Minggu, 11 Januari 2015

BENARKAH NABI MUHAMMAD HADIR PADA PERAYAAN MAULIDNYA ?



Sebagian umat Islam percaya bahwa pada hari-hari tertentu roh keluarga yang telah meninggal berkunjung ke dunia untuk mencari rezki pada keluarganya,termasuk roh Nabi Muhammad yang dipercaya ke dunia menghadiri perayaan hari ulang tahunnya,bergabung bersama dengan umatnya yang sedang berkumpul merayakan kelahirannya sambil mengellingi makanan yang dipersembahkan oleh umat yang mengaku mencintainya.Atas kepercayaan inilah,sehingga ketika sampai pada syair kelahiran Nabi SAW,jamaah barzanji berdiri sambil menyanyikan syair terusebut sebagai tanda pengormatan atas kehadiran Nabi SAW.
Roh itu adalah urusan Allah,maka kita bisa berbicara masalah roh kecuali yang diberitahukan oleh Allah kepada kita melalui al Quran atau melalui rasul-Nya.Tidak ada keterangan dalam al Quran maupun hadis,bahwa roh Nabi Muhammad kerkunjung ke dunia menghadiri perayaan hari ulang tahunnya,apalagi untuk mencari-cari makanan,bukanlah makanan di alam kubur jauh lebih nikmat daripada dunia ?,bukankah makanan roh bukanlah makanan dunia melainkan balasan amal baik yang kita usahakan sewaktu hidup di dunia ?.
Allah telah memberitakan dalam al Quran bahwa alam dunia dan alam akhirat dibatas oleh dinding sampai datangnya hari kebangkitan (QS.Al Mu’minuun:100),siapapun tidak sanggup melintasi dinding tersebut temasuk roh Nabi Muhammad SAW.Lagi pula,untuk apa Nabi Muhammad menghadiri perayaan hari ulang tahunnya,siapa yang bilang Nabi Muhammad menyukai perayaan ulang tahunnya ?, bukankah Nabi yang memerintahkan umatnya untuk menjauh perkara yang baru yang tidak pernah disyariatkannya ? (HR.Abu Dawud).Kalau perayaan ulang tahun nabi itu baik dan bermanfaat bagi agama,mengapa para sahabat tidak melakukannya ?,bukankah para sahabat nabi adalah orang yang paling mencintai dan paling setia pada nabi SAW ?.Sedangkan kita,mana bisa dipercaya mencintai nabi kalau masjid-masjid kosong ?.
Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah bahwa roh nabi Muhammad SAW tidak akan hadir pada perayaan hari kelahirannya,dengan alasan:
1.       Tidak ada dalil yang menerangkan kehadirannya,kecuali prasangka-prasangka segelintir nenek  moyang yang berkembang secara turun temurun.
2.       Alam dunia dengan alam kubur dibatasi oleh dinding yang tak seorangpun bisa melewatinya
3.       Nabi SAW tidak akan menghadiri amalan yang tidak pernah disyariatkannya,amalan yang sebelumnya telah diperintahkan untuk dijauhi,apalagi bila amalan itu mengandung unsur peniruan umat lain.Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar