Sebagian umat Islam percaya bahwa
pada hari-hari tertentu roh keluarga yang telah meninggal berkunjung ke dunia
untuk mencari rezki pada keluarganya,termasuk roh Nabi Muhammad yang dipercaya
ke dunia menghadiri perayaan hari ulang tahunnya,bergabung bersama dengan
umatnya yang sedang berkumpul merayakan kelahirannya sambil mengellingi makanan
yang dipersembahkan oleh umat yang mengaku mencintainya.Atas kepercayaan
inilah,sehingga ketika sampai pada syair kelahiran Nabi SAW,jamaah barzanji
berdiri sambil menyanyikan syair terusebut sebagai tanda pengormatan atas
kehadiran Nabi SAW.
Roh itu adalah urusan Allah,maka
kita bisa berbicara masalah roh kecuali yang diberitahukan oleh Allah kepada
kita melalui al Quran atau melalui rasul-Nya.Tidak ada keterangan dalam al
Quran maupun hadis,bahwa roh Nabi Muhammad kerkunjung ke dunia menghadiri
perayaan hari ulang tahunnya,apalagi untuk mencari-cari makanan,bukanlah
makanan di alam kubur jauh lebih nikmat daripada dunia ?,bukankah makanan roh
bukanlah makanan dunia melainkan balasan amal baik yang kita usahakan sewaktu
hidup di dunia ?.
Allah telah memberitakan dalam al
Quran bahwa alam dunia dan alam akhirat dibatas oleh dinding sampai datangnya
hari kebangkitan (QS.Al Mu’minuun:100),siapapun tidak sanggup melintasi dinding
tersebut temasuk roh Nabi Muhammad SAW.Lagi pula,untuk apa Nabi Muhammad
menghadiri perayaan hari ulang tahunnya,siapa yang bilang Nabi Muhammad
menyukai perayaan ulang tahunnya ?, bukankah Nabi yang memerintahkan umatnya
untuk menjauh perkara yang baru yang tidak pernah disyariatkannya ? (HR.Abu
Dawud).Kalau perayaan ulang tahun nabi itu baik dan bermanfaat bagi
agama,mengapa para sahabat tidak melakukannya ?,bukankah para sahabat nabi
adalah orang yang paling mencintai dan paling setia pada nabi SAW ?.Sedangkan
kita,mana bisa dipercaya mencintai nabi kalau masjid-masjid kosong ?.
Berdasarkan uraian di atas maka
jelaslah bahwa roh nabi Muhammad SAW tidak akan hadir pada perayaan hari
kelahirannya,dengan alasan:
1.
Tidak ada dalil yang menerangkan
kehadirannya,kecuali prasangka-prasangka segelintir nenek moyang yang berkembang secara turun temurun.
2.
Alam dunia dengan alam kubur dibatasi oleh
dinding yang tak seorangpun bisa melewatinya
3.
Nabi SAW tidak akan menghadiri amalan yang tidak
pernah disyariatkannya,amalan yang sebelumnya telah diperintahkan untuk
dijauhi,apalagi bila amalan itu mengandung unsur peniruan umat lain.Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar