yaitu SMP Negeri 2 Tarowang Kab.Jeneponto. Fenomena ini cukup membuat pusing guru dan orang tua siswa karena selain menggangu siswa juga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, mengapa hal ini sering terjadi pada akhir akhir ini ?. Dahulu kasus kesurupan hanya dialami oleh perorangan  yang tinggal dipedesaan , dan jarang terjadi di perkotaan. Namun akhir akhir ini justru kasus ini banyak terjadi pula di daerah perkotaan, dalam skala yang besar. Kesurupan bukan hanya dialami satu atau dua orang tapi sampai puluhan orang dalam waktu bersamaan, sehingga cukup merepotkan guru atau mendatangkan ustaz atau mungkin paranormal yang berusaha mengatasi kasus tersebut.
Menurut pengetahuan yang berkembang di masyarakat kesurupan terjadi karena adanya mahluk halus ruh atau jin atau kekuatan yang merasuk kedalam tubuh seseorang. Kadangkala orang yang kesurupan berbicara dengan bahasa lain yang pada kenyataannya tidak dikuasai oleh orang yang kesurupan tersebut. Tekanan dan Nada suarapun berubah dari biasanya. Adakalanya orang yang kesurupan mengaku sebagai ruh nenek moyangnya , penunggu pohon , rumah atau tempat tertentu, atau salah seorang tokoh masyarakat dimasa lalu. Di sekolah penulis, siswa yang kesurupan mengaku sebagai ruh seorang gadis yang bernama Saleha,yang mengaku tertembak 60 tahun yang lalu (dibenarkan oleh pelaku penembakan),dia mengaku tinggal di salah satu WC Siswa.Mengaku pula memasuki korban karena menyukai korban dan ingin menjadikannya sebagai teman.Sedangkan siswa kesurupan lainnya mengaku bernama Murni,sebagai penghuni Jembatan Canda di Kel.Tolo Selatan Kec.Kelara Jeneponto.
Banyak di antara kita yang tertipu oleh ucapan orang yang kesurupan tersebut menyangka itu betul ruh nenek moyangnya atau ruh manusia yang gentayangan karena mati secara tidak wajar,sehingga di antara kita menyelesaikan kasus kesurupan ini dengan memenuhi permintaannya, seperti diberikan sesajen,dibacakan Al Quran di tempatnya.Padahal semua  semua itu adalah tipu daya setan golongan Jin yang merasuk  kedalam tubuh orang yang kesurupan. Dalam Qur’an dikatakan bahwa Ruh orang yang sudah meninggal tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup , karena antara mereka dengan kehidupan manusia dipisahkan oleh  dinding yang amat kuat  (barzakh) sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100.
Peristiwa kesurupan terjadi akibat Jin yang masuk kedalam tubuh manusia mempengaruhi fikiran dan gerak tubuh orang tersebut. Jin biasanya masuk melalui ubun –ubun hingga separuh badan atau sepenuh tubuh. Jika ia masuk separuh badan Jin hanya menguasai bagian atas tubuh , ia berbicara dan menggerakan tangannya sesuai dengan keinginan Jin tersebut. Orang yang dirasuki Jin tersebut bisa mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya namun tidak berdaya untuk menahan lidahnya dari mengucapkan kata kata yang dinginkan mahluk Jin yang merasukinya, ia juga tidak mampu mengontrol gerak tangan dan mimik wajahnya. Gerak tangan, mimik wajah dan kata-kata yang diucapkannya sepenuhnya dikendalikan oleh mahluk Jin yang merasukinya.
Jika Jin masuk sepenuh badan , orang yang dirasuki Jin tersebut akan hilang kesadarannya. Ia tidak tahu apa yang diucapkan atau dilakukannya, seluruh tubuhnya sepenuhnya dibawah kontrol mahluk Jin yang memasuki tubuhnya. Ia baru sadar setelah mahluk Jin tersebut keluar dari tubuhnya. Jika ditanya hal yang dilakukan selama kesurupan ia tidak akan bisa menjelaskan, karena ia memang tidak mengetahuinya, saat itu ia berada dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dalam keadaan kesurupan biasanya tenaga orang tersebut menjadi berlipat ganda sehingga bisa melepaskan diri walau dipegang oleh tiga orang,atau bisa berbuat sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.
Sebab-sebab masuknya jin ke dalam tubuh siswa
Ada beberapa penyebab masuknya jin ke dalam tubuh siswa,antara lain:
1.   Kondisi jiwa siswa yang sedang labil,kacau,kosong,dan tidak mempunyai pegangan hidup yang kuat untuk melindungi dirinya dari gangguan setan.
2.   Kemarahan jin karena habitatnya terganggu,seperti pihak sekolah menebang salah satu pohon dan membongkar salah satu bangunan tua yang kebetulan adalah tempat tinggalnya.
3.   Keinginan sendiri jin itu karena ngin menyesatkan iman warga sekolah atau orang tua siswa dengan meminta berbagai persyarakatan untuk membebaskan siswa tersebut.
4.   Tanpa sengaja mengganggu kediaman jin,seperti rebut-ribut di salah satu ruangan/tempat yang kebetulan didiami oleh jin.
5.   Siswa tersugesti terhadap hal-hal yang berbau mistik,misalnya karena telah atau terbiasa menonoton film setan-setan di TV atau media lainnya yang menimbulkan ketakutan atau selalu membayangkan setan sehingga setan mudah memasukinya.
Mencegah dan mengatasi kesurupan
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh warga sekolah guna mencegah dan mengatasi terjadinya kesurupan di kalangan siswa,antara lain:
1.   Menanamkan akidah yang benar terhadap siswa,antara lain jangan memakai jimak/mantra atau jampi-jampi,senantiasa berdoa keluar rumah,senantiasa mengisi jiwa/hati dengan banyak mengingat Allah.
2.   Jangan mempercayai ucapannya bila mengaku sebagai roh manusia yang gentayangan atau roh nenek moyang,karena itu hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin yang ingin menyesatkan kita.Kekuatan kita dalam membantu siswa yang kesurupan tergantung pada keyakinan.kalu kita percaya omongannya sebagai roh manusia maka kita akan dipandang lemah,tetapi kita percaya itu sebagai setan maka kita akan kuat melawannya.
3.   Jangan memenuhi permintaannya sekalipun permintaannya itu adalah sebuah amalan ibadah,misalnya menyuruh kita membaca Al Quran di tempatnya apalagi permintaan yang mengandung kesyirikan,karena apapun permintaan setan tidak boleh kita penuhi.
4.   Atasilah kesurupan itu dengan cara yang diajarkan agama yaitu dengan membacakan ayat-ayat pengusir setan pada air lalu minumkan atau kepada siswa yang kesurupan dan kalau perlu ditambah dengan daun bidara,sedapat mungkin hindari meminta bantuan dukun untuk menanganinya.
5.   Usahakan siswa yang kesurupan kalau perempuan ditangani oleh perempuan namun kalau terpaksa boleh laki-laki asalkan jangan menyentuh kulit,karena menyentuh kulit yang bukan muhrim itulah yang disukai oleh setan.
6.   Bila kesurupan masih tetap menyerang siswa maka berilah bimbingan khusus kepada korban untuk mengatasi masalahnya yang mungkin membuat jiwanya labil dan membimbingnya memperkuat pertahanan diri dengan banyak berzikir,rajin berbadah atau banyak membaca Al Quran.
Demikianlah beberapa informasi tentang cara mengatasi kasus kesurupan yang melanda siswa di sekolah yang penulis ambil dari berbagai sumber dan juga pengalaman penulis dalam menangani kasus kesurupan siswa di sekolah,dan kuncinya adalah kekuatan ada pada diri siswa atau korban.Kalau siswa kuat maka setan tidak akan sanggup mengganggunya,namun bila siswa lemah maka berapapun yang berusaha mengusir setannya namun setan masih akan tetap mengganggunya.

PENYESALAN SEORANG GURU PEMUJA JIMAT

Inilah Kisah Hidupku

Jimat amat popular dalam masyarakat,yang bukan hanya pada masyarakat awam tetapi juga masyarakat berpendidikan mempercayai dan menggantungkan harapannya terhadap benda mati tersebut.Termasuk diriku.Aku adalah seorang sarjana pendidikan yang berprosesi sebagai seorang guru.Sejak kuliah aku telah akrab dengan jimat,antara lain yang berupa mantra,foto, batu-batu cincing,keris kecil,mustika,kayu ajaib dan rajah yang dibungkus kain dan sebagainya.Jimat-jimat tersebut saya peroleh dari guru tarikat dan juga dari dukun-dukun dengan tujuan yang beraneka ragam,ada yang dipakai untuk wibawa,mahabbah,kekuatan,kekebalan dan bahkan untuk memperlancar rezkipun ada.
