Rabu, 06 Mei 2015

KEBENARAN DALAM ISLAM


            Allah menurunkann Al Qur’an sebagai rahmat,petunjuk dan pelajaran bagi manusia. Al Quran berisi kebenaran dan memerintahkan manusia untuk berjalan di atas kebenaran dan menjauhi kebatilan.Kebenaran akan membawa manusia kepada kebahagiaan dan kebatilan akan membawa manusia kepada kesengsaraan hidup.Seorang manusia tidak akan bingung atau terombang ambing bila memegang prinsip dalam beragama Islam dalam melihat kebenaran,antara lain:
1.      Kebenaran adalah ajaran (kepercayaan dan amalan) yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul. Ajaran yang bertentangan dengan Al Qur’an dan sunnah adalah kebatilan/kesesatan.”Maka tidak ada sesudah kebenaran itu,melainkan kesesatan.” (QS. Yunus:32).
2.      Tidak ada ibadah kecuali yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Amalan yang menyerupai ibadah yang tidak disyariyatkan  hanyalah sebuah kebatilan atau kesesatan.
3.      Islam telah sempurna (QS.Al Maaidah:3).Semua hal atau perkara telah diatur di dalam Al Quran (QS. Al An Aam:38). Semua bentuk amalan kebaikan yang bernilai ibadah-yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka-telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.Amalan baru yang disangka bernilai ibadah tetapi tidak memiliki dalil syarii untuk melakukannya adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat (HR.Muslim,Ahmad,Abu Dawud,Ibnu Majah dan Tarmidzi).
4.      Tidak ada kewajiban bagi manusia yang tidak sanggup melakukannya.Janganlah memaksakan diri untuk melakukan suatu ibadah yang tidak sanggup dilakukan. Islam menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan atau sesuatu yang memberatkan.
5.      Tata Urutan Sumber hukum/landasan kebenaran bagi penulis adalah:
a.      Al Quran
b.      Hadis Rasulullah SAW yang sejalan/sesuai atau yang tidak bertentangan dengan Al Quran (Sunnah Rasul).
c.       Sunnah atau pendapat para sahabat Rasulullah SAW yang sejalan/sesuai atau yang tidak bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah Rasul.
d.      Kesepakatan,hasil musyawarah atau pendapat ulama yang sejalan/sesuai atau yang tidak bertentangan dengan Al Quran,Sunnah Rasul dan Sunnah Sahabat Rasul yang mendapat petunjuk.
e.      Kias yang sesuai atau tidak bertentangan dengan Sunnah Rasul atau sunnah sahabat yang mendapat petunjuk.
f.        Akal pikiran yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasul
g.      Tradisi masyarakat dalam hal kemudahan/fasilitas pelaksanaan suatu ibadah yang tidak bertentangan atau tidak dalil yang melarang,dalam Al Quran,sunnah Rasul dan sunnah sahabat rasul yang mendapat petunjuk.
Untuk menentukan suatu amalan yang dianggap ibadah, yaitu yang di dalamnya terkandung suatu harapan (pahala) dan rasa takut (dosa atau kesusahan), maka kita kembalikan kepada solusi yang di berikan Allah, yaitu kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul (QS.An Nisaa:59):
a.      Suatu pendapat /ajaran atau kias dikatakan benar bila pendapat/ajaran itu sesuai dengan Al Qur’an dan hadist.Dan bila bertentangan, maka pendapat/ajaran itu salah/sesat dan menyesatkan
b.      Sunnah Rasul/Hadis adalah penjelasan atau keterangan-keterangan untuk Al Qu’an. Tidaklah mungkin Hadis bertentangan dengan Al Qur’an.Hadis yang bertentangan dengan Al Qur’an tidak bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan suatu amalan,bila amalan itu  tidak pernah diperintahkan atau dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Amalan yang diada-adakan diharamkan oleh Allah (Qs Al A’raf:33) dan Rasulullah SAW menyatakannya sebagai amalan yang di tolak atau sesat.
”Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintah kami maka tertolak”.(HR.Bukhari-Muslim).
“Jauhilah perkara baru yang diada-adakan (dalam agama),karena segala perkara baru yang di ada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”(HR.Abu Dawud,Inbu Majah dan Tirmidzi).
Suatu amalan dapat dikatakan sebagai amalan ibadah bila amalan itu disyariatkan oleh Allah dan Rasul dan ada tuntunan pelaksanaannya dari Rasulullah SAW.Suatu amalan ibadah dapat diterima bilamana memenuhi dua syarat,yaitu:
1.      Dilaksanakan dengan ikhlas kepada Allah semata,artinya amalan itu dilakukan semata-mata tertuju kepada Allah,antara lain sebagai wujud ketaatan melaksanakan perintahnya,sebagai ungkapan rasa syukur atau cinta kepada Allah,karena mengharapkan rahmat dan atau karena takut pada murka-Nya. Ibadah tidak boleh tertuju kepada makhluk Allah,baik karena mengharap pujian, kepercayaan dari manusia, atau untuk memperoleh manfaat keduniaan.
2.      Dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam menjalankan Agama Islam,artinya ibadah yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan cara yang diajarkan atau yang dicontohkan oleh Rassulullah SAW, baik bacaan,gerakan, maupun tempat pelaksanaannya.
Berdasarkan kedua persyaratan tersebut di atas,maka:
a.      Suatu amalan sekalipun termasuk amalan ibadah yang dilakukan dengan ikhlas namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW maka amalan tersebut tertolak,misalnya ikhlas berdoa,tetapi berdoanya memakai persyaratan perdupaan atau sesajen atau dilakukan di kuburan keramat maka doanya tentu tertolak karena persyaratan/medianya atau tempatnya  itu adalah bid’ah.
b.      Suatu ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW namun tidak ikhlas atau mengharap sesuatu dari orang lain baik pengakuan,pujian atau penghargaan dari orang lain maka tertolak,misalnya seseorang melaksanakan ibdah haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW, tetapi niatnya untuk memperoleh gelar haji, agar masyarakat memuji atau menghargainya.
c.       Suatu amalan yang dilaksanakan dengan ikhlas tetapi tidak masuk amalan yang disyariatkan maka tertolak karena termasuk amalan yang dibuat-buat (bid’ah).

1 komentar:

  1. Saya sangat berterima kasih banyak Kpd Kyai SANJAYA, atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok Kyai SANJAYA, itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan Kyai,,bagi anda yang ingin dibantu sama Kyai SANJAYA silahkan hubungi Kyai di 082-399-986-107 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun

    BalasHapus