Jimat-jimat itu saya pakai sampai saya telah berumah tangga dan mempunyai anak karena saya belum menyadari bagaimana pengaruh jimat itu diri saya.Saya lahir pada tahun 1971 dan pada tahun 1999 saya terkena penyakit yang membuat tubuh saya menjadi lemah dan semakin melemah seiring dengan perjalanan waktu.Dokter ahli dalam,ahli tulang,ahli syaraf semuanya telah kudatangi namun tidak membuahkan hasil.Sudah pernah ditangani secara insentif di RSU Labuang Baji Makassar,di RSU Wahidin Makassar dan RSU Plamonia Makassar,Namun dokter-dokter ahli hanya menyuruh saya pulang karena penyakit tidak terdeteksi secara medis.Sebelumnya pula saya telah keluar masuk rumah dukun sampai 14 dukun yang saya datangi,namun tidak membuahkan hasil dan justru dukun-dukun itulah yang semakin mendekatkanku pada kesyirikan.Pengobatan alternatifpun saya tempuh namun belum juga membuahkan hasil.
Hingga suatu ketika aku berkunjung ke rumah seorang keluarga yang hendak merugyah saya yang bernama H.Safiuddin Dg Runtu.Sebelum merugyah beliau menanyakan padaku tentang benda-benda yang mengandung kesyirikan dan beliaupun memberiku Majalah Al Furqan Edisi tahun 2007 yang mengupas tentang kesyirikan.Hal inilah yang membuat saya tersadar bahwa betapa saya telah sesat selama ini,telah larut dalam kesyirikan.Rugyah hari itu belum memberi reaksi apa-apa.Namun,setelah sampai di rumah,malamnya saya berzikir sendiri di dalam kamar dan ternyata saya merasakan keanehan,tubuhku merinding lalu terguncang-guncang.Setelah kejadian itu aku mulai rajin berzikir dan membaca al Quran dan menyatakan diri bertaubat mendatangi dukun,bertaubat memakai jimat dan berjanji untuk  meninggalkan segala bentuk kesyirikan.
Walau kini penyakitku belum juga sembuh dan  bahkan fisik semakin lemah,namun jiwa tetap sehat karena saya (atas pertolongan Allah) telah bisa memahami takdir dan menerima apa yang telah terjadi pada diriku.Sebagai guru,aku tidak bisa mengikuti sertifikasi guru walau sudah tiga kali mendapat panggilan mengikut diklat sertfikasi,namun semua itu kuterima dengan lapang dada sebagai ketetapan Allah yang terbaik bagiku.
Walau dalam kondisi tidak senormal guru lainnya,namun aku tetap bersyukur kepada Allah karena masih tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya walau kini tidak bisa lagi memakai sandal.Aku bersyukur karena Allah telah memberiku tenaga atau kekuatan dalam bentuk yang lain,seiring tugas-tugasku di sekolah tidak terbengkala dan bahkan  saya bisa berbangga atas diri karena sanggup melaksanakan tugas dan pekerjaan yang melebihi dari guru-guru lainnya yang sehat dan kuat.Di sekolah,selain saya mengajar Mata Pelajaran PPKn,saya mendapat tugas tambahan pula dari kepala sekolah sebagai Kepala Perpustakaan,sebagai Guru Bimbingan dan Konseling yang senantiasa mengurusi siswa-siswa yang bermasalah dan masih aktif menulis di Majalah Suara Guru,aktif mengirim tulisan di Wacana Siap,aktif menulis di Blog SMP Negeri 2 Tarowang,Blog Dakwah, Blog Suara Pendidikan, Blog Kumpulan Cerpen Pribadi dan memiliki beberapa facebook dan halaman,yaitu fb Elsah Family,fb Keluarga Sakinah,fb Palajau Memilih,fb Suara Pendidikan,fb Muslim Sunnah dan halaman Tegakkan Sunnah Tinggalkan Bid’ah.
Saya telah menyadari bahwa penyakit dan kelemahan fisik selama ini adalah akibat dari kesyirikanku atau kedekatanku dengan jimat-jimat.Jimat-jimatlah yang membuat setan-setan dari bangsa jin dekat denganku,jimat dan ilmu kekebalanlah yang membuat setan bebas masuk ke dalam tubuhku dan yang kini membuat tubuhku menjadi lemah dan setan itu masih susah untuk meninggalkan tubuh padahal aku telah melakukan ruqyah mandiri dan diruqyah oleh Ustaz Sumardi di Klinik Wildan Bulukumba namun setan-setan masih keluar masuk.Aku telah bertaubah kepada Allah dan mudah-mudahan Allah berkenang menerima taubatku. Mudah-mudahan Allah menjadikan penyakitku ini sebagai balasan atas dosa-dosa kesyirikanku yang lalu dan tidak menghukumku lagi di negeri akhirat.
Satu hal yang sangat kusyukuri atas penyakit saya yang belum kunjung sembuh ini adalah kesadaran dan kesabaran.Penyakitlah yang mampu membuka mata hatiku sehingga bisa melihat kebenaran,melihat dengan jelas dosa-dosa yang pernah kulakukan,membuatku rajin membaca buku-buku agama,membuatku akrab dengan al Quran dan hadis-hadis sehingga saya bisa mengenal Islam yang sebenarnya,sehingga aku bisa melakukan ibadah sesuai dengan sunnah dan memiliki kekuatan untuk meninggalkan bid’ah-bid’ah yang berkembang dalam masyarakat.Kesesatanku di masa lalu kuingin menebusnya dengan senantiasa berdakwah kepada saudara-saudaraku agar berhati-hati dengan tipu daya setan,melalui dunia maya akan kudakwakan kepada masyarakat agar melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dan meninggalkan bid’ah-bid’ah sebelum datangnya penyesalah di negeri akhirat.
Satu pelajaran berharga bila datang penyakitku yang sakitnya luar bisa,ingatanku langsung tertuju ke alam kubur dan saya pasti ingat Allah “Ya Allah,siksaan seperti ini saya yang Engkau berikan kepadaku di alam kubur atau neraka,saya tidak sanggup menanggungnya apalagi bila siksaan yang jauh lebih dahsyat,jadikanlah penyakitku ini sebagai tebusan atas dosa-dosaku”.Bila membayangkan dahsyatnya siksa kubur maka dalam kondisi apapun saya akan berusaha melaksnakan shalat wajib,karena saya tidak mau lagi gara-gara penyakit dosa saya bertambah karena meninggalkan shalat.
Wahai saudaraku,kini aku benar-benar menyesal dalam kebodohan, menyesal tidak memanfaatkan masa muda dengan menuntut ilmu-ilmu yang benar,saya hanya habiskan waktu bersama dengan guru tarekat yang berprofesi sebagai dukun yang telah mengajarku kesesatan dan kesyirikan.Sebelum kalian menyesal seperti saya,baik di dunia maupun di akhirat,maka manfaatkanlah sisa-sisa hidupmu dengan menuntut ilmu untuk memahami Islam yang sebenarnya,agar kalian tidak larut dalam kesesatan dan kesyirikan yang banyak berkembang dalam masyarakat Islam,yang banyak mengaku Ahlu Sunnah Wal jamaah tetap dalam kenyataannya amat jauh dari sunnah,justru sebaliknya bid’ah-bd’ahlah yang dianggap sebagai sunnah.
Pahami Islam yang sebenarnya baik dengan melalui membaca,bertanya atau ikut pada pengajian,karena pemahaman kita terhadap ajaran Islam yang sebenarnya akan membuat setan segan mengganggu kita,segan menanamkan kesesatan dan bahkan guru-guru tarekat atau dukun-dukun akan segan berbicara ajaran Islam dengan kita.Hanya pemahaman yang membuat kita bisa membedakan antara yang hak dengan batil,antara yang baik dengan buruk atau antara yang halal dengan yang haram,dan antara yang sunnah dengan yang bid’ah.Jauhilah dukun,jauhilah jimat-jimat,berhati-hatilah bertarikat dan  ilmu-lmu sesat lainnya karena semua itu akan membuat hidup tidak tenang dan dalam penyesalan,kalau tidak menyesal di dunia maka kalian akan menyesal di akhirat seperti yang saya telah rasakan,dan benar yang dikatakan oleh hadis:
Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melihat di tangan seorang laki-laki terdapat gelang dari tembaga, maka beliau berkata, “Celaka engkau, apa ini?” Orang itu berkata, “Untuk menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan.” Beliau bersabda, “Ketahuilah, benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.”(HR. Ahmad)
Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna termasuk dari kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Senin, 06 April 2015

ASAL MULA DAN PERSPEKTIF TRADISI “AJEKNEK-JEKNEK SAPPARA” DI DESA BALTAR KEC.TAROWANG KAB.JENEPONTO



             Tidak ada dokumen otentik baik tertulis maupun bukti lainnya yang menceritakan tentang asal mula tradisi akjeknek-jeknek sappara,informasi yang penulis peroleh hanya berumber dari beberapa orang tua dan tokoh adat Masyarakat di sekitar lokasi yang penulis himpun pada tahun 1999.Jadi penulis tidak memberi jaminan bahwa seluruh isi tulisan ini atau yang diceritakan oleh sumber secara turun temurun adalah 100 % benar.Dan sebelumnya penulis mohon maaf kepada masyarakat Balang Loe Tarowang dan sekitarnya,bila ada kesalahan dalam tulisan ini.Berikut kisahnya.
             Pada zaman dahulu,sekitar 500 tahun yang lalu atau sekitar abad ke-16 datang seorang tabib dari Sumbawa Nusa Tenggara Barat bersama keluarganya ke salah satu kampung dalam wilayah Kerajaan Tarowang,kampung tersebut sekarang bernama Balangloe.Tabib tersebut-yang oleh sumber tidak mengenal namanya-sangat disegani,dihormati dan disukai oleh masyarakat Kerajaan Tarowang,karena orangnya baik,suka menolong dan memiliki keahlian untuk mengobati segala macam penyakit dengan ramuan tradisional.Berapa orang telah diobati dan atas izin Allah disembuhkannya dengan tidak memasang tariff.Banyak yang memberinya hadiah sebagai ungkapan terima hasihnya sehingga tabib menjadi kaya dan membangun rumah yang besar.Selain ahli mengobati,tabib itu ahli pula menyunat sehingga banyak yang meminta bantuannya untuk menyunat anak-anaknya.
            Waktupun berjalan,hingga suatu ketiga seorang keluarga Kerajaan Gowa (Sombayya ri Gowa) menderita suatu penyakit kronis.Sudah beberapa tabib kerajaan telah mengobati namun kesembuhan belum berpihak padanya.Hingga pihak kerajaan mendengar berita keahlian tabib Sumbawa yang tinggal di Kerajaan Tarowang,maka datanglah utusan Kerajaan Gowa menjemput Sang Tabib ke kerajaan untuk mengobati keluarga raja.Nampaknya takdir kesembuhan telah datang kepada keluarga raja yang sakit.Beberapa hari setelah diobati oleh tabib darinKerajaan Tarowang,maka keluarga raja sudah bisa menghirup udara kesembuhan.Rajapun gembira lalu memberikan beberapa hadiah kepada tabib yang berhasil mengobatinya.Dengan diantar oleh beberapa utusan kerajaan,tabib itu pulang ke Balang loe.
            Sesampai di Balang loe,utusan Kerajaan Gowa menjadi terheran-heran melihat kekayaan dan kebesaran rumah Sang Tabib hingga di antaranya ada yang menyindir bahwa hanya raja yang bisa memiliki rumah seperti itu.Sindiran itu membuat Sang Tabib tersinggung dan menjadi beban dalam hidupnya hingga suatu waktu berubah hati untuk kembali ke tanah kelahirannya,Sumbawa.
Niat Sang Tabib untuk kembali ke Sumbawa disambut duka cita oleh masyarakat Kerajaan Tarowang terutama yang tinggal di kampung Balangloe.Bagaimana tidak berduka dan bersedih kalau orang yang selama ini dicinta dan menjadi penolongnya akan meninggalkannya,namun mereka tidak punya daya untuk menghalanginya.Dengan berat hati warga Kerajaan Tarowang melepas kepergian sang Tabib bersama keluarganya.Kata sumber itu terjadi pada pertengahan Bulan Safar.
Sang Tabib kembali ke tanah asalnya dengan naik perahu yang dilepas oleh masyarakat di pantai Balang loe.Sebagai wujud rasa cinta masyarakat,maka mereka membekali Sang Tabib dengan berbagai ole-ole makanan dan lainnya.Masyarakat hanya bisa pasrah dan dengan linangan air mata menyaksikan orang yang dicintainya meninggalkan Balang Loe,mereka berdiri di pantai memandang terus sampai perahu yang membawa Sang tabib tak Nampak lagi di matanya.
             Waktupun berjalan terus.Purnama berganti-ganti.Hingga bebarapa tahun atau ratusan tahun,kala kisah Sang Tabib mulai dilupakan masyarakat,terjadilah takdir yang bakal membuka ingatan masyarakat Kerajaan Tarowang tetang orang yang pernah dianggapnya sebagai pahlawan kehidupan.Tersebutlah kisah di mana salah seorang kelaurga Kerajaan Tarowang mengidap penyakit kronis.Sudah beberapa tabib atau orang pintar mengobati didatangkan namun mereka pula dengan kegagalan.Hingga suatu malam pihak keluarga raja atau orang yang sakit bermimpi melihat dirinya dan keluarganya mandi-mandi di Pantai Balang loe.Atas mimpi itulah mereka bernazar bahwa bila sembuh maka akan pergi mandi-mandi di Pantai Balang Loe,lalu entah siapa yang menceritakan sehingga kisah Tabib dari Sumbawa itu terungkap.Setelah bernazar maka keluarga raja yang sakit itupun berangsur-angsur sembuh,sampai akhirnya nazarpun dilaksanakan dengan cara tradisional,yaitu membawa sesajen persembahan ke Sang Tabib yang diyakini mengobati penyakit keluarga raja lalu Mandi-mandi.
            Keajaiban yang dialami keluarga raja yang sembuh setelah bermimpi dan bernazar tersebar luas,sampai kian waktu semakin bertambah orang yang mendatangi Pantai Balang loe untuk mandi-mandi terutama pada Bulan Safar,sampai akhirnya berkembang kepercayaan bahwa Pantai Balang Loe angker,penghuninya yang diyakini Roh Sang Tabib masih bisa menolong masyarakat dengan cara mandi-mandi di Pantai Balang Loe.Kepercayaan itulah yang mendorong lahirnya ritual upacara adat setiap tahunnya pada pertengahan Bulan Safar yang diberi nama “Akjeknek-Jeknek Sappara” (Mandi-mandi di Bulan Safar).Keyakinan bahwa roh Sang Tabib hadir pada acara pesta adat membuat masyarakat menyambutnya dengan suka cita dan penghormatan,antara lain mempersembahkan hiburan “Assempak”,mempersebahkan sesajen dan ritual penghormatan.Masyarakatpun berdatangan dengan berbagai tujuan dan keyakinan.Ada yang datang hanya sekedar melihat keramaian,namun kebanyakan di antara mereka yang datang dengan membawa keyakinan,antara lain mempersembahkan sesajen untuk mengharap berkah atau menghindari kemudaratan,ada yang datang untuk mengambil benang atau kayu yang nantinya djadikan jimak mempermuda jodoh atau memperancar usaha.
            Waktu terus berjalan menuju ke era modern.Tradisi upacara adat “Akjeknek-jeknek Sappara”pun mengalami kemajuan kearah modernisasi.Kalau dulu hanya dihadiri oleh warga masyarakat Kerajaan Tarowang,kini dihadiri pula oleh masyarakat luar Kabupaten Jeneponto.Kalau dulu hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh adat,kini pemerintah telah ikut berpartisifasi.Kalau dulu hanya dimeriahkan dengan acara adu ayam (Aklotteng),adu manusia (Assempak),dan upacara adat (appaenteng panggadakkan),kini telah di meriahkan dengan pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni,dan ajang promosi diri bagi calon-calon pemimpin.Kalau dulu hanya untuk mengenang jasa-jasa Sang Tabib,kini telah dilengkapi untuk mengenang keberadaan kerajaan Tarowang.Kalau dulu hanya menggunakan musik tradisional (Ganrang tallu),kini dilengkapi dengan musik modern (elekton).
          Tradisi “Akjeknek-jeknek Sappara” memliki prosfektik yang cerah karena sudah menjadi agenda tahunan masyarakat bahkan pemerintah kabupaten,karena oleh pihak pemerintah memandangnya sebagai suatu budaya yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai wisata,ekonomi dan silaturrahmi.Apalagi setelah terbentuk Kecamatan Tarowang melalui Perda Kab.Jeneponto No.9 Tahun 2006.Media massapun memperomosikannya.Namun,yang menjadi pertanyaan bagi kita yang Beragama Islam apakah kepercayaan atau keyakinan masyarakat yang ada di dalamnya juga akan terus berkembang,sehingga sampai meninggal mereka akan mempersembahkan sesajen di laut karena didorong oleh “harap dan takut”,atau akan memperebutkan benang dan kayu untuk dijadikan jimak ?. Apakah praktek judi sabun ayam akan terus berlanjut ?Jawabannya kita kembalikan ke diri kita masing-masing.Dan kita berharap agar hal-hal yang positif kita teruskan dan tingkatkan dan hal-hal negatif kita luruskan dan tinggalkan.Sebagai pesta rakyat yang bernilai ekonomi,wisata,kerativitas dan silaturrahim,kita dukun demi pembangunan daerah kita terutama Kecamatan Tarowang,tetapi hal-hal yang bisa merusak akidah ini yang perlu kita luruskan dan menjadi tanggaung jawab kita semua terutama para ulama ulama atau tokoh agama Desa Balangloe Tarowang khusnya dan Kab.Jeneponto umumnya agar masyarakat bisa membedakan antara tradisi murni dengan tradisi yang mengadung kesyirikan.

Minggu, 05 April 2015

ARWAH MANUSIA GENTAYANGAN,BENARKAH ?



Dalam masyarakat Islam seperti di Indonesia ini,berkembang kepercayaan pada sebahagian besar umat Islam tetang arwah manusia yang jasadnya telah terkubur berkeliaran di alam dunia.Antara lain kepercayaan yang berkembang adalah:
a.       Arwah gentayangan,yaitu arwah yang diyakini tidak/ belum mempunyai tempat yang tetap di alam kubur. Arwah gentayangan ini lahir berbagai istilah,di antaranya arwah penasaran , pocong,hantu,sundel bolong,kuntilanak,dan lain-lain. Arwah gentayangan ini diyakini masih berkeliaran dimuka bumi dan menganggu orang-orang masih hidup,terutama yang terkait dengan sebab-sebab kematianya,seperti yang digambarkan dalam sinetron-sinetron atau film horror.
b.      Arwah berkeliaran,yaitu arwah yang diyakini sudah memiliki tempat di alam kubur,namun pada waktu-waktu tertentu berkeliaran di muka bumi atau menemui keluarganya,seperti hari tertentu seelah dikuburkan (20 hari,40 hari,atau 100 harinya),memasuki bulan puasa,pada hari lebaran,dan sebagainya. Arwah ini bisa menganggu bila tidak dihormari kehadirannya,atau bisa membuat seseorang kesurupan.
c.       Hidup kembali ke dunia,yaitu arwah yang diyakini memperoleh izin dari Allah( karena ketinggian ilmunya)untuk menjalani kembali kehidupan dunia di tempat atau pada tubuh yang lain (reinkarnasi dalam istilah Hindu)
               
                                Kepercayaan terhadap arwah gentayangan melahirkan ritual mengusir roh jahat,sedangkan kepercayaan kepada roh berkeliaran melahirkan ritual “assuro ammaca”/persembahan sesajen dan kepercayaan kepada kehidupan kembali(reingkarnasi)mendorong manusia menuntut ilmu tertentu. Apakah kepercayaan seperti itu diajarkan dalam Islam ?.
                                Berbicara masalah arwah/roh berarti berbicara masala alam gaib.Allah telah menyampaikan bahwa masalah roh itu adalah urusan Allah,manusia tidak diberi pengetahuan tentang roh melainkan hanya sedikit.Yang sedikit itulah dapat kita cari atau kaji melalui Al Quran dan Sunnah Rasulu SAW.
Allah melalui Al Quran tidak mengajarkan adanya arwah manusia yang sudah berada di dalam kubur(baik arwah yang baik maupun arwah yang jahat) bisa kembali berkeliaran d imuka bumi ini baik untuk mengganggu maupun untuk menolong manusia yang masih hidup. Tidak ada pula keterangan dalam Al Quran bahwa orang mati bisa masuk kedalam tubuh manusia yang masih hidup (kesurupan). Dalam Q.S Al Mukminum:99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali kedunia,kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat)terkurung dalam penjara alam kubur. Begitupun yang dimaksudkan pada Q.S Arrum:56),jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini .
                                Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setelah arwah/roh keluar dari tubuh manusia (mati),arwah itu diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah).Setelah itu dikembalikan ke alam kubur. Di alam kubur arwah mendapat introgasi/pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Berdasarkan hasil pemeriksaan itulah arwah ditempatkan pada tempat yang layak baginya”kemudian dibukakanlah untuknya pintu ke arah surga.Lalu kepadanya dikatakan; Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserahkan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya.Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan amat berbahagia.Kemudian dilebarkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya.Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu.Rohnya diletakkan di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger di salah satu pohon surga”(H.R Ahmad)”.
             Sedangkan manusia yang durhaka tempatnya  di dalam penjara yang panas di bawah tanah yang dibatasi oleh dinding.Sebagai mana yang diberikan Allah bahwa”di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan”(Al Mu’minum:100).Dan Allah telah memperlihatkan kepada Rasulullah SAW tentang siksaan orang-orang yang durhaka didalam kubur(HR.Bukhari).Jadi secara logika (akal) bahwa roh yang telah merasakan kenikmatan alam kubur tidak akan mungkin tertarik lagi untuk kembali ke dunia mencari kenikamatan berupa makanan,sedangkan roh yang terpenjara tidak akan mungkin pula bebas meninggalkan penjaranya berkeliaran di alam dunia.
            Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada arwah gentayangan,yang ada adalah arwah orang mukmin tidak bisa terangkat ke atas gara-gara utangnya yang belum terbayar olehnya atau oleh keluarganya.Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada hantu,dalam arti roh mati kedunia mengganggu manusia (HR.Muslim).Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin.Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu.Setanlah yang masuk kedalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagai orang tua,atau orang-orang saleh karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk kedalam tubuh manusia,sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa,’’Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah ‘’(HR.Bukhari Muslim).Setinggi-tingginya ilmu manusia,tidak ada yang diberi kemampuan untuk masuk kedalam tubuh manusia lainnya.Apa yang kita dengar dari orang-orang yang kesurupan itu hanyalah tipu daya setan yang mengaku-ngaku sebagai manuisa.
Dengan tipu daya seperti itu,setan menyesatkan manusia,merusak iman dan menyuruhnya melakukan amalan-amalan sesat seperti mempersembahkan sesajen,memakai jimak atau jampi-jampi atau menyuruh mendatangi suatu tempat/kuburan yang dianggap keramat.Janganlah tertipu,walaupun mereka mengaku sebagai Allah,sebagai Malaikat,sebagai Nabi,dan sebagai orang saleh,jangan dipercaya,jangan diikuti kemauannya atau perntahnya sekalipun perintahnya itu untuk melakukan kebajikan atau suatu ibadah dan jangan ditakuti ancamannya.Hanya kepada Allahlah kita takut dan hanya  kepada-Nya kita berlindung.
Kalau ada orang yang mengaku pintar,bisa berkomunikasi dengan arwah atau bisa memanggil arwah seseorang lalu memasukkannya ke dalam tubuh seseorang lalu mengajaknya berbicara,atau memanggilnya dalam suatu permainan (misalnya jelangkung) maka yakinlah bahwa datang atau yang memasuki tubuh seseorang adalah setan dari bangsa jin,bukan arwah manusia.Sekalipun arwah itu menampakkan diri dihadapan kita yang seperti aslinya,maka yakinlah bahwa setan mampu melakukan semua itu untuk urusan tipu daya manusia,agar manusia bisa tertarik untuk memiliki ilmu seperti orang yang mengaku pintar itu.Jadi kesimpulannya adalah:
1.       Tidak ada arwah gentayangan dalam ajaran Islam,yang ada adalah tipu daya setan dari bangsa jin.
2.       Karena itu hanya tipu daya setan untuk menyesatkan manusia,maka apapun omongannya jangan dipercaya,jangan diikuti perintahnya,jangan dipenuhi permintaannya dan jangan ditakuti ancamannya.
3.       Kepercayaan kepada arwah gentayangan dapat membuat kita tersesat dengan melakukan amalan-amalan yang tidak disyariatkan dalam Islam dan yang mengandung kesyirikan.
Dan hanya kepada Allahlah kita memohon perlindungan dari segala tipu daya setan.Wallahu a’lam.(Palajau,Desember 2014